6 Teknik Pembuatan Patung, Penting Diketahui Perbedaannya

Teknik Pembuatan Patung
image by: bengkuluinteraktif.com

Waktuku.com – Teknik pembuatan patung ada beragam macamnya. Teknik yang ingin dipakai bisa disesuaikan dengan jenis patung yang ingin dibuat.

Patung sendiri merupakan salah satu jenis karya seni yang populer dan umum ditemukan di berbagai tempat. Contohnya adalah beberapa patung yang menjadi ikon berbagai kota.

Tujuan pembuatan patung pun bermacam-macam, ada yang dijadikan ikon sebuah tempat hingga untuk memperingati sebuah kejadian atau menghormati seorang tokoh.

Lalu, seperti apa sebenarnya teknik pembuatan patung dari awal hingga patung tersebut selesai? Berikut ini pembahasannya.

Mengenal Teknik Pembuatan Patung

Mengenal Teknik Pembuatan Patung
image by: kompas.com

1. Teknik Cor

Teknik pembuatan patung yang pertama adalah menggunakan teknik cor. Teknik yang satu ini dapat dikatakan sebagai teknik yang paling sering dipakai oleh para pematung.

Dalam melakukan teknik cor, pertama-tama harus disiapkan cetakan terlebih dahulu. Cetakan tersebut bisa dibeli atau bisa juga dibuat sendiri sesuai dengan kebutuhan.

Dalam melakukan teknik cor, pematung akan mencairkan bahan yang akan digunakan untuk membuat patung terlebih dahulu.

Setelah bahan tercampur dan dicairkan, barulah bahan akan dituangkan ke dalam cetakan yang sudah disiapkan sebelumnya.

Teknik cor dapat digunakan untuk bahan pembuat patung berupa emas, perak, perunggu, besi, dan masih banyak lagi

Teknik cor sendiri terbagi menjadi tiga jenis, di antaranya:

– Tuang Sekali Pakai: Merupakan teknik yang bisa digunakan untuk membuat berbagai patung dari bahan logam yang memiliki desain rumit.

– Teknik Berulang: Teknik ini menggunakan dua cetakan untuk melakukan pengulangan pada teknik cor. Teknik berulang umumnya dipakai untuk membuat patung maupun hiasan sederhana.

– Teknik Menempa: Teknik yang umumnya digunakan untuk logam berjenis besi dan tembaga.

2. Teknik Cetak

Teknik pembuatan patung yang selanjutnya adalah dengan menggunakan teknik cetak. Teknik yang satu ini memiliki kemiripan dengan teknik cor.

Salah satunya adalah kita perlu menyiapkan cetakan sebelum membuat patung tersebut. Cara melakukan cara ini pun serupa dengan teknik cor, yaitu dengan mencampurkan semua nahan ke dalam cetakan.

3. Teknik Pembuatan Patung Modeling

Ada pula yang dinamakan teknik modeling dalam membuat patung. Seperti namanya, teknik ini dilakukan dengan membentuk terlebih dahulu model dari patung yang ingin dibuat.

Dalam teknik modeling biasanya model dituangkan dalam bentuk gambar. Saat menggunakan teknik modeling, bahan yang digunakan umumnya adalah plastisin atau tanah liat.

Bahan yang digunakan memang memiliki sifat yang cukup berbeda dengan ketika menggunakan teknik cor ataupun cetak.

4. Teknik Membentuk

Ada pula teknik pembuatan patung lainnya yang dinamakan teknik membentuk. Teknik yang satu ini merupakan cara membuat patung dengan langkah-langkah yang bertahap.

Jika ingin membuat patung menggunakan teknik ini, maka harus memiliki ketelitian yang ekstra dan insting yang kuat sebagai seorang pematung atau seniman.

Meski terdengar sulit dan rumit, namun kelebihan dari menggunakan teknik ini adalah hasil akhir dari patung yang dibuat memiliki kualitas yang bagus dan juga memuaskan.

5. Teknik Pahat

Teknik pahat biasanya diandalkan untuk membuat patung dari bahan yang keras seperti kayu, batu, dan bahan lain sejenisnya. Sama seperti teknik membentuk, teknik pahat juga memerlukan tingkat ketelitian yang baik.

Hal tersebut karena teknik pahat merupakan salah satu yang cukup sulit untuk dilakukan dan memerlukan keahlian serta pengalaman khusus.

Namun, patung yang dihasilkan dari teknik pahat akan memiliki tekstur yang halus. Karena setelah membuat patung dengan cara dipahat, patung akan dipoles lagi dengan menggunakan amplas.

