5 Perjanjian Tordesillas: Fungsi, Sejarah & Latar Belakang

Perjanjian Tordesillas
image by: ecestaticos.com

Waktuku.com – Perjanjian Tordesillas merupakan suatu perjanjian yang pada saat itu ditandatangani secara langsung di Spanyol pada tahun 1494.

Dalam perjanjian itu terdapat pokok utama, yaitu daerah yang berada di luar Eropa dipisahkan menjadi dua jenis kekuasaan terbatas.

Batasan kekuasaan itu terjadi antara Spanyol dan juga Portugis, yang dimulai dari wilayah barat kepulauan Tanjung Verde.

Isi perjanjiannya kurang lebih tentang wilayah barat yang dipegang oleh Spanyol dan wilayah timur oleh Portugis.

Isi Perjanjian Tordesillas

Isi Perjanjian Tordesillas
image by: images.ecestaticos.com

Perjanjian itu sendiri berisi tentang pembagian wilayah antara Portugis dengan Spanyol, dengan wilayah cakupan timur menjadi wilayah Portugis sedangkan barat untuk Spanyol.

Dalam Perjanjian Tordesillas tersebut disebutkan juga bahwa daerah barat adalah daerah pelayaran rempah untuk Bangsa Spanyol.

Sedangkan bagian timurnya menjadi tempat melaut untuk Portugis, dalam pencarian rempah-rempah. Perjanjian ini berlaku mulai dari tanggal 4 Juni 1494 sampai tanggal 13 Januari 1750.

Sesuai dengan perjanjian yang sudah ditetapkan, Portugis pun melaut dengan mengarah ke wilayah timur dan meliputi wilayah Asia. Sedangkan Spanyol melaut ke wilayah barat yang meliputi wilayah Benua Amerika.

Fungsi Perjanjian Tordesillas

Fungsi dan juga tujuan dari dibuatnya perjanjian antara Spanyol dan Portugis adalah sebagai berikut:

1. Memenuhi Ketidakpuasan Raja Ferdinand

Raja Ferdinand adalah raja yang pada saat itu memerintah Spanyol yaitu di abad ke-15. Spanyol juga sedang berada di puncak kejayaan, tetapi di masa-masa itu Eropa sedang tidak cemerlang seperti wilayah Asia.

Raja Ferdinand pun mengetahui bahwa ada tanah/wilayah yang lebih menjanjikan dibanding Spanyol. Ia pun ingin menemukan tanah baru tersebut, yang nantinya akan menghasilkan keuntungan.

2. Mengantisipasi Masalah yang Muncul dari Perjalanan yang Dilakukan Columbus

Penemu Benua Amerika adalah Christopher Columbus yang dalam kenyataannya belum sadar akan temuannya tersebut.

Berkat penemuan itu Bangsa Eropa akhirnya mengetahui manfaat dari pelayaran dan penjelajahan.

Saat itu Christopher Columbus berkebangsaan Portugis tetapi perjalanannya didukung penuh oleh Spanyol. Ketika ia menemukan tanah baru tersebut banyak orang yang juga ingin memperolehnya.

Maka fungsi dari Perjanjian ini salah satunya adalah untuk menghindari efek buruk dari penjelajahan yang pernah dilakukan Columbus, karena saat itu banyak orang yang mengklaim tanah penemuan Columbus adalah milik mereka.

3. Membagi Kekuasaan

Perjanjian juga dibuat untuk membagi kekuasaan antara Spanyol dengan Portugis. Dalam perjanjiannya pun dicantumkan pembagian kekuasaan itu sendiri. Kekuasaan Spanyol pada wilayah barat juga meliputi hak apapun yang ditemukan di perjalanan.

Sama halnya dengan Portugis pada wilayah bagian timur. Maka pembagian kekuasaan ini diharapkan agar tak ada bentrokan ketika pelayaran dilakukan. Serta tak akan ada saling mengklaim tanah temuan karena wilayah mereka jelas berbeda.

4. Menghindari Bentrokan Antara Portugis dengan Spanyol

Pelayaran yang dilakukan oleh keduanya dilakukan begitu saja tanpa harus ada konfirmasi terlebih dulu.

Kemungkinan terjadi bentrokan besar antara kedua negara tersebut, bila perjanjian pembagian wilayah ini tidak ada.

Bentrokan tersebut bisa disebabkan oleh keinginan keduanya dalam menguasai tempat yang mereka temukan bersama.

5. Menguasai Tanah Baru dan Dunia

Raja Ferdinand ternyata tidak puas dengan apa yang sudah mereka miliki. Sehingga ia ingin wilayah baru lainnya yang akan dikuasai. Bahkan para penjelajah lainnya juga menginginkan tanah dan wilayah baru.

Sejak itu para penjelajah Spanyol dan Portugis mulai berlomba-lomba menemukan wilayah jajahan. Termasuk bangsa lain di Eropa, yang kemudian menimbulkan imperialisme untuk menguasai dunia.

