Waktuku.com – Presiden Joko Widodo mengakui, jika dana 13,9 Triliun yang di simpan di Bank oleh pemerintah DKI Jakarta, di pimpinan oleh Gubernur Dki Jakarta Ahok. Menurut Joko Widodo, pernyataan ini buka-bukaan tersebut merupakan permintaan mentri keungan Sri Mulyani Indrawati.

Di lansir dari IDNtimes.com, bahwa Presiden Joko Widodo menegaskan, jika simpanan Bank masih sebanyak itu, maka surat utang akan kian bertambah, Joko Widodo berpesan agar manjemen Keungan harus semakin di perbaiki.

Di dalam Rapat Koordinasi Nasional VII Tim Pengendalian Inflansi Daerah atau TIPD di hotel Grand Sahid Jaya, Presiden Joko Widodo sempat menyindir Ahok. Alasan menyindir ini adalah, karena DKI Jakarta termasuk sebagai 10 Provinsi yang menyimpan dana terbanyak di Bank Umum, Joko menyampaikan data tersebut secara terbuka.

Joko Widodo meminta uang tersebut agar bisa di keluarkan. Jokowi meminta kepada Kepala Darah, baik itu wali kota, bupati, hingga Gubernur terus meningkatkan pertumbuhan Ekonomi dan mengendalikan Inflansi dengan cara mengeluarkan APBD sedini mungkin.

Berikut adalah daftar 10 provinsi yang menyimpan uang pemerintah di Bank Umum, Jawa Barat sebesar 8,034 triliun rupiah, diikuti Jawa Timur (3,947 triliun rupiah), Riau (2,867 triliun rupiah), Papua (2,596 triliun rupiah), Jawa Tengah (2,467 triliun rupiah), Kalimantan Timur 1,572 triliun rupiah, Banten 1,527 triliun rupiah, Bali 1,464 triliun rupiah, dan Aceh 1,446 triliun rupiah.

Ahok atau biasa di panggil Basuki Tjahaja Purnama, dengan menanggapi sindirian dari Joko Widodo berdalih dengan besarnya penyimpanan APBD Jakarta karena banyak nya proyek yang belum di selesaikan sehingga dana belum di pergunakan dengan baik.

Ahok juga mengungkapkan bahwa pemerintah Jakarta belum membayar beberapa proyek yang berjalan. Contohnya pembangunan tanggul, rumah susun, dan penyedia transportasi massal.