Mengenal Rumah Adat Bengkulu dan 8 Ruangan yang Wajib Diketahui

Rumah Adat Bengkulu
Images by: milenialjoss.com

Waktuku.com – Seperti yang sudah diketahui bahwa setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi yang diturunkan dari nenek moyangnya seperti halnya provinsi Bengkulu yang memiliki pakaian adat, tradisi upacara, dan rumah adat Bengkulu.

Pada kesempatan kali ini, artikel ini akan membahas salah satu warisan budaya yang ada di daerah Bengkulu yakni rumah adatnya. Masyarakat Bengkulu menyebut rumah adatnya dengan sebutan rumah Bubungan Lima.

Namun, masyarakat luar lebih mengenalnya dengan sebutan rumah Bukitan Tinggi. Sebagai salah satu daerah yang mayoritas penduduknya adalah suku Melayu, Bengkulu memiliki budaya yang sangat unik dan menarik untuk dibahas.

Salah satu keunikannya terletak pada gaya arsitektur rumah adat Bengkulu yang menggunakan beberapa tiang kayu besar sebagai penyangganya.

Mengenal Rumah Adat Bengkulu Bubungan Lima

Seperti yang kita ketahui, di wilayah Bengkulu sering terjadi bencana alam seperti gempa bumi. Ternyata faktor-faktor tersebut juga mempengaruhi gaya arsitektur rumah adat Bengkulu itu sendiri.

Hal ini dapat dibuktikan dengan melihat rumah Bubungan Lima yang menggunakan tiang penyangga sebagai penopang dengan harapan dapat meminimalisir guncangan gempa.

Untuk menahan getaran gempa, masyarakat menggunakan 15 tiang dengan ketinggian hingga 1,8 meter di rumah adat Bengkulu ini. Dimana semua tiang penyangga rumah ini ditopang oleh pondasi yang terbuat dari batu-batu pipih berukuran besar.

Penggunaan batu pipih adalah untuk meminimalkan guncangan gempa dan mengatasi pelapukan pada tiang penyangga. Tiang penyangga ini terbuat dari kayu kuning atau masyarakat setempat sering menyebutnya dengan kayu balam.

Mengapa menggunakan kayu kuning? Karena kayu ini memiliki sifat fleksibel dan ketahanannya bisa mencapai ratusan tahun. Sehingga hal inilah yang membuat masyarakat setempat lebih memilih jenis kayu ini sebagai bahan utama dalam membangun rumah adat.

Sedangkan pada bagian alas atau lantai rumah ini menggunakan papan yang telah diserut atau ditumbuk halus. Untuk atap rumah adat Bengkulu terbuat dari ijuk atau bisa juga menggunakan sirap.

Di bagian depan rumah terdapat tangga yang jumlah anak tangganya ganjil. Mengapa? Karena ini ada kaitannya dengan kepercayaan masyarakat setempat. Perlu Anda ketahui, secara umum struktur rumah adat Bengkulu (Bubungan Lima) terbagi menjadi 3 bagian.

Bagian Dalam Rumah Adat Bengkulu Bubungan Lima

Bagian Dalam Rumah Adat Bengkulu Bubungan Lima
Images by: pariwisataindonesia.id

1. Atas (Atap)

Atap merupakan bagian atas rumah adat Bengkulu yang terbuat dari ijuk atau bambu. Namun seiring dengan perkembangan zaman masyarakat Bengkulu saat ini lebih sering menggunakan bahan dari seng sebagai atap, karena bahan fiber sulit untuk didapatkan.

Selain itu, di puncak rumah bubungan lima terdapat plafon yang terbuat dari papan dan juga dari bahan bambu pelupuh. Kayu berupa balok-balok besar berfungsi sebagai penyambung dari bagian atas rumah itu sendiri . Sedangkan kasau yang dipasang pada kap mesin berguna untuk merekatkan atap.

2. Bagian Tengah (Kosen)

Kosen atau rangka adalah bagian tengah rumah adat Bengkulu yang terbuat dari kayu balam. Untuk dindingnya sendiri rumah adat ini menggunakan papan atau bisa menggunakan pengupas.

Kemudian bentuk jendela rumah adat dari Bengkulu ini berupa ram atau jendela biasa. Ada ventilasi di bagian atas jendela atau pintu.

Rumah adat ini memiliki tiang sudut utama, tiang sudut halaman dan tiang tengah. Selain itu, ada juga balok yang membentang di sepanjang dinding untuk menghubungkan tiang sudut rumah.