Mengapa Spanyol Melanggar Perjanjian Tordesillas

Dalam kenyataannya baik Spanyol melanggar Perjanjian Tordesillas. Bukti konflik yang terjadi diantara keduanya adalah sebagai berikut:

1. Bukti pelanggaran perjanjian yang pertama adalah, Portugis bertemu dengan Spanyol di Maluku. Sedangkan sesuai isi perjanjian, Spanyol hanya boleh melewati wilayah barat saja karena timur adalah wilayah Portugis.

Hal itu membuktikan bahwa Spanyol melanggar perjanjian dengan muncul di Maluku dan melakukan persaingan perdagangan.

2. Bukti konflik lainnya antara Portugis dengan Spanyol adalah, persaingan di bidang perdagangan antara kedua pihak tersebut. Persaingan ini sejalan dengan pertentangan di antara Sultan Tidore dan juga Sultan Ternate.

Pada akhirnya Sultan Tidore pun bersekutu dengan Spanyol, sebaliknya Sultan Ternate bersekutu dengan Portugis.

Maka di tahun 1512 Portugis pun Portugis yang saat itu melakukan pelayaran ke wilayah Ternate berhasil menguasai wilayah itu.

Pada waktu yang sama, Spanyol pun melakukan pelayarannya ke wilayah barat dengan melakukan ekspansi ke Kepulauan Maluku.

Akibatnya perseteruan pun muncul antara kedua negara itu, karena Spanyol memang melanggar Perjanjian.

Latar Belakang Perjanjian Tordesillas

Latar Belakang Perjanjian Tordesillas
image by: images.ecestaticos.com

Awal munculnya Perjanjian Tordesillas ini dimulai ketika Christopher Columbus menjelajahi suatu wilayah dan menemukan Benua Amerika.

Ia juga membuktikan bahwa bentuk bumi adalah bulat, sehingga jika ia berlayar ke wilayah barat maka ia akan kembali ke tempat awal yaitu timur.

Lalu ia pun melakukan penjelajahan dengan mengumpulkan rempah-rempah serta kekayaan.

Columbus yang berkebangsaan Portugis ini tidak didukung oleh orang-orang di negaranya, tapi ia didukung oleh orang-orang Spanyol untuk melakukan penjelajahan tersebut.

Penemuan wilayah yang kaya akan rempah-rempah itu diperkirakan akan menimbulkan pertikaian antara Spanyol dengan Portugis.

Maka dibuatlah perjanjian, yang menekankan kedua negara itu untuk berada di wilayah jajahannya masing-masing.

Hasilnya adalah, Portugis ada di wilayah timur dan Spanyol boleh menguasai wilayah barat. Perjanjian itu pun akhirnya disepakati dan ditandatangani oleh Portugis dan juga Spanyol. Wilayah Portugis mencakup Amerika Selatan hingga ke Samudera Hindia.

Sedangkan wilayah Maluku mencakup Benua Amerika hingga ke wilayah Filipina. Pada abad tersebut, Portugis dan Spanyol memang menjadi dua armada laut yang sama-sama kuat.

Mereka telah memiliki teknologi navigasi dan perlengkapan kapal yang sudah lebih maju dibanding negara lain di Eropa.

Sejarah Perjanjian Tordesillas

Eropa melakukan ekspansinya dengan cara memonopoli perdagangan dan mendirikan rezim kolonial.

Keunggulan dan kekuatan yang dimiliki oleh Portugis dengan Spanyol tersebut menimbulkan persaingan di antara keduanya.

Khususnya dalam hal meluaskan wilayah jajahan dan juga perdagangan. Bangsa Eropa pun mencari jalur laut untuk menjelajahi samudera dan mencari rempah-rempah di sejumlah wilayah yang ada saat itu.

Portugis merasa mendapatkan saingan dalam memperluas kekuasaan wilayah dan perdagangannya yaitu Spanyol.

Maka dari itu, Paus Alexander VI bertindak dengan membagi wilayah kekuasaan yang boleh dijelajahi oleh Portugis dengan Spanyol.

Paus Alexander mengeluarkan perintah tersebut di tahun 1493, yang pada akhirnya membuat Perjanjian Tordesillas dibuat dan harus ditandatangani keduanya.

Perintah dari Paus Alexander adalah memberi kekuasaan penuh pada Spanyol untuk menjelajahi wilayah timur.

Namun Portugis merasa tidak puas, dan dibuatlah isi perjanjian yang menyebutkan bahwa wilayah timur dikuasai Portugis dan wilayah barat oleh Spanyol.

Selain berdagang, Portugis dan Spanyol juga diminta oleh Paus untuk menyebarkan agama Kristen Katolik di wilayah jajahannya.

Perjanjian Tordesillas memang menimbulkan pembagian kekuasaan dua wilayah yang cukup adil.

Namun tetap saja muncul konflik diantara mereka karena adanya pelanggaran yang dilakukan oleh Spanyol.