Peninggalan Kerajaan Majapahit

Waktuku.comPeninggalan Kerajaan Majapahit memiliki banyak peninggalan yang ternilai unik dan berkesan. Peninggalan Kerajaan Majapahit yang diketahui sekarang memiliki bentuk yang beragam.

Salah satunya, Peninggalan Kerajaan Majapahit yang berbentuk celengan. Selain itu, terdapat pula peninggalan kerajaan majapahit berupa candi-candi yang tersebar di wilayah indonesia.

Peninggalan Kerajaan Majapahit yang Tersebar di Indonesia:

1. Celengan Majapahit
celengan majapahit

Benda ini memang unik, meskipun ditemukan dalam bentuk pecahan, namun celengan (tempat menabung uang-jawa) ini berhasil disatukan kembali dan berbentuk babi. Celengan ini ditemukan di trowulan, Jawa Timur dan dipergunakan sekitar abad 14-15. Sekarang merupakan koleksi Museum Gajah, Jakarta.

2. Arca Emas
arca emas majapahit

Arca ini menggambarkan Bidadari Majapahit yang anggun. Arca cetakan emaspara ini (bidadari surgawi) gaya khas Majapahit menggambarkan dengan sempurna zaman kerajaan Majapahit sebagai “zaman keemasan” nusantara.

3. Terakota Wajah
terakota majapahit

Banyak terakota ditemukan di wilayah majapahit, namun yang menarik adalah terakota yang dipercaya menggambarkan wujud asli dari Gajah Mada.

4. Surya Majapahit
surya majapahit

Surya Majapahit adalah lambang yang umumnya dapat ditemui di reruntuhan Majapahit, sehingga Surya Majapahit mungkin merupakan simbol kerajaan Majapahit. Lambang ini mengambil bentuk Matahari bersudut delapan dengan bagian lingkaran di tengah menampilkan dewa-dewa Hindu. lambang ini membentuk diagram kosmologi yang disinari jurai Matahari khas “Surya Majapahit”.

5. Arca Pertapa Hindu
arca hindu

Arca yang menggambarkan pertapa Hindu dari masa Majapahit akhir ini sekarang merupakan koleksi Museum für Indische Kunst, Berlin-Dahlem, Jerman.

6. Uang Gobog Majapahit
uang gobok majapahit

Benda yang zaman dahulu ini pernah digunakan sebagai salah satu mata uang Kerajaan Majapahit ini terbuat dari tembaga. Di sisi depan terdapat relief berupa gambar wayang, alat-alat persenjataan berbentuk cakra, dan pohon beringin. Sedangkan di sisi belakang terdapat relief pohon, peralatan berbentuk senjata dan berbentuk sesaji.

7. Candi Tikus
candi muara takus

Candi peninggalan kerajaan Majapahit yang pertama yaitu Candi Tikus. Candi ini berada komplek Trowulan di desa Temon, kecamatan Trowulan, kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Awalnya, Candi Tikus terkubur dalam tanah, sampai akhirnya ditemukan kembali dan digali pada tahun 1914 silam, sedangkan pemungaran Candi Tikus dilakukan pada tahun 1984 hingga tahun 1985.

8. Candi Sukuh
candi sukuh

Candi peninggalan kerajaan Majapahit selanjutnya yaitu Candi Sukuh. Candi ini berada di desa Berjo, kecamatan Ngargoyoso, kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Tepatnya 20 km dari kota Karanganyar atau 36 km dari Surakarta.

Candi yang diperkirakan dibangun pada tahun 1437 masehi ini termasuk kategori Candi Hindu yang berbentuk piramid, bahkan sekilas terlihat seperti Chichen Itza yang berada di Meksiko, tapi dengan ukuran yang lebih kecil.

Candi ini juga dianggap kontroversial dan terlalu vulgar, karena banyak patung dan relief di Candi ini yang menunjukan organ intim manusia.

9. Candi Brahu
candi brahu

Candi Brahu adalah salah satu Candi peninggalan kerajaan Majapahit yang juga berada di komplek Trowulan, tepatnya terletak di desa Bejijong, kecamatan Trowulan, kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Nama “Brahu” diperkirakan berasal dari kata “Wanaru” atau “Warahu”, nama ini didapatkan dari sebutan bangunan suci yang disebutkan dalam Prasasti Alasantan, dimana prasasti tersebut ditemukan tidak jauh dari Candi ini.

10. Candi Cetho
candi cheto

Selanjutnya, Candi Cetho yaitu Candi bercorak Hindu yang juga merupakan Candi peninggalan kerajaan Majapahit yang diperkirakan dibangun pada akhir masa pemerintahan kerajaan Majapahit yaitu pada abad ke 15 masehi.

