4 Perjanjian Saragosa: Latar Belakang, Dampak & Isi

Perjanjian Saragosa
image by: tirto.id

Waktuku.com – Perjanjian Saragosa menjadi salah satu perjanjian yang melibatkan pihak Portugis dengan Spanyol.

Perjanjian tersebut terjadi karena munculnya Spanyol ke wilayah Maluku, yang kemudian membuat bentrok dengan Portugis karena keduanya merebutkan wilayah kolonial di Maluku.

Maluku merupakan daerah penghasil rempah terbaik di Indonesia sehingga banyak bangsa Eropa yang memperebutkannya.

Salah satu akibat dari dibuatnya perjanjian ini maka Spanyol pada akhirnya harus keluar dari wilayah Maluku.

Isi Perjanjian Saragosa

Isi Perjanjian Saragosa
image by: sumbersejarah1.blogspot.com

Inti dari isi Perjanjian Saragosa meliputi hal-hal berikut ini:

1. Portugis tetap melakukan aktivitas yang berkaitan dengan koloni serta kegiatan perdagangan yang terjadi di Maluku, hingga ke wilayah Tanjung Harapan.

2. Spanyol juga harus meninggalkan wilayah koloni yang berada di Maluku serta harus memusatkan kegiatan koloni, dan perdagangan yang terjadi di negara yang saat ini disebut dengan Negara Filipina.

3. Bangsa Portugis memiliki hak atas wilayah dan juga kekuasaan mulai dari wilayah Brazil sampai ke bagian timur wilayah Maluku.

4. Daerah kekuasaan dari Spanyol hanya meliputi wilayah Meksiko yang terus memanjang sampai ke bagian barat Negara Filipina.

Isi perjanjian ini terjadi karena adanya koloni perdagangan yang terjadi di Maluku dan akhirnya dikuasai oleh Portugis.

Bukti kuat penjajahan yang dilakukan oleh Portugis di masa lalu tepatnya di wilayah Maluku, bisa dilihat dari peninggalan sejarah yang ada di sana.

Peninggalan sejarah ini berupa benteng, dan mayoritas masyarakat di Maluku yang menganut agama Kristen Katolik yang merupakan bawaan dari Portugis di masa lampau.

Dari perjanjian tersebut Portugis pun memiliki kuasa penuh dari laut dan benua yang ada di wilayah Asia, dan kepulauan lainnya yang mereka temukan.

Sedangkan Spanyol memperoleh wilayah Filipina dan juga Samudera Pasifik. Perjanjian ini disepakati pada tanggal 22 April tahun 1529.

Dampak Perjanjian Saragosa

Dampak Perjanjian Saragosa
image by: elshinta.com

Setelah perjanjian tersebut ditandatangani maka muncul beberapa dampak dari perjanjian itu. Dampak utama dari perjanjian itu sendiri adalah paksaan Spanyol untuk segera meninggalkan Maluku dan melakukan kegiatan perdagangannya di Filipina.

Sedangkan Portugis tetap berada di wilayah Maluku sehingga pada akhirnya Maluku pun menjadi wilayah jajahan dan kekuasaan Portugis.

Portugis juga mulai memonopoli perdagangan rempah di sana, tapi tidak ada campur tangan Spanyol seperti sebelumnya.

Hal itulah yang menyebabkan para raja Ternate dan juga rakyatnya menentang keras keberadaan Portugis, yang pada saat itu ingin berkuasa di Maluku.

Ditambah lagi dengan peristiwa perebutan kekuasaan antara Spanyol dan Portugis, padahal keduanya memiliki arah yang berbeda dan akhirnya hal itu juga mengubah pola pikir masyarakat Maluku itu sendiri.

Awalnya masyarakat berpikir bahwa bumi itu datar, tapi akhirnya mereka berpikir bahwa bentuk bumi adalah bulat. Hal itu disebabkan oleh kedatangan Portugis dan Spanyol di Maluku dari arah yang berbeda.

Untuk kekayaan yang dimiliki oleh Maluku saat itu, Portugis pun menanamkan kekuasaannya dengan memonopoli perdagangan rempah di sana.

