Mewah Banget! Ini 7 Rumah Adat Sumatera Barat Dan Ciri Khasnya

Rumah Adat Sumatera Barat
Images by: Unsplash.com

Waktuku.com – Rumah Gadang merupakan rumah adat Sumatera Barat yang sangat terkenal. Ternyata rumah adat dari Sumatera Barat memiliki beragam jenis dimana masing-masing memiliki ciri khas serta keistimewaannya tersendiri.

Rumah adat asal provinsi yang satu ini memang terkenal akan kemegahan yang dimilikinya.

Masyarakat luas sering menyebut rumah adat yang satu ini dengan sebutan Rumah Gadang, sedangkan masyarakat Sumatera Barat khususnya Minangkabau menyebutnya sebagai rumah Bagonjong.

Nama ini mendeskripsikan atap yang dimilikinya yakni berbentuk meruncing pada bagian ujung seperti gonjong. Dengan bentuknya yang sangat menakjubkan tersebut, tak heran apabila rumah adat yang satu ini menjadi trademark daerah Sumatera Barat.

Yang lebih uniknya lagi, mahkota yang dikenakan oleh pengantin wanita pada pakaian adat Sumatera Barat memiliki bentuk yang terinspirasi dari bentuk atap rumah adat yang satu ini. Nah untuk Anda yang penasaran dengan rumah adat Sumatera Barat ini jangang lewatkan pembahasan berikut ini!

Jenis-Jenis Rumah Adat Sumatera Barat

Mungkin sejauh ini mayoritas masyarakat di luar Sumatera Barat hanya familiar dengan yang namanya rumah Gadang yang merupakan rumah adat Sumatera Barat. Namun, siapa sangka, ternyata rumah Gadang memiliki banyak jenis yang berbeda-beda.

Perlu diketahui, rumah adat hanya boleh dibangun di daerah Minangkabau yang merupakan kawasan dengan berstatus ‘nagari’ saja atau dengan kata lain adalah wilayah yang sudah berstatus desa atau kelurahan.

Jenis-jenis rumah gadang dapat dibedakan berdasarkan pada daerah asal rumah tersebut berada, bentuk bangunan, hingga sejarah dari bangunan tersebut. Berikut ulasan mengenai berbagai macam jenis rumah adat Sumatera Barat yang perlu Anda ketahui:

Gonjong Ampek Baanjuang

Gonjong Ampek Baanjuang
Iamges by: ruangarsitek.id

Jenis yang pertama memiliki nama Gonjong Ampek Baanjuang di mana rumah adat wajib dibangung di daerah Luhak Nan Tigo. Rumah adat Ampek Baanjuang adalah tanda adat bagi masyarakat sekitar.

Sesuai dengan namanya ‘ampek’ yang memiliki arti empat, bangunan rumah adat asal Sumatera Barat ini terdiri dari 4 buah gonjong pada bagian atas atap serta memiliki lebih dari tujuh buah ruangan.

Ciri khas dari rumah adat Sumatera Barat satu ini antara lain terletak pada tambahan anjung yang berada di sisi kiri dan kanan bangunan rumah adat tersebut.

Gonjong Anam

Gonjong Anam
Images by: Kompas

Rumah adat Sumatera Barat yang selanjutnya adalah rumah adat Minang. Bentuk bangunannya hampir serupa dengan rumah Gadang Gajah Maharam, akan tetapi, rumah adat ini sudah dimodifikasi dan memiliki tambahan ukiran-ukiran yang khas dengan Minangkabau sehingga membuatnya menjadi bangunan yang beranjung.

Rumah adat Gonjong Anam memiliki bentuk bangunan yang sudah lebih modern jika dibandingkan dengan rumah adat Sumatera Barat lainnya. Bagian salangkonya sudah menggunakan papan dan bukan terbuat dari anyaman bambu.

Selain itu pada bagian jendelanya terdiri dari lebih banyak jendela, hal ini bertujuan agar pencahayaan dapat lebih mudah dan banyak masuk ke dalam bangunan rumah adat Sumatera Barat tersebut..

Gonjong Sibak Baju

Gonjong Sibak Baju
Images by: toriqa.com

Selanjutnya adalah rumah adat Sumatera Barat Gonjong Sibak Baju yang memiliki ciri khas yakni bentuknya yang terlihat mirip seperti belahan baju. Rumah adat Sumatera Barat yang satu ini masih meniru desain rumah Gadang Gajah Maharam.

Dalam pembuatannya, rumah adat yang satu ini menggunakan material dasar berupa kayu dan sasak.

Rumah Gadang Jenis Gajah Maharam

Rumah Gadang Jenis Gajah Maharam
Iamges by: Fondinaguzriza.com

Rumah gadang jenis Gajah Maharam ini merupakan salah satu rumah adat Sumatera Barat yang tergolong kedalam kategori mewah. Dalam pembangunannya, harus memenuhi syarat yakni bangunan ini harus menghadap ke arah utara dengan bagian dinding di sisi timur, barat, serta selatan yang ditutupi dengan sasak.

