8 Peninggalan Kerajaan Demak Sekaligus Penjelasannya

Peninggalan Kerajaan Demak

Waktuku.com – Peninggalan Kerajaan Demak adalah salah satu kerajaan islam yang pertama dan berada di Pulau Jawa. Kerajaan ini memang memegang peranan yang penting dalam hal penyebaran agama islam ke seluruh dunia. Kerajaan Demak ini dulunya hanya sebuah kadipaten kecil yang berasal dari kerajaan Majapahit.

Hanya saja karena kerajaan Majapahit ini semakin runtuh akhirnya mulai tumbuh agama islam di tanah Jawa. Demak pun ikutan berubah menjadi kerajaan islam terbesar yang ada di sana. Kali ini kita akan membahas informasi mengenai sejarah maupun peninggalan kerajaan Demak di masa silam.

Sejarah Kerajaan Demak

Kerajaan Demak merupakan akar kerajaan Pajang yang berdiri berkat perjuangan Joko Tingkir. Lokasi dari kerajaan ini berada di daerah pesisir pantai utara Jawa. Demak saat itu bentuknya memang kadipaten dibawah pimpinan kerajaan Majapahit. Kerajaan Demak pun akhirnya menjadi tonggak sejarah berdirinya sekaligus tersebarnya agama Islam di tanah Jawa.

Kerajaan yang satu ini mempunyai riwayat nan singkat namun telah menghasilkan sejarah yang bisa anda saksikan dari berdirinya Masjid Agung Demak. Hanya saja sebuah perselisihan antar keluarga bahkan kerabat kerajaan pun terjadi pada tahun 1568. Hingga akhirnya kekuasaan Kerajaan Demak pun beralih tangan ke Pajang oleh Joko Tingkir.

Awal mula berdirinya kerajaan Demak ini terjadi saat kerajaan Majapahit runtuh pada abad yang ke 15. Berita mengenai runtuhnya kerajaan Majapahit ini menjadikan beberapa daerah saling melepaskan diri termasuk dengan Kadipaten demak. Seorang pendiri kerajaan Majapahit dengan nama Raden Patah sudah diyakini sebagai putra yang terakhir kerajaan Majapahit. Raden Patah sudah mampu membawa kerajaan Demak berhasil meraih kejayaan dalam berbagai bidang. Bukti keberhasilan pimpinan Raden Patah ini adalah adanya sebuah perluasan wilayah saat beliau berhasil mengalahkan seorang Girindra Wardhana pada tahun 1478.

Hanya saja disayangkan sekali sebab masa pemerintahan Raden Patah ini harus berakhir di tahun 1518. Sebab pada tahun tersebut beliau telah wafat. Hingga akhirnya pemerintahan dari kerajaan Demak pun diambil alih oleh anaknya yakni Pati Unus. Pati Unus ini merupakan panglima perang yang sudah terkenal, strateginya sangat ditakuti oleh bangsa Portugis. Di Bawah pimpinannya Pati Unus ini berkeinginan agar Kerajaan Demak mampu menjadi sebuah kerajaan maritime yang terkuat. Hal ini telah terbukti dari besarnya armada laut yang ada pada kerajaan Demak.

Sudah berulang kali armada dari kerajaan Demak ini melakukan pertempuran dengan Portugis yang berada di Melaka. Hanya saja itu akan berakhir. Armada laut pun telah disiapkan oleh Pati Unus guna melakukan sebuah penyerangan secara berar-besaran. Kejadian naas pun harus terjadi karena kapal yang sudah ditumpangi oleh Pati Unus secara tiba-tiba mendapatkan serangan meriam dari bangsa Portugis. Hingga akhirnya kesultana Banten, Demak dan juga Cirebon harus kehilangan pemimpinnya.

Peninggalan dari Kerajaan Demak

Setelah mengenal sejarah dari kerajaan Demak, kini anda pun harus mengenal apa saja peninggalan Kerajaan Demak saat itu. Kerajaan Demak dimulai berdiri di tahun 1475. Adapun bukti sejarah yang sudah menggambarkan keberadaan kerajaan Demak di masa lampau telah banyak kita dapati. Menariknya ada beberapa peninggalan kerajaan Demak yang berupa benda ataupun bangunan tertentu yang masih terpelihara sampai saat ini.

