Sejarah Pengakuan Kemerdekaan Indonesia Oleh Negara Lain

0
Bung Karno dan para pemimpin negara lain. Dari kiri: Nehru (India), Nkrumah (Ghana), Gamal Abdul Nasser (Mesir), Sukarno (Indonesia), dan Tito (Yugoslavia)
Bung Karno dan para pemimpin negara lain. Dari kiri: Nehru (India), Nkrumah (Ghana), Gamal Abdul Nasser (Mesir), Sukarno (Indonesia), dan Tito (Yugoslavia)

Waktuku.com – Hari Kemerdekaan Republik Indonesia merupakan hari yang sakral, hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia. Tepatnya pada tanggal 17 Agustus 1945, Soekarno telah mengumandangkan proklamasi Indonesia. Namun pada saat itu bangsa-bangsa lain belum mengetahui kabar ini, bahkan rakyat Indonesia belum banyak yang tahu akan berita ini.

Seiring berjalannya waktu, berkat tokoh-tokoh pejuang yang berupaya menyebarkan kabar ini sehingga berita kemerdekaan Indonesia telah terdengar hingga kepenjuru dunia.

Walau demikian, belum ada pengakuan atas kemerdekaan Indonesia ini dari bangsa lain. Dimana kita ketahui, bahwa sebuah negara akan mendapatkan pengakuan sebagai negara berdaulat atau merdeka secara penuh, apabila negara itu mampu memenuhi syarat-syarat yang diantaranya :

  1. Memiliki wilayah
  2. Memiliki rakyat, artinya semua rakyat mendukung
  3. Berdaulat dan memiliki lembaga-lembaga negara (Yudikatif, Legislatif, Eksekutif dan lain-lain.
  4. Mendapatkan pengakuan dari negara lain baik secara de facto (nyata) maupun de jure (hukum).
Baca juga : Sosok Penyebar Berita Kemerdekaan ke Penjuru Dunia

Pada persyaratan pengakuan dari bangsa lain, Indonesia tertolong dengan adanya pengakuan dari tokoh-tokoh Timur Tengah, sehingga Negara Indonesia dapat menjadi berdaulat dan mendapatkan pengakuan internasional.

Gong pengakuan untuk kemerdekaan Indonesia dimulai dari Palestina dan Mesir, seperti yang dikutip dari buku “Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri” yang ditulis oleh Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia“, M. Zein Hassan Lc.

Buku ini diberi kata sambutan oleh Moh. Hatta (Proklamator & Wakil Presiden Pertama RI serta Pahlawan Nasional RI), M. Natsir (mantan Perdana Menteri RI), Adam Malik (Menteri Luar Negeri RI ketika buku ini diterbitkan) dan Jenderal (Besar) A.H. Nasution.

Next : Dukungan Palestina dan Mesir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here