Bangunan rumah adat yang satu ini juga dibangunan dengan menggunakan material kayu yang berkualitas, contohnya saja kayu juar, surian, hingga jenis ruyung. Selain itu bagian atapnya terbuat dari material seng.

Rumah adat Sumatera Barat yang satu ini umumnya terdiri dari 4 kamar yang memiliki ukiran khas Minangkabau sebagai dekorasi pada pintu-pintu kamar. Untuk mendirikan rumah adat ini, memerlukan 30 tiang penopang.

Karena banyaknya tiang penopang yang digunakan dalam membangun rumah adat yang satu ini menjadikan rumah Gadang jenis Gajah Maharam dipercaya sebagai bangunan yang tahan terhadap gempa.

Rumah Gadang Gonjong Limo

Bangunan rumah adat ini memiliki ciri khas yang terletak pada penambahan gonjong pada bagian kiri sekaligus kanan bangunan. Anda dapat menjumpai rumah adat jenis ini dengan mudah di Kota Payakumbuh, Padang.

Rumah Gadang jenis Gonjong Limo memiliki pengakhiran bangunan yang serupa dengan rumah Gadang Gajah Maharam, hanya saja yang membedakan tidak ada tambahan anjung.

Rumah Gadang Surambi Papek

Rumah Gadang Surambi Papek
Images by: Wikipedia

Rumah adat Sumatera Barat yang selanjutnya adalah rumah Gadang Surambi Papek yang jika dilihat memang sedikit berbeda dengan rumah adat dari Sumatera Barat lainnya. Rumah adat yang satu ini memiliki pengakhiran pada bagian kiri dan kanan yang dikenal dengan sebutan bapa pokok atau papek.

Dalam bahasa Minang bapa pokok atau papek memiliki arti pintu masuk dari belakang. Sehingga, jika Anda ingin memasuki rumah adat yang satu ini saat berkunjung, Anda harus masuk melalui pintu yang terdapat pada bagian belakang rumah.

Meskipun begitu, namun saat ini sejalan dengan perkembangan zaman, sudah banyak pula rumah Gadang jenis Surambi Papek yang sudah dimodifikasi menjadi lebih modern sehingga punya memiliki pintu depan.

Rumah Gadang Batingkek (Rumah Gadang Bertingkat)

Rumah Gadang Batingkek (Rumah Gadang Bertingkat)
Images by: Rimbakita.com

Jenis yang terakhir adalah rumah Gadang Batingkek atau rumah Gadang bertingkat. Jenis bangunan rumah gadang yang satu ini terlihat serupa dengan rumah gadang jenis Gajah Maharam.

Dalam bahasa Indonesia, Rumah Gadang jenis Batingkek memiliki arti rumah gadang bertingkat. Dulu, rumah adat yang satu ini dapat dengan mudah ditemui di Padang, tetapi saat ini sangat sulit menjumpai rumah Adat yang satu ini.

Selain itu yang dimaksud bertingkat pada Rumah Gadang Batingkek (Rumah Gadang Bertingkat) adalah gonjongnya yang bertingkat-tingkat.

Keunikan Yang Dimiliki Rumah Adat Sumatera Barat

Menggunakan Kayu Tahan Rayap

Rumah Adat Sumatera Barat tentunya tidak dibangun dengan sembarang dimana untuk mendirikan rumah adat yang satu ini menggunakan kayu berkualitas yang tahan terhadap rayap.

Tahan Terhadap Gempa

Selain tahan terhadap rayap, rumah adat dari Sumatera Barat ini diklaim tahan terhadap gempa. Para ahli bahkan mengungkap bahwa dalam pembuatannya rumah adat ini sudah memperkirakan untuk dibangun dan berfungsi untuk melindungi penghuninya dari segala macam bahaya termasuk gempa.

Tidak Menggunakan Paku

Meski menggunakan kayu untuk pembuatannya, sambungan utama pada rumah gadang tidak menggunakan paku, melainkan menggunakan pasak kayu. Hal Ini juga menjadi salah satu alasan mengapa rumah adat asal Sumatera Barat tahan terhadap gempa.

Lumbung Pangan Terpisah

Karena mayoritas terbuat bahan dasar kayu menjadikan rumah Gadang rentan terhadap api yang menjadi ancaman terbesar dari rumah adat ini. Oleh karena itu, untuk menghindari terjadinya kebakaran, rumah gadang memiliki rangkiang yang merupakan lumbung padi dimana letaknya terpisah dari bangunan utama.

Nah itu dia serba-serbi rumah adat Sumatera Barat beserta ciri khasnya yang sangat unik.