Rumah Adat Kalimantan Utara dan 4 Bagian Utamanya

Rumah Adat Kalimantan Utara
Images by: borneo24.com

Waktuku.com – Provinsi Kalimantan Utara merupakan provinsi baru di Indonesia. Provinsi Kalimantan Utara sendiri baru terbentuk pada tahun 2012. Sehingga banyak yang belum mengenal rumah adat Kalimantan Utara.

Sebelumnya, Provinsi Kalimantan Utara merupakan bagian dari Provinsi Kalimantan Timur. Meski menjadi provinsi yang termuda, Kalimantan Utara memiliki sejumlah budaya yang beragam.

Salah satunya adalah rumah adat yang disebut rumah Baloy. Rumah adat ini merupakan perpaduan seni arsitektur budaya dari masyarakat suku Tidung, salah satu suku tertua di Tarakan, Kalimantan Utara.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang rumah adat Kalimantan Utara, artikel ini akan menjelaskan secara lengkap mengenai rumah adat Kalimantan Utara mulai dari
Asal usul,ciri khas, bahan bangunan utama rumah adat dari Kalimantan Utara hingga filosofinya.

Mengenal Lebih Jauh Rumah Adat Kalimantan Utara

Mengenal Lebih Jauh Rumah Adat Kalimantan Utara
Images by: Kumparan

Rumah adat dari Kalimantan Utara memiliki asal usul yang cukup unik. Rumah Adat khas Kalimantan Utara sering disebut dengan Rumah Baloy atau Rumah Baloy Mayo. Sebenarnya rumah adat ini merupakan rumah adat suku Tidung, salah satu suku yang mendiami provinsi Kalimantan Utara.

Berbeda dengan suku lain, seperti suku Dayak, suku Tidung masih belum banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia. Apalagi salah satu budaya Tidung yang banyak disalah artikan sebagai budaya Tionghoa.

Sebelum menjadi wilayah Kalimantan Utara, kota Tarakan memiliki sejarah yang berkaitan dengan Kerajaan Tidung. Nama suku Tidung sendiri berasal dari kata ‘tideng’ atau ‘tideng’ yang artinya gunung.

Meskipun mayoritas masyarakat Tidung tinggal di daerah pesisir, akan tetapi orang Tidung tidak hanya menempati satu wilayah. Mereka sering berpindah-pindah dari dan ke pedalaman Kalimantan.

Karena sering berpindah-pindah ini, masyarakat Tidung mulai mendapat pengaruh dari para pedagang muslim yang sering singgah di kawasan pesisir. Hal ini mempengaruhi arsitektur rumah adat Baloy Mayo itu sendiri.

Rumah adat ini memiliki bentuk arsitektur yang unik khas suku Tidung. Berbeda dengan rumah adat lainnya, rumah adat Kalimantan Utara ini menampilkan kesan modern yang diduga berasal dari pengaruh rumah Lamin, rumah adat milik Kalimantan Timur.

Rumah Baloy Mayo sendiri diresmikan pada tahun 2006 oleh Gubernur Kalimantan Timur saat itu dan pada tahun 2012 saat Kalimantan Utara menjadi provinsi sendiri.

Ciri Khas Dari Rumah Adat Kalimantan Utara

Ciri Khas Dari Rumah Adat Kalimantan Utara
Images by: Yahoo

Rumah adat dari Kalimantan Utara juga memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri. Meski terkesan lebih modern dan modis dibandingkan rumah adat lainnya, namun rumah adat Kalimantan Utara masih kental akan nuansa budaya tradisional suku Tidung.

Desain rumah adat Kalimantan Utara ini diduga berawal dari perkembangan rumah adat suku Dayak Kenyah di Kalimantan Timur yaitu Rumah Panjang atau Rumah Lamin. Dari segi bangunan, rumah Baloy berbentuk rumah panggung.

Biasanya rumah adat ini dibangun menghadap ke utara dengan pintu utama menghadap ke selatan. Warna emas mendominasi furnitur di rumah adat ini. Mulai dari kursi hingga ruang singgasana karena rumah ini juga dibangun untuk keperluan adat.

Dua meter dari singgasana keramat, terdapat sesajen yang dipersembahkan khusus untuk para roh atau arwah.

Orang Tidung juga percaya bahwa orang-orang tertentu dari suku mereka dapat melihat raja, putri, dan pengawal kerajaan yang pernah memimpin daerah tersebut. Konon mereka ada dan duduk di singgasana karena ingin menjaga rumah adat Kerajaan Tidung.

