Jenazah Perempuan

Waktuku.com – Warga di seputaran Jalan Kerta Dalam Sari, Sidakarya, Denpasar Selatan, Sabtu (21/1) sekitar pukul 08.00 Wita, digegerkan dengan penemuan jasad seorang wanita yang diduga menjadi korban pembunuhan.

Jasad wanita yang diketahui bernama Jematun, 46, tersebut ditemukan dalam kondisi terbungkus karung, dibuang di Tukad Punggawa Jalan Kerta Dalam. Sampai saat ini, petugas gabungan masih melakukan pencarian terduga pelaku yang menghabisi nyawa Jematun.

Terungkapnya mayat di dalam karung di Tukad Punggawa, pertama kali diketahui oleh saksi bernama Made Kara, 57. Kala itu, warga yang tinggal di Jalan Sidakarya Nomor 44, Denpasar Selatan, ini menaruh curiga dengan karung yang teronggok di Tukad Punggawa, tepatnya di depan warung rombong miliknya. Karena takut dengan isi di dalam karung yang diperkirakan panjangnya 1,5 meter itu, saksi Made Kara kemudian memanggil seorang petugas kebersihan bernama Wayan Kandra, 48, yang kebetulan berada tak jauh dari lokasi tempat mayat dalam karung itu ditemukan.

Nah, oleh saksi Wayan Kandra, ditarik lah karung tersebut menggunakan kayu untuk dibawa ke tepi sungai. Namun, saat ditarik itu rambut Jasad Jematun keluar dari karung dan terurai oleh aliran air.

“Saat itulah saya (Made Kara) dan si petugas kebersihan (Wayan Kandra) sempat lari karena ketakutan. Soalnya sudah dipastikan mayat. Ya, kecurigaan saya memang terbukti. Soalnya ada darah yang masih segar di atas karung itu,” jelas Made Kara.

Saksi Wayan Kandra yang berada di dalam air (di sungai) langsung naik ke atas. Sebaliknya, saksi Made Kara menjauh dari lokasi. Setelah itu, keduanya langsung menghubungi pecalang dan diteruskan ke kepolisian atas temuan mayat tersbeut. Saat itulah, mayat dalam karung itu terbawa arus sekitar 100 meter ke arah Selatan dari lokasi temuan awal. Di sana lah petugas gabungan dari kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar kemudian mengevakuasi jenazah Jematun dari tukad ke tepi.

Dalam pemeriksaan di TKP, mayat wanita itu ditemukan tanpa menggunakan celana. Hasil pemeriksaan awal, pada bagian belakang kepalanya terdapat dua luka terbuka yang diduga disebabkan oleh benda tajam. “(Warga) di sekitar sini nggak ada yang kenal. Pas usai evakuasi, saya langsung dipanggil polisi ke Mapolsek Densel untuk memberikan keterangan,” kata Made Kara.

Diceritakannya, seorang pemulung yang melakukan aktivitas pada malam hari di dalam pekarang di dekat lokasi penemuan mayat yang berjarak sekitar 5 meter, sempat mendengar suara benda jatuh ke dalam air. Namun, pemulung yang diketahui bernama Hasan, 35, itu tidak mengetahui persis benda yang terjatuh. Apalagi, saksi Hasan beraktivitas di dalam pekarangan yang tertutup tembok, sehingga tidak bisa melihat langsung ke arah sumber suara.

“Ada satu pemulung yang kebetulan sedang mengurai botol-botol plastik sempat dengar (suara benda berat jatuh ke air, Red). Tapi, dia tidak sempat melihat. Soalnya, sudah biasa ada benda-benda jatuh ke dalam air itu. Ya, biasanya dia lembur (memulung) sampai larut,” imbuh Made Kara seraya mengatakan Hasan masih dalam pemeriksaan petugas kepolisian Denpasar Selatan.

Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Reinhard Habonaran Nainggolan menerangkan setelah mendapatkan laporan perihal temuan tersebut langsung direspons. Bahkan, Kapolresta Denpasar Kombes Pol Hadi Purnomo terjun ke lokasi kejadian untuk memantau serta mengarahkan untuk mengungkap pelaku pembunuhan itu. Kata dia, penyelidikan yang dilakukan selama 10 jam dari pukul 08.00 hingga 17.00 Wita, pihak kepolisian akhirnya berhasil mengungkap identitas korban tersebut berinisial J (Jematun). Tetapi perihal lokasi tempat tinggalnya masih dilakukan pendalaman. Selain memeriksa sejumlah saksi, pihaknya juga menyusuri seputaran lokasi penemuan mayat untuk melihat CCTV yang memungkinkan merekam pelaku ketika melakukan pembuangan.  “Nah, anggota kami masih disebar untuk melakukan penyusuran bercak darah dan CCTV. Kami masih melakukan penyelidikan, apakah mayat tersebut dibuang di lokasi atau justru hanya terdampar di sana (lokasi penemuan pertama kali),” jelasnya seraya mengakui pihaknya sudah menggali keterangan dari lima orang saksi.