3. Bawah

Pada bagian bawah rumah adat Bengkulu terdapat beberapa komponen yaitu Geladan yang terbuat dari papan, pelupuh atau bilah bambu. Dek ini terdiri dari 8 papan dengan lebar 50 cm dan dipasang di sepanjang dinding luar atas balok.

Selain itu, ada batu nisan yang digunakan untuk menutupi balok, dimana kerikil tersebut terletak di tepi luar sepanjang dinding rumah. Lalu ada ubin atau balok sedang yang berguna untuk merekatkan lantai.

Untuk papan lantai, rumah ini memiliki bidan yang terbuat dari bambu tebal yang dipasang melintang di papan lantai.

Kegunaan bidan ini adalah untuk mencegah serangan binatang buas atau liar dari bawah rumah. Kemudian papan lantai kamar tidurnya disusun sejajar dengan papan lantai. Sedangkan alas atau batu pipih digunakan untuk pondasi setiap tiang rumah.

Ciri Khas Rumah Adat Bengkulu Bubungan Lima

Ciri Khas Rumah Adat Bengkulu Bubungan Lima
Images by: popbela.com

Atap bangunan ini berbentuk limas dengan tinggi 3,5 meter. Selain itu juga terdapat banyak pilar, di mana hal tersebut berguna untuk menopang bangunan serta meredam guncangan gempa.

Di bagian depan rumah ini terdapat tangga dengan jumlah anak tangga yang ganjil.
Saat memasuki rumah adat Bengkulu ini, terdapat tradisi atau ritual unik yang harus dilakukan. Hal ini tentunya bertujuan untuk mengusir roh.

Biasanya ritual ini dilakukan dengan menggantungkan rumah bubungan lima dengan berbagai ornamen hasil pertanian, seperti tebu hitam, seikat pisang mas, kondo (kundur), sedingin dingin, dan tulangnya diberi kain putih yang telah ditato.

Ruangan dan Fungsi Rumah Adat Bengkulu Bubungan Lima

Dari segi fungsi, susunan rumah adat Bengkulu terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu:

1. Berendo

Berendo adalah ruang resepsi yang terkenal dan juga digunakan sebagai tempat bersantai di pagi dan sore hari serta digunakan sebagai area bermain anak-anak.

2. Aula

Aula adalah area yang paling terkenal dikalangan masyarakat. Biasanya ruangan ini ditempati oleh kerabat keluarga atau tokoh terkenal yang disegani. Selain itu, aula juga digunakan sebagai tempat melakukan aktivitas dan bersenang-senang bersama keluarga besar.

3. Bilik Gedang

Bilik gedang adalah ruangan utama di rumah adat Bengkulu Bubungan Lima. Dimana kamar tersebut ditempati oleh pasangan suami istri dan anak kecil yang belum disapih.

4. Bilik Gadis atau Kamar Anak Perempuan

Bilik gadis atau kamar anak perempuan adalah ruangan yang digunakan sebagai tempat tinggal anak perempuan dalam keluarga. Letak ruangan ini umumnya berdekatan dengan ruangan gedang.

5. Ruang Tengah

Pada dasarnya ruangan ini sengaja dikosongkan dari berbagai macam furniture rumah. Dimana di pojok ruangan ada tikar. Sebenarnya fungsi utama ruangan ini adalah sebagai tempat bagi ibu rumah tangga (keluarga dekat si gadis) dan tempat tidur bagi anak-anak lajang dalam keluarga tersebut.

6. Ruang Makan

Ruangan ini bersebelahan dengan ruang dapur dan digunakan sebagai ruang makan.

7. Garang

Gerang adalah bagian dari rumah yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan atau wadah air. Biasanya ruangan ini digunakan sebagai tempat untuk mencuci piring dan membersihkan peralatan lainnya sebelum memulai pekerjaan dapur.

8. Dapur

Letak dapur ini berada di antara ruang makan dan garang. Dimana ruangan ini sebagai tempat memasak dan tempat menyimpan bumbu dan bahan makanan oleh ibu rumah tangga.

Demikian ulasan yang dapat disampaikan pada kesempatan kali ini mengenai Rumah Adat Bengkulu. Semoga informasi ini dapat bermanfaat dan dapat menjadi bahan referensi bagi anda yang ingin mengetahui lebih dalam budaya Indonesia.

Tentunya sebagai masyarakat Indonesia yang baik kita harus terus menjaga dan melestarikan budaya yang ada di Indonesia.