Perbedaan Nabi dan Rasul (Lengkap Menurut Para Ulama)

Perbedaan Nabi dan Rasul
Image by: http://khazanahalquran.com/category/rasulullah-saw

Waktuku.comPerbedaan nabi dan rasul adalah hal yang perlu kita pelajari. Kita juga bisa melihat dari definisi juga dari pengertiannya. Rasul bisa diartikan sebagai seseorang pria atau laki-laki yang memperoleh wahyu langsung dari Allah beserta syariat dan pada saai itu juga dia diperintahkan untuk dapat mengamalkan dan menyampaikannya kepada orang lain.

Hal di atas dapat kita jabarkan bahwa sebuah arti kata “rasul” tersebut berasal dari kata bahasa arab “risala” yang artinya menyampaikan atau memberitahu. Oleh karena itu, semua nabi yang telah diangkat menjadi seorang rasul, mempunyai suatu bertugas untuk menyampaikan wahyu atau pesan Allah berikut kewajiban kepada suatu umat di sekitar rasul atau di sebuah wilayah tertentu.

Perbedaan nabi dan rasul adalah hal yang perlu kita pelajari. Kita juga bisa melihat dari definisi juga dari pengertiannya. Rasul bisa diartikan sebagai seseorang pria atau laki-laki yang memperoleh wahyu langsung dari Allah beserta syariat dan pada saai itu juga dia diperintahkan untuk dapat mengamalkan dan menyampaikannya kepada orang lain.

Hal di atas dapat kita jabarkan bahwa sebuah arti kata “rasul” tersebut berasal dari kata bahasa arab “risala” yang artinya menyampaikan atau memberitahu. Oleh karena itu, semua nabi yang telah diangkat menjadi seorang rasul, mempunyai suatu bertugas untuk menyampaikan wahyu atau pesan Allah berikut kewajiban kepada suatu umat di sekitar rasul atau di sebuah wilayah tertentu.

Sedangkan nabi jika diartikan melalui bahasa arab, Nabi diambil dari sebuah kata “Naba”, sehingga bisa kita artikan bahwa nabi yaitu seseorang yang sudah diberikan wahyu oleh Allah Swt namun tidak diperintahkan menyampaikan wahyu atau risalah tersebut kepada manusia. Bisa dikatakan, pengertian dari nabi yaitu seseorang yang berjenis kelamin laki-laki yang memperoleh wahyu Allah Swt tetapi tak wajib untuk disebarkan pada umatnya atau orang lain.

Dilihat dari tingkatan Nabi dan Rasul mempunyai derajad yang tinggi ketimbang seorang nabi biasa. Mereka mengemban amanah untuk menjadi bagian dari mereka. Bisa dikatakan bahwa rasul mempunyai jenjang derajat yang lebih tinggi dari pada nabi. Karena rasul diutus secara langsung oleh Allah Swt sebagai orang-orang pilihan.

Inilah perbedaan nabi dan rasul yang selalu melekat di antara keduanya. Jumlah Nabi dan Rasul Perbendaan selanjutnya merupakan hasil dari tambahan poin ini. Dilihat dasi sumber buku nabi dan rosul, nabi berkisar antara 124.000 anggota hmi dan 313 anggota rasul.

Dari semua tersebut bisa dikatakan bahwa mereka mempunyai jumlah yang banyak. Perlu diketahui bahwa dalam masa pengenalan nabi dan rosul, nabi berjumlah  25 dan rasulnya hanya 5.

Inilah yang menguatkan kita bahwa mereka adalah penyaring kekuatan dan menerus segala amanah yang diberikan oleh tuhan.Penyampaian Wahyu Seorang nabi selalu mempunyai tugas untuk menerima wahyu dari Allah Swt lalu digunakan untuk dirinya sendiri di dalam kehidupannya.

Sementara rasul sendiri adalah orang yang telah menerima wahyu dari Allah Swt dan selanjutnya agar disampaikan kepada seluruh umat manusia yang ada di dunia. Sedikit pengetahuan, nabi mendapatkan wahyu umumnya hanya lewat mimpi.

Lain halnya dengan rasul yang menerima wahyu secara langsung dari Allah Swt bisa lewat mimpi ataupun lewat malaikat yang diutus oleh tuhan dengan berkomunikasi langsung. Syariat Perbedaan nabi dan rasul selanjutnya yaitu pada syariat.