Dijelaskannya, pihak kepolisian menggali keterangan pemilik sejumlah tempat hiburan malam di sekitaran lokasi kejadian. Namun, belum ada yang mengetahui tempat tinggal korban. Di sisi lain, kepolisian juga masih mendalami sebuah handphone (HP) yang ditemukan terendam di dalam air saat mengevakuasi korban. Namun pihaknya belun bisa membeberkan HP tersebut milik pelaku atau korban. “Untuk saat ini, masih dalam penyelidikan,” tuturnya.

Informasi terakhir yang berhasil dihimpun, guna mengungkap kasus pembunuhan tersebut, petugas membuat tim yang beranggota dari Polda Bali, Polresta Denpasar, dan Polsek Kuta. Tim tersebut melakukan penyisiran di setiap tempat hiburan di kawasan Denpasar dan Kuta Selatan untuk mencari lokasi tempat tinggal korban. “Sudah ada anggota ke kawasan Kuta Selatan. Begitu pun dengan yang di sekitaran Densel. Hasilnya belum tahu,” ucap sumber seraya mengatakan korban diduga wanita malam.

Saksi Made Kara menuturkan, dari pengakuan sejumlah warga, ada seorang wanita yang kerauhan di lokasi evakuasi mayat. Beberapa warga yang memadati lokasi evakuasi dikagetkan oleh seorang ibu rumah tangga (IRT) yang tiba-tiba kerauhan. Saat kerauhan, wanita yang diperkirakan berusia 40-an tahun tersebut, mengaku sebagai wanita yang tewas terbungkus karung. Warga dan polisi yang memadati lokasi itu mananyai perihal keberadaan dan tempat tinggalnya. Tapi tidak dijawab dengan jelas oleh ‘roh’ yang masuk di dalam IRT tersebut. Saat ditanyai perihal dirinya sudah meninggal, IRT tersebut menjawab sudah.

“Begitu pun saat ditanyai kronologis dan sampai dia meninggal, si ibu ini tidak menjawab dengan jelas,” kata Made Kara yang mengutip cerita warga di sekitar lokasi temuan mayat.

Sementara saksi Wayan Kandra, yang menarik korban pertama kali ke tepi sungai, pada sore harinya dia melakukan upacara di lokasi penemuan. Dia mendoakan agar korban menemukan tempat yang layak. Selain itu, dia berharap kepolisian diberikan jalan untuk mengungkap pelaku di balik pembunuhan sadis itu.

Saat ditanyai firasat sebelum menemukan mayat korban, warga yang tinggal di Jalan Bedugul, Gang Gagak Nomor 4, Densel ini menyatakan tidak ada sama sekali. Dia mengakui, selama menekuni pekerjaan selama dua tahun belakangan ini, dia banyak menemukan barang-barang seperti hewan mati dibungkus karung. Karenanya dia kemarin mengira menemukan binatang mati dibungkus karung yang dibuang ke sungai. “Kalau dulu sih banyak hewan anjing, babi, dan anak sapi. Makanya saya mengira mayat ini pun demikian. Tapi, pas keluar rambut itu, saya langsung kabur dan naik ke tepi untuk selanjutnya melaporkan ke kepolisian,” tuturnya.

Sementara itu, Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah melakukan pemeriksaan luar (PL) terhadap jenazah perempuan tanpa identitas (Mrs X) yang terbungkus karung warna putih mengambang di Tukad Punggawa Jalan Kerta Dalam Sidakarya, Sabtu (21/1).

Tim medis forensik RSUP Sanglah dr Hengky SpF, menerangkan, jenazah diterima sekitar pukul 10.15 Wita dan langsung dilakukan PL. Sampai saat ini tidak ada identitas. Namun, dr Hengky menerangkan sejumlah ciri-ciri yang melekat di tubuh korban yang mungkin bisa dikenali keluarga korban.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, jenazah berjenis kelamin perempuan dengan usia diperkirakan di atas 25 tahun. “Usianya cenderung sudah dewasa pertengahan dengan berat 79 kg dan panjang (tinggi badan, Red) 150 cm. Sedikit gemuk orangnya,” ungkap dr Hengky.

Diketahui pula, jenazah merupakan ras Mongoloid, yang kemungkinan merupakan warga negara Indonesia. Selain ciri tersebut, ditemukan pula ciri khusus adanya kutil pada dada sebelah kiri dan jaringan parut di bagian lengan atas kiri. Ditemukan pula pada bagian telinga kanan ada benjolan. “Mungkin tempat anting kemudian karena tertekan hingga terbentuk benjolan, sehingga memberikan ciri khusus terhadap orang tersebut,” katanya.

Saat diterima, jenazah memakai kaos lengan pendek berwarna hitam, tanpa corak dan tanpa merek. Selain itu, satu buah pakaian dalam jenis katun berwarna hitam, motif hitam putih tanpa merek. “Kalau ada yang punya keluarga dengan ciri-ciri tersebut bisa melapor ke polsek terdekat atau ke kamar jenazah,” katanya.

Disinggung mengenai luka yang terdapat pada tubuh jenazah, dr Hengky mengungkapkan bahwa hal tersebut merupakan rahasia medis. “Karena ini adalah rahasia medis, tidak bisa diungkapkan,” tegasnya.