6. Teknik Butsir

Teknik pembuatan patung yang satu ini mungkin agak jarang terdengar dibanding teknik cor, teknik, cetak, ataupun teknik pahat. Lantas, apa yang dimaksud teknik butsir?

Teknik butsir merupakan sebuah cara yang digunakan jika kita akan membuat patung menggunakan bahan seperti tanah liat atau gips.

Metode yang satu ini dilakukan dengan menambahkan atau mengurangi bahan pada beberapa bagian tertentu hingga nantinya hasil patung dapat terbentuk dengan indah.

Teknik butsir juga membutuhkan ketelitian sekaligus kesabaran yang ekstra. Kemudian usai patung selesai dibuat, patung tersebut akan dijemur di bawah sinar matahari agar mengeras dengan sempurna.

Apabila patung sudah benar-benar mengeras, selanjutnya dapat dilakukan tahap finishing dengan menyemprotkan cat agar patung terlihat semakin cantik.

Bahan-Bahan Pembuat Patung

Bahan-Bahan Pembuat Patung
image by: kids.grid.id

Dalam membuat sebuah karya seni berupa patung, bahan pembuatnya dikelompokkan setidaknya menjadi tiga jenis, yaitu bahan lunak, bahan sedang, dan bahan keras.

Tiap bahan dibentuk dengan menggunakan teknik pembuatan patung yang berbeda dan disesuaikan dengan teksturnya.

1. Bahan Lunak

Bahan pembuat patung yang termasuk ke dalam bahan lunak adalah segala jenis material yang bersifat empuk dan mudah untuk dibentuk. Contoh material yang termasuk pada bahan lunak adalah tanah liat, plastisin, dan juga sabun.

2. Bahan Sedang

Ada pula material pembuatan patung yang dikategorikan sebagai bahan sedang. Alasan mengapa disebut sebagai bahan sedang adalah karena bahan-bahan ini tidak dapat dikatakan lunak, namun tidak juga bisa disebut sebagai keras.

Beberapa contoh bahan sedang untuk membuat patung adalah kayu waru, kayu sengon, kayu randu, dan kayu mahoni.

3. Bahan Keras

Terakhir, adalah material yang dikelompokkan menjadi bahan keras. Contoh dari bahan keras adalah kayu jati, kayu ulin, batu granit, batu andesit, hingga batu marmer.

Selain itu material seperti emas, perunggu, hingga kuningan juga bisa disebut sebagai bahan keras untuk membuat patung.

Beragam Jenis Patung

Beragam Jenis Patung
image by: kumparan.com

1. Jenis Patung Berdasarkan Bentuknya

– Patung Figuratif, yaitu patung yang bentuknya meniru bentuk alamiah. Contohnya seperti meniru bentuk manusia, hewan, hingga tumbuhan. Patung ini juga dibuat secara utuh dan benar-benar disesuaikan dengan bentuk aslinya.

– Patung Nonfiguratif, merupakan jenis patung yang dibuat tidak berdasarkanbentuk aslinya. Patung dengan jenis nonfiguratif biasanya dibuat seperti garis-garis memanjang, lubang, lekukan, dan lainnya.

2. Jenis Patung Berdasarkan Fungsinya

– Patung Religi, adalah patung yang dibuat untuk dijadikan sarana beribadah dan memiliki makna religius bagi penganut agama tertentu.

– Patung Monumen, yaitu jenis patung yang dibuat untuk memperingati dan mengenang suatu peristiwa penting atau jasa seseorang yang dianggap pahlawan.

– Patung Seni, murni dibuat untuk karya seni atau estetika dan hanya untuk dinikmati keindahannya saja.

– Patung Kerajinan, patung yang satu ini biasanya dibuat untuk dijual kembali oleh para pengrajin.

– Patung Arsitektur, dibuat untuk menunjang keindahan sebuah bangunan tertentu dan juga memperindah konstruksi bangunannya.

– Patung Dekorasi, merupakan patung yang berfungsi untuk menghias sebuah tempat seperti bangunan hingga taman.

3. Jenis Patung Berdasarkan Coraknya

– Imitatif, yaitu patung yang merupakan sebuah tiruan dari bentuk alam dan makhluk hidup. Patung corak imitatif dibuat berdasarkan bentuk fisik seperti anatomi, proporsi, maupun gerak.

– Deformatif, merupakan corak patung yang telah berubah dan sudah tidak sesuai dengan bentuk dari objek aslinya. Biasanya bentuk diubah sesuai dengan imajinasi sang seniman.

– Abstrak, merupakan corak yang sudah benar-benar meninggalkan bentuk alam dan biasanya hanya dipandang sebagai bentuk konstruksi seperti besi, plat, kawat, kayu, dan semacamnya.