uang baru indonesia 100 ribu
Pecahan uang 100 ribu.

Waktuku.com – Peresmian uang baru di Indonesia baru saja dilakukan beberapa waktu lalu, namun masih banyak sekali polemik semenjak uang baru ini hadir.

Baca juga : Sebut Logo Uang Baru Palu Arit, Habib Rizieq Dipolisikan

Bank Indonesia berupaya untuk menepis berbagai isu terkait uang baru yang beberapa waktu lalu diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Berbagai isu menepis kehadiran uang baru ini, isu yang beredar adalah mengenai logo palu dan arit.

pencetakan uang yang tidak dilakukan bukan oleh Perusahaan Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri), hingga pemilihan pahlawan pada uang kertas di media sosial itu dinilai cukup meresahkan karena menimbulkan ketidakpercayaan pada mata uang terbaru NKRI.

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Tasikmalaya Wahyu Purnama, memastikan bahwa isu yang berkembang di masyarakat ini tidak benar adanya. Semua tuduhan pada uang baru yang berlogokan palu dan arit ini justru mudah di palsukan identitasnya.

Wahyu Purnama juga memberikan contoh terkait logo BI dalam pecahan uang Rp. 100 ribu yang selama ini disangkut pautkan dengan kemiripan logo palu dan arit, menurut Wahyu Purnama, isu ini tidak mendasar, karena logo dinilai lebih mirip dengan Parta Komunis Indonesia itu merupakan rectoverso logo BI.

“Semua isu itu tidak benar. Tidak ada logo partai atau palu arit di uang NKRI. Itu sebatas rectoverso, jika diterawang dengan cahaya akan timbul logo BI yang sempurna. Ada juga isu percetakan uang bukan oleh Peruri, itu juga salah,” ucap Wahyu dalam Sosialisasi Ciri Uang Rupiah Emisi 2016 di Kantor BI Tasikmalaya, Jumat 6 Januari 2017.

Hal ini juga disampaikan begitu pula dengan tuduhan para netizen Indonesia dimana uang baru ini mirip dengan mata uang China yakni Yuan bahkan mata uang belahan dunia lainnya yakni Eropa, Menurut Wahyu, pemilihan warna dan desain uang pecahan baru tidak mengacu pada negara tertentu. Pemilihan warna yang cerah, kata Wahyu adalah salah satu bahan pertimbangan otoritas di dunia terkait pecahan uang kertas.

“Sebagian negara di dunia memang mungkin punya kesamaan, tetapi Indonesia tidak pernah membuat uang yang mengacu pada negara tertentu,” ucap dia. Setelah peluncuran uang rupiah baru NKRI di Jakarta, Senin 19 Desember 2016 lalu, BI berupaya untuk menyosialisasikan ciri-ciri uang baru yang dilengkapi 12 unsur pengamanan seperti perubahan warna, fitur pelangi, gambar tersembunyi, fitur ultraviolet, tekstur, dan teknik rectoverso.

“Cara sederhananya masih dilihat, diraba, dan diterawang, tetapi jika ingin cari kepastian lagi, ada beberapa fitur unik pembeda yang bisa ditemukan saat uang diterawang dengan cahaya,” kata Wahyu. (ept/pkrrkyt)