Candi ini berada di dusun Ceto, desa Gumeng, kecamatan Jenawi, kabupaten Karanganyar. Selain itu, komplek Candi ini juga sering digunakan oleh warga setempat dan peziarah yang beragama Hindu sebagai tempat pemujaan.

11. Candi Wringin Branjang
candi wringin branjang

Candi Wringin Branjang berada di desa Gadungan, kecamatan Gandusari, kabupaten Blitar, Jawa Timur. Bentuk dari Candi ini sangat sederhana, dimana Candi ini tidak memiliki kaki Candi, hanya memiliki badan dan atap Candi.

Dengan bentuk Candi yang seperti itu, diperkirakan Candi peninggalan kerajaan Majapahit ini dipergunakan sebagai tempat untuk menyimpan alat-alat upacara dan sejenisnya.

12. Candi Pari
candi pari

Candi peninggalan kerajaan Majapahit selanjutnya adalah Candi Pari yang berada di desa Candi Pari, kecamatan Porong, kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Atau tepatnya kurang lebih 2 km ke arah barat laut dari semburan lumpur Lapindo.

Candi ini dibangun mengunakan batu bata dengan bentuk persegi empat mirip seperti pura-pura yang ada di Bali dan menghadap kearah barat. Sedangkan tahun didirikannya Candi yaitu pada tahun 1371 masehi.

13. Candi Surawana
candi surawana

Candi Surawana (Surowono) adalah Candi bercorak Hindu yang juga merupakan Candi peninggalan kerajaan Majapahit ini terletak di desa Canggu, kecamatan Pare, kabupaten Kediri.

Diperkirakan Candi yang memiliki nama sebenarnya yaitu Wishnubhawanapura ini dibangun pada abad ke 14 masehi dengan tujuan untuk menghormati raja dari kerajaan Wengker yaitu Bhre Wengker, yang berada di bawah kekuasaan kerajaan Majapahit.

Saat ini, keadaan Candi ini sudah tidak utuh lagi, hanya bagian dasar yang sudah di rekonstruksi, sedangkan bagian badan dan atap candi sudah hancur tidak bersisa, hanya kaki Candi setinggi 3 meter yang masih tegak berdiri.

14. Candi Jabung
candi jabung

Candi yang berada di desa Jabung, kecamatan Paiton, kabupaten Probolinggo, Jawa Timur ini merupakan Candi peninggalan kerajaan Majapahit bercorak Hindu.

Menurut kitab Nagarakertagama, Candi yang dibangun mengunakan batu bata merah ini disebut dengan nama “Bajrajinaparamitapura”, selain itu, juga disebut dalam kitab Nagarakertagama, raja Hayam Wuruk pernah berkunjung ke Candi ini pada tahun 1359 masehi.

Mengenai struktur bangunannya, Candi ini hampir mirip dengan Candi Bahal yang merupakan Candi peninggalan kerajaan Sriwijaya yang ada di Sumatera Utara.

15. Gapura Wringin Lawang
candi wringin lawang

Gapura Wringin Lawang adalah gapura peninggalan kerajaan Majapahit yang dibangun pada abad ke 14 masehi. Gapura ini terletak di desa Jatipasar, kecamatan Trowulan, kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Gapura yang berdasarkan bahasa Jawa berarti “Pintu Beringin” ini berukuran 13 x 11 meter dengan tinggi 15,5 meter.

Walaupun, fungsi asli bangunan ini masih mengundang banyak spekulasi, tapi kebanyakan para ahli sejarah yakin, kalau gapura ini merupakan pintu menuju bangunan-bangunan penting di ibukota Majapahit.

16. Gapura Bajang Ratu

peninggalan kerajaan majapahit

Candi peninggalan kerajaan Majapahit yang terakhir yaitu Gapura Bajang Ratu. Gapura yang diperkirakan dibangun pada abad ke 14 ini terletak di desa Temon, kecamatan Trowulan, kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Gapura Bajang Ratu diperkirakan juga merupakan gapura terbesar yang pernah dibangun oleh kerajaan Majapahit pada masa keemasannya, dimana berdasarkan catatan sejarah, bangunan ini berfungsi sebagai pintu masuk untuk memperingati wafatnya Raja Jayanegara.
(sumber: http://www.yudhe.com/benda-benda-unik-peninggalan-kerajaan-majapahit/ & http://wowasiknya.com/candi-peninggalan-kerajaan-majapahit/)