Mengenal 3 Jenis Rumah Adat Kalimantan Barat Lengkap Dengan Sejarahnya

Rumah Adat Kalimantan Barat
Images by: Kompas

Waktuku.com – Indonesia merupakan sebuah negara yang memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika, dimana terdapat banyak provinsi yang didiami oleh berbagai suku bangsa dengan budaya yang beragam seperti halnya rumah Adat Kalimantan Barat.

Tidak hanya budaya dan masakannya saja yang berbeda, desain rumah adat tiap provinsi juga berbeda. Desain rumah tradisional memiliki filosofi dan fungsinya masing-masing. Tak heran jika desainnya berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Selain digunakan sebagai tempat tinggal, ternyata rumah adat Kalimantan juga kerap digunakan sebagai pusat-pusat kebudayaan, tempat untuk melakukan musyawarah hingga berkumpul baik untuk pertemuan kerabat hingga penentuan berbagai nilai-nilai sanksi dan norma adat setempat.

Semakin banyak jumlah kepala keluarga yang terdapat dalam satu rumah makan akan bertambah pula nilai baik pada rumah dari Kalimantan Barat tersebut. Unik sekali bukan? Simak ulasan lengkapnya dibawah ini!

Mengenal Rumah Adat Kalimantan Barat

Kalimantan Barat sendiri merupakan sebuah provinsi yang terletak di pulau Kalimantan dan didiami oleh berbagai macam suku, dan mayoritas suku terbesar yang ada di provinsi ini adalah Suku Dayak dan Suku Melayu.

Dengan beragamnya suku yang ada di provinsi ini menjadikan budaya yang sangat beragam juga, khususnya dapat dilihat melalui Rumah adat Kalimantan Barat yang sangat beragam.

Secara umum masyarakat Kalimantan Barat mengenal rumah adat dari Kalimantan Barat dengan nama ruma Radakng yang merupakan rumah adat khas suku Dayak. Nah untuk mengetahuinya lebih lanjut, berikut jenis-jenis rumah adat yang ada di Kalimantan Barat.

Jenis-Jenis Rumah Adat Kalimantan Barat

Rumah Adat Radakng

Rumah Adat Radakng
Images by: Gramedia

Rumah Radakng sering juga disebut dengan rumah panjang. Istilah ini sangat menggambarkan keadaan rumah adat yang menggunakan model rumah panggung. Panjangnya mencapai 180 meter, lebar 30 meter, dan berada di ketinggian 5-8 meter di atas permukaan tanah.

Ciri khasnya adalah pilar-pilar tinggi yang menopang rumah dan memiliki tangga yang lebar. Rumah panggung berbentuk segi empat ini memiliki filosofi yang berkaitan dengan kebersamaan dan toleransi antar anggota keluarga. Tak hanya puluhan anggota keluarga, rumah Radakng bisa dihuni ratusan orang.

Rumah adat di Kalimantan Barat memang identik dengan desain rumah panggung. Hal ini membuat hewan liar sulit masuk ke dalam rumah. Saat sungai meluap, warga bisa tetap hidup dengan nyaman. Desain rumah tradisional ini otomatis membutuhkan tangga untuk akses keluar masuk penghuni.

Oleh karena itu, tangga rumah adat yang satu ini memiliki sebutan hejot. Tangga rumah adat Kalimantan Barat dibuat dalam jumlah ganjil. Semakin lebar rumah, semakin banyak tangga yang dibuat.

Setidaknya ada dua jenis kayu yang digunakan sebagai bahan utama rumah adat Kalimantan Barat ini. Kayu ulin digunakan sebagai material tangga karena kokoh dan dapat bertahan hingga ratusan tahun. Sedangkan dinding dan lantainya menggunakan bambu belah atau pinang belah.

Rumah adat Kalimantan Barat yang bernama Radakng ini selalu dibangun menghadap ke arah matahari terbit. Filosofi yang diajarkan dari generasi ke generasi adalah kerja keras hingga akhir zaman.

Orang Dayak selalu menunjukkan kerja kerasnya dan tidak malas. Selain memiliki filosofi tersendiri, letak arah rumah adat Kalimantan Barat juga hemat energi. Sinar matahari pagi akan masuk ke dalam rumah sehingga suasana menjadi cerah tanpa harus menyalakan lampu.

