uang baru indonesia 50 ribu
Pecahan uang 50 ribu

Waktuku.com – Banyak sekali isu miring mengenai kehadiran uang baru, seolah masyarakat dioknumkan oleh mereka segelintir orang yang tidak suka dengan kehadiran uang baru.

Bank Indonesia untuk meredam isu ini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah gencarkan sosialisasi kepada masyarakat. Rabu (11/1), sosialisasi ini dilakukan kepada elemen TNI/ Polri, khususnya Babinsa dan Babinkamtibmas, sebagai aparat berwajib yang berada di garis depan dan paling dekat dengan masyarakat.

“Tak hanya TNI/Polri, ulama juga akan kita libatkan untuk sosialisasi yang sama,” ungkap Kepala Grup Advisory dan Pembangunan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwi Saputra, di sela kegiatan sosialisasi.

Ulama dikalangan Masyarakat masih menjadi penutan agama, selain keberadaannya ulama sangat dekat dengan masyarakat sehingga akan dilibatkan dalam pemahaman mengenai uang baru ini. Terkait pelibatan mengenai pemahaman uang baru yang dilakukan ini, pihaknya akan bertemu dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah guna silaturahmi dan bisa menyampaikan sosialisi ini.

Ia mengaku semenjak terbit tanggal 19 Desember 2016 lalu yang dilaksanakan di Bank Indonesia dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, jamak beredar isu miring seputar uang rupiah tahun emisi 2016 ini. Terutama terkait isu seputar rectoverso atau gambar yang saling mengisi pada uang kertas tahun emisi 2016.

Menurutnya pengunaan rectoverso ini sebenarnya merupakan pengaman dari nilai uang rupiah. Rectoverso yang dimaksudkan adalah lambang (Logo) Bank Indonesia secara kasat mata tampak tidak utuh.

Namun melalui sosialisasi ini, berharap pihaknya persoalan gambar yang tidak utuh ini tidak dibawa kemana-mana kecuali sebagai metode pengamanan. “Sekali lagi, ini merupakan sebuah teknik pengamanan uang dari pemalsuan dan sama sekali tidak memiliki maksud yang lain apalagi isu yang berkaitan dengan organisasi terlarang,” tandasnya.

Seperti diketahui bank Indonesia telah menerbitkan tujuh pecahan uang rupiah kertas serta empat pecahan uang rupiah logam tahun emisi 2016. Masing-masing terdiri atas pecahan Rp 100 ribu Rp 50 ribu, Rp 20 ribu, Rp 10 ribu, Rp 5.000, Rp 2.000 dan Rp 1.000 (uang kertas).
Sedangkan untuk uang logam meliputi Rp 1.000, Rp 500, Rp 200 dan Rp 100. Penerbitan uang rupiah ini dilakukan dalam satu seri untuk mempermudah komunikasi dengan masyarakat.

Namun proses pembuatan dan penerbitan uang rupiah tahun emisi 2016 ini dilakukan dengan prosedur yang ketat, karena uang rupiah merupakan kedaulatan negara indonesia yang telah teramanatkan dalam Undang-undang nomor 7 Tahun 2011, “Karena itu, fitur- fitur pengamanan pada uang rupiah tahun emisi 2016 ini memang diperkuat dengan tujuan untuk mengurangi pemalsuan uang rupiah. Termasuk bahan uang kertas ini juga lebih kuat,” lanjutnya. (ept/rpblk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here