Rasul yang di utus Allah agar menyebarkan pola hidup dan juga syariat yang baru sehingga mengangkat manusia dari dunia keterbatasan pengetahuan dan pergaulan serta peribadatan. Sedangkan nabi, nabi biasanya hanya akan menerapkan hal tersebut untuk dirinya sendiri karena tidak mempunyai perintah untuk menyebarkan ke orang lain.

Seorang nabi lebih cenderung pada pengamalan apa yang diberikan oleh allah terhadap umatnya yang telah diturunkan oleh generasi nabi sebelumnya dan hanya sebagai pengarah ke jalan yang benar. Sedangkan Rasul lebih berat tugasnya yaitu dengan memulai hal yang baru dengan syariat yang baru yang telah diwahyukan oleh ALLAH untuk membenarkan tatanan hidup manusia yang salah dalam berbagai aspek.

Pengutusan ialah hal urusan pengutusan yang ditujukan untuk para nabi dan rasul juga memiliki perbedaan yaitu nabi di utus Allah untuk menerapkan wahyunya pada lingkungan masyarakat yang sudah beriman kepadanya. Jadi bisa dikatakan bahwa utusan atau  tugas yang diberikan kepada nabi tidak sulit.

Sedangkan untuk rasul, ia diberikan tugas untuk merubah gaya hidup suatu kaum yang masih dalam keadaan tidak beriman atau kafir dan banyak yang masih bodoh terhadap agama. Dengan begitu bisa dikatakan tantangan dan kesulitan seorang rasul selalu lebih besar daripada seorang nabi.

Perbedaan Nabi dan Rasul dalam Sisi Tugas yang Dijalankan Allah telah mengutus rasul untuk selalu mengubah pola hidup setiap umat manusia. Sama umat yang pada waktu tersebut tergolong dalam dunia kegelapan, Allah telah memberikan amanah baginda nabi Muhammad SAW untuk masalah tersebut agar terselesaikan atau mengangkat pola hidup mereka menjadi bertuhan dan tidak terbelenggu sebuah kebodohan hidup.

Tugas dari para rasul itu sendiri untuk setiap golongan umatnya bisa dikatakan sama tetapi rasul hadir dalam kurun waktu yang berbeda. Adapun tugas dari para rasul yaitu:

• Mengesakan adanya tuhan dimata masyarakat untuk memperkuat sifat tauhid manusia terhadap Allah SWT.

• Memberikan sebuah berita tentang peringatan dan kabar gembira kepada umatnya yang di berikan langsung oleh ALLAH SWT atau melalui malaikat perantaranya

• meluruskan pemikiran tidak sesuai jalan yang benar misalnya syirik yang sudah dilakukan oleh banyak orang di zaman jahiliyah dulu,Sifat-Sifat yang Dimiliki Nabi Dan Rasul Nabi maupun Rasul sebelum dinyatakan sebagai nabi selalu mempunyai ciri-ciri nubuwwah atau kenabian yang dinamakan sebagai irhash.

Salah satu contohnya yaitu Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW sejak masih kecil sudah dikenal sebagai orang yang memiliki akhlak mulia denga memiliki gelar sebagai al-amin. Adapun sifat-sifat yang pasti dimiliki oleh para nabi juga para rasul yaitu siddiq, amanah, fathonah, dan tabligh.

• Siddiq gelar bagi setiap orang yang selalu melakukan kebenaran baik perkataan maupun perbuatan. Sedangkan lawan dari shidiq atau sifat mustahilnya yaitu pembohong atau orang yang gemar berbohong.

• Amanah merupakan gelar bagi orang yang bisa dipercaya, adapun  lawan dari sifat ini yaitu berkhianat.

• Fathonah memiliki arti orang yang cerdas. Semua nabi dan rasul selalu memiliki kecerdasan yang tinggi, pintar atau pandai, sedangkan lawan dari fathonah yaitu bodoh.

• Tabligh merupakan sifat wajib yang dimiliki rasul dan nabi yang mempunyai arti sebagai penyebar atau penyampai pesan atau wahyu dari ALLAH kepada semua umat manusia.

Demikian ulasan tentang perbedaan nabi dan rasul yang bisa kita sampaikan. Banyaknya semua perbedaan merupakan sekat bagi mereka dengan tugas yang berbeda pula. Swmoga artikel ini selalu bermanfaat bagi kita semua.