Adapun untuk peninggalan kerajaan Demak yang berupa bangunan atau benda ini misalnya saja Soko Guru, Masjid Agung Demak, Bedug, Pintu Bledeg dan juga Kentongan. Supaya anda tidak merasa penasaran lagi dan paham dengan beberapa peninggalan kerajaan Demak. Alangkah baiknya anda perhatikan berbagai uraian di bawah ini:

1. Masjid Agung Demak

Peninggalan dari kerajaan Demak yang satu ini memang sudah terkenal. Bangunan ini sudah berdiri berkat Walisongo pada tahun 1479. Uniknya bangunan masjid ini masih saja terlihat begitu kokoh hingga saat ini meskipun memang sudah di renovasi. Bangunan Masjid Agung Demak ini pun menjadi salah satu bukti peninggalan sejarah dari kerajaan Demak di masa lampau. Apabila anda memang merasa tertarik menyaksikan sebuah keunikan arsitektur maupun filosofinya. Cobalah untuk berkunjung langsung ke masjid tersebut yang berada di Desa Kauman, Demak, Jawa Tengah.

2. Soko Tatal dan Soko Guru

Soko Guru merupakan sebuah tiang dengan diameternyat sekitar 1 meter yang sudah berfungsi sebagai penyangga tegak untuk kokohnya bangunan masjid Demak. Jumlahnya sebanyak 4 buah soko guru yang terpasang pada masjid Demak ini. Berdasarkan cerita yang sudah ada, keempat soko guru ini berhasil dibuat Kanjeng Sunan Kalijaga.

Hanya saja setelah membuat 3 buah tiang setelah masjidnya sudah siap berdiri, sunan Kalijaga ini terpaksa menyambungkan semua tatal dengan sebuah potongan kayu sisa menggunakan kekuatan spiritual yang telah beliau miliki. Hingga akhirnya beliau pun mengubahnya menjadi soko tatal.

3. Pintu Bledek

Jika kita mengartikannya dalam bahasa Indonesia, bledek ini artinya adalah petir. Hasil peninggalan sejarah berupa pintu ini konon terbuat tahun 1466 oleh Ki Ageng Selo. Hingga akhirnya pintu bledek ini menjadi pintu utama dari sebuah masjid Agung Demak.

Pintu tersebut dinamai dengan pintu bledek karena saat pembuatannya berasal dari pentir yang telah menyambar. Saat itu pintu bledek tak lagi digunakan sebagai pintu masjid. Dan akhirnya pintu ini pun dimuseumkan sebab sudah terlihat tua dan lapuk.

4. Kentongan dan Bedug

Kedua benda tersebut keberadaannya masih berada dalam Masjid Agung Demak . Di masa lampau kentongan maupun bedug ini sering dimanfaatkan para warga guna memanggil masyarakatnya supaya melaksanakan sholat lima waktu pada masjid tersebut. Kentongan ini biasanya mempunyai bentuk layaknya tapal kuda dengan filosofinya apabila kentongan tersebut di pukul maka para warga pun akan segera datang melaksankan sholat.

5. Maksurah

Peninggalan kerajaan Demak yang satu ini adalah dinding berukir tulisan kaligrafi yang sudah menghias masjid Demak. Maksurah ini konon terbuat pada tahun 1866 Masehi lebih tepatnya lag ketika Aryo Purbaningrat sudah menjabat sebagai adipati kerajaan Demak. Tulisan kaligrafi ini mempunyai sebuah makna tentang ke Esa-an Allah.

6. Situs Kolam Wudlu

Peninggalan kerajaan Demak yang satu ini telah berdiri saat bangunan masjid Demak berdiri. Situs yang satu ini dulunya seringkali dipergunakan sebagai tempat untuk berwudlu para santri yang sedang berkunjung pada masjid tersebut. Sayangnya situs ini tak lagi bisa anda pergunakan namun hanya bisa anda saksikan menjadi peninggalan kerajaan Demak.

7. Piring Campa

Piring yang satu ini bukanlah piring yang biasa. Piring ini hasil pemberian putri yang berasal dari Campa yakni ibunda dari Raden Patah. Piring tersebut berjumlah sebanyak 65 piring. Bahkan piring ini sudah terpasang menjadi hiasan dinding yang ada pada masjid. Menariknya sebagian lagi piringnya telah terpasang pada tempat imam.

8. Dampar Kencana

Hasil peninggalan kerajaan Demak yang satu ini merupakan singgasana dari para sultan yang akhirnya telah difungsikan sebagai mimbar khutbah yang ada di Masjid Agung Demak. Menariknya sampai saat ini peninggalan kerajaan ini masih terawat dengan rapi.

Itulah tadi berbagai macam peninggalan kerajaan Demak yang harus anda ketahui. Setidaknya dengan mengetahuinya, anda pun semakin mengenal kerajaan Demak ini. Bahkan anda bisa merasa takjub dan kagum menyaksikan hasil peninggalan sejarahnya yang sampai saat ini bisa anda saksikan.