Waktuku.com – Pemerintah Kota Bogor akan kembali menggelar Fertical Budaya Cap Go Meh (CGM) 2017, kali ini festival tersebut akan dilaksanakan pada awal Februari ini. Cap Go Meh (CGM) diawal Februari ini tak hanya menampilkan budaya saja, namun kegiatan multietnis serta agama pun akan ditampilkan juga.

Bima Arya, Wali Kota Bogor menilai kegiatan ini bukan hanya sekedar ritual keagamaan saja tapi juga merupakan simbol keberagaman dan pluralisme di Kota Bogor yang sudah mengakar sampai saat ini. Ada harapan dari semua agama yang ada di Indonesia, dan kali ini Indonesia sedang diuji isu keberagaman.

“Kita mengakui kondisi negara saat ini sedang diuji terkait isu keberagaman. Untuk itu, melalui festival ini ada suguhan atraksi keroyokan dari lintas agama. Ada marawis dengan paduan suara gereja, ada ratusan ribu masyarakat,” kata Bima di Balai Kota, Rabu (25/1/2017) Lalu.

Pemerintah Kota Bogor akan mempersiapkan barikade untuk menertibkan lintasan tempat Cap Go Meh (CGM) digelar agar pawai budaya lebih nyaman. Dengan adanya festival Cap Go Meh, pemkot Bogor juga menargetkan peningkatan pengunjung hotel di Kota Hujan. Sementara pengaturan lalu lintas dan penyediaan parkir masih belum dirubah, diprediksi sekitar 100.000 orang terlibat dalam agenda ini.

Arifin Himawan yang bertindak sebagai Ketua Cap Go Meh Street Festival Pesta Rakyat Bogor 2017 kali ini mengatakan jika gelaran Cap Go Meh Street Festival kali ini akan mengundang perhatian masyarakat secara luas. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan okupansi hotel yang berada di Kota Bogor meningkat 80% pada tahun lalu.

Acara Festival Budaya Cap Go Meh menjadi bagian dari pariwisata Indonesia lantaran didukung Kementrian Pariwisata. “Ini kerja bersama dibawah naungan Pemkot Bogor. Mendapat tertimoni baik dari Presiden Jokowi agar kota lain meniru Kota Bogor untuk menyelenggarakan,” jelasnya.

Pihak Kepolisian dan TNI akan melakukan pengamanan. Akan ada dua panggung yang dibuat, panggung pertama khusus untuk tamu penting dan panggung kedua dikhusuhkan untuk banyak warga yang terlibat. Tahun ini tari topeng Cirebon membuka festival, sedangkan tahun lalu tari Tor Tor dari Sumatera

“Kami berharap mempunyai nilai jual yang lebih baik lagi. Presiden Jokowi juga berharap ingin melihat warga yang mengisi acara pawai tidak cepat-cepat,” katanya.

Baca Juga: Kumpulan Gambar Imlek tahun 2017

Kabagops Polresta Bogor Kota Kompol Tri Suhartanto mengatakan bahwa pihaknya siap untuk melakukan pengamanan jalur dan dalam pelaksanaan diacara. Masyarakat harus diberikan pengertian Cap Go Meh tapi ini event akulturasi budaya, peran aktif dari panitia harus bisa melakukan itu.

“Harus dibriefing batas dari masyarakat. Kami siap untuk membantu kegiatan festival Budaya ini,” terangnya.

Pihak Polresta Bogor Kota juga telah menyiapkan personil 2/3 kekuatan atau berjumlah 1.000 lebih personil yang tergabung dengan Dishub dan Satpol PP Kota Bogor, tak ada perubahan pengalihan arus, pengalihan arus masih sama seperti tahun lalu.

“Sepanjang jalur pawai Cap Go Meh akan ditutup agar lebih lancar sementara jalur Otista menuju BTM akan dilakukan dua arah seperti tahun lalu,” pungkasnya.