Material Utama Rumah Adat Kalimantan Utara

Untuk membangun rumah adat Kalimantan Utara, mereka menggunakan bahan yang tentunya berkualitas dan tahan lama. Mayoritas orang menggunakan kayu ulin. Kayunya memang sangat mudah ditemukan di hutan-hutan Kalimantan, sehingga tidak heran jika masyarakat sekitar banyak menggunakannya.

Selain itu, kayu ulin juga tidak mudah lapuk dan sangat awet. Kayu yang memiliki julukan kayu ulin ini konon lebih keras dan kuat jika terkena air. Daya tahannya inilah yang membuatnya bagus untuk membangun rumah adat Baloy.

Filosofi Rumah Adat Kalimantan Utara

Rumah adat Kalimantan Utara juga memiliki banyak makna filosofis dari bentuk dan arsitekturnya. Makna filosofi ini menggambarkan kehidupan masyarakat suku Tidung, baik dari segi sosial maupun keagamaan.

Mereka juga menggunakan ukiran dan motif yang menggambarkan kehidupan laut di atap rumah dan risplang. Hal ini memiliki makna untuk menggambarkan kehidupan masyarakat Tidung yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan.

Selain itu, ruangan di rumah Baloy juga memiliki fungsi yang erat kaitannya dengan aktivitas kehidupan sosial di masyarakat.

Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Tidung merupakan masyarakat yang memiliki jiwa sosial yang tinggi dan mengutamakan musyawarah untuk menyelesaikan segala permasalahan.

Di dinding juga terdapat ukiran yang sangat dekat dan menggambarkan kearifan lokal di wilayah pesisir. Seperti ukiran berupa flora, fauna, dan lain-lain.

4 Bagian Ruangan Pada Rumah Adat Kalimantan Utara

Rumah adat Kalimantan Utara memiliki berbagai macam ruangan di dalamnya atau yang disebut dengan Ambir. Ada sekitar empat kamar di rumah Baloy. Setiap ambir memiliki fungsinya masing-masing.

Ambir Kiri

Ambir kiri atau ruangan yang terletak di sebelah kiri disebut juga dengan alat kaid. Ruangan ini berfungsi sebagai tempat menerima orang yang ingin mengadukan masalah pribadinya atau masalah adatnya. Biasanya para tetua adat dan orang-orang yang terkait akan berkumpul di Ambir Kiri.

Ambir Tengah

Ambir Tengah adalah sebuah ruangan yang terletak di tengah rumah adat ini. Ruangan ini digunakan oleh para pemuka adat untuk memutuskan perkara atau persidangan.

Fungsi utama ruangan yang memiliki nama lain Lamin Bantong ini sangat luas sehingga sangat cocok untuk dijadikan ruang pertemuan, tempat menindaklanjuti permasalahan yang terjadi dan ruang untuk bermusyawarah.

Ambir Kanan

Ambir kanan adalah ruangan yang terletak di sisi kanan rumah. Ruangan yang bernama Ulada Kemagot ini memiliki fungsi sebagai tempat beristirahat. Tidak hanya itu, ruangan ini juga menjadi tempat untuk berdamai ketika keputusan mengenai masalah yang telah diputuskan berada di tengah-tengah.

Lamin Dalom

Lamin Dalom adalah ruangan terakhir di rumah adat Kalimantan Utara. Ruangan ini merupakan singgasana kepala adat suku Tidung. Ruangan ini sangat istimewa sehingga tidak sembarang orang bisa masuk.

Selain empat ruangan utama, rumah adat Kalimantan Utara ini juga memiliki ruangan lain yaitu Lubung Intamu dan Lubung Kilong. Lubung Kilong adalah bangunan yang dibuat di tengah kolam di belakang rumah Baloy. Gedung ini merupakan tempat untuk menampilkan kesenian suku Tidung.

Sedangkan Lubung Intamu merupakan bangunan besar yang terletak di belakang Lubung Kilong. Fungsinya sebagai tempat pertemuan masyarakat adat yang lebih besar. Seperti pelantikan pemangku adat atau musyawarah masyarakat adat se-Kalimantan.

Saat ini rumah adat Kalimantan Utara banyak dijadikan sebagai tempat wisata dan gedung pertemuan. Dengan begitu rumah adat yang satu ini akan tetap terjaga kelestariannya.

Hal tersebut mengingat rumah adat dari Kalimantan Utara merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang tidak boleh dibiarkan menghilang. Oleh sebab itu, sebagai masyarakat Indonesia yang baik kita harus turut serta dalam melestarikannya!