Selain itu, tubuh akan terasa lebih sehat dan bersemangat untuk menjalani hari. Namun siapa sangka rumah adat juga bisa punah seperti flora dan fauna langka? Hal ini dapat disebabkan oleh perkembangan wilayah, urbanisasi, dan juga pengabaian masyarakat untuk melestarikan budaya.

Rumah adat Kalimantan Barat ini sudah punah sejak tahun 1960-an. Di daerah aslinya, hanya beberapa rumah yang tersisa. Salah satunya di Desa Saham, Kabupaten Landak. Rumah Radakng berusia 140 tahun dan dihuni oleh 200 orang.

Bagi Anda yang tertarik melihat rumah adat Kalimantan Barat dari dekat dan secara langsung, mampirlah ke Pontianak. Tepatnya di Sungai Bangkong, Kabupaten Pontianak. Di tempat tersebut terdapat replika Rumah Adat Dayak Radakng yang dibangun secara khusus.

Rumah adat Kalimantan tersebut memiliki panjang 138 meter dan tingginya 7 meter dari tanah. Dekorasi rumah ini juga sangat kental dengan gaya Dayak.

Karena rumah adat Kalimantan Barat ini merupakan replika, maka tidak ada suku Dayak yang tinggal di rumah ini. Rumah ini diperuntukan sebagai tempat wisata. Kadang-kadang, ada acara seni yang diadakan di sini.

Siapa sangka rumah adat Kalimantan Barat ini bisa mengajarkan kita tentang nilai kehidupan. Mulai dari kehidupan toleransi antar manusia hingga semangat untuk bekerja keras. Desain dan arsitektur rumah adat Kalimantan Barat ini juga bisa Anda adopsi untuk rumah baru di tengah kota. Menarik bukan?

Rumah Adat Baluk

Rumah Adat Baluk
Images by: 99.co

Rumah Adat Kalimantan yang selanjutnya adalah Rumah Adat Baluk miliki suku Dayak dengan ciri khas yang terlihat dari bentuknya yang unik apabila kita bandingkan dengan rumah adat khas dayak lainnya.

Rumah adat yang satu ini memiliki fungsi sebagai ruang melakukan ritual tahunan yakni nibakng. Nibakng sendiri merupakan musim setelah proses penggarapan ladang untuk tahun berikutnya dan umumnya digelar pada tanggal 15 juni setiap tahunnya.

Hal tersebutlah yang membuat rumah adat Baluk menjadi sangat menarik untuk Anda ketahui. Rumah adat ini memiliki bentuk lingkaran dengan luas berdiameter 10 m serta tinggi 10 meter. Selain itu tinggi Rumah Adat yang satu ini bahkan dapat mencapai 12 meter karena ditopang menggunakan 20 tiang kayu serta penopang pada bagian lainnya.

Kemudian, terdapat satu batang tiang yang umumnya digunakan sebagai titin tangga. Rumat adat dari Kalimantan Barat yang satu ini memiliki filosofinya tersendiri dimana ketinggian dari rumah adat yang satu ini menggambarkan mengenai tempang kamang triyuh atau yang berarti kedudukan penghuninya yang perlu dihormati.

Hingga saat ini rumah adat baluk khas suku dayak ini masih dapat Anda jumpai dan melihat secara langsung di Kec. Siding, Desa Hlibuei, Kalimantan Barat.

Rumah Adat Melayu

Rumah Adat Melayu
Images by: Pontinesia

Jenis rumah adat Kalimantan Barat yang selanjutnya adalah rumah Adat khas Suku Melayu yang banyak dijumpai di wilayah Pontianak. Rumah adat yang satu ini umumnya adalah rumah dengan konsep rumah panggung.

Yang menjadi ciri khas dari rumah adat suku Melayu dari Kalimantan Barat ini adalah fungsinya yang digunakan sebagai ruang balai rakyat, balai Kerja, taman bermain hingga tempat berniaga. Selain itu, setiap ruang yang ada pada rumah adat Kalimantan Barat ini memiliki fungsinya masing-masing yang tentunya berbeda antara satu dengan yang lainnya

Nah itu dia berbagai macam rumah Adat Kalimantan Barat yang kental akan budaya suku dayak dan melayu. Mengingat zaman yang terus berkembang dan semakin modern, keberadaan rumah adat dan budaya-budaya tradisional lainnya harus tetap dijaga agar tetap terjaga kelestariannya.