Latar Belakang Perjanjian Saragosa

Latar Belakang Perjanjian Saragosa
image by: sumbersejarah1.blogspot.com

Salah satu peristiwa yang menjadi latar belakang dari munculnya Perjanjian Saragosa adalah konflik perebutan wilayah kekuasaan, yang terjadi antara Portugis dengan Spanyol. Keduanya sama-sama ingin menguasai rempah di Maluku dan memonopoli perdagangan di sana.

Sejak tahun 1512 Portugis telah sampai di Maluku lebih dulu, yang saat itu dipimpin langsung oleh Alfonso Albuquerque.

Awalnya mereka memang ingin berdagang di Indonesia, tepatnya di wilayah Maluku, dan pada saat itu Portugis masih diterima dengan baik oleh Raja Ternate.

Raja Ternate juga minta dibuatkan sebuah benteng pertahanan pada Portugis, yang dibayar dengan hak monopoli perdagangan rempah. Namun pada tahun 1521 Spanyol tiba di Maluku tepatnya di wilayah Tidore.

Konflik itulah yang membuat Perjanjian Saragosa ini muncul, berdasarkan perundingan Saragosa.

Perundingan tersebut dalam kenyataannya adalah lanjutan dari Perjanjian Tordesillas, yang dimana isi perjanjiannya adalah kekuasaan eksklusif dari kedua bangsa itu yang berlokasi di dunia luar Eropa.

Berikut ini sejarah lengkap, tokoh yang terlibat, dan penyelesaian perjanjian Kalijati dan pembahasan lengkapnya:

1. Sejarah Awal Perjanjian Saragosa

Sebelum merebutkan Pulau Maluku, antara Portugis dengan Spanyol memang sudah terjadi pertikaian. Orang-orang Spanyol yang mencapai Maluku bisa melakukan navigasi ke arah barat dengan cara yang mudah.

Namun jika harus kembali ke Meksiko maka hal itu menjadi sesuatu yang hampir mustahil karena rutenya yang sulit. Masalah berikutnya yang muncul adalah ekspansi tentang kekaisaran Portugis dan Spanyol yang memberlakukan kekaisaran.

Perjanjian yang telah ditandatangani di tahun 1529 tersebut menentukan garis pengaruh Portugis yang ditandai dengan wilayah Maluku. Garis tersebut melewati sebuah kepulauan yang dekat dengan Kepulauan Mariana.

Spanyol juga memberi pembatalan perjanjian apabila ada bukti yang menunjukkan bahwa Maluku letaknya berada di timur Antimeridian. Imbalannya yaitu berupa pembayaran lebih dari 350 ribu dukat, dengan uang muka yang jumlah tawarannya yaitu 200 ribu.

Kemudian Perjanjian Tordesillas pun diklarifikasi kembali untuk memperjelas batas yang sudah disepakati sebelumnya. Seluruh tanahnya akan dibagi ke dua negara yaitu Maluku untuk Portugis dan Filipina serta Amerika Utara untuk Spanyol.

2. Tokoh, Waktu dan Tempat, dan Tujuan Perjanjian

Perundingan Saragosa ini melibatkan dua pihak yang berkonflik karena perebutan kekuasaan, yaitu antara Portugis dan juga Spanyol.

Tokoh dari perjanjian tersebut di pihak Portugis adalah Raja John III sedangkan dari pihak Spanyol adalah Kaisar Charles V.

Perjanjian ini memang membuat dua pihak tersebut terpaksa menyelesaikannya dengan sebuah perundingan, yang ditandatangani tahun 1529 tepatnya di tanggal 22 April. Perjanjiannya dilakukan di Kota Saragosa Spanyol.

Sehingga mereka juga menamakan perjanjiannya dengan nama yang sama dengan kota tersebut.

Tujuan dari perjanjian ini adalah supaya pasukan Spanyol dan Portugis tidak rebutan koloni dan juga kerajaan.

Perjanjian memang dibuat untuk menghentikan pertikaian diantara keduanya dengan cara yang damai, melalui perundingan itu sendiri.

3. Penyelesaian Perjanjian

Pada akhirnya Saragosa pun menjadi penegasan dari Perjanjian Tordesillas.
Kemudian Junta de Badajoz-Elvas beserta tiga orang astronom, tiga orang pilot, dan pembuat peta, dan juga tiga orang matematikawan ditunjuk untuk menunjukkan lokasi Antimeridian tentang kekuasaan wilayah yang telah ditetapkan masing-masing.

Namun setelah dilakukan pertemuan selama beberapa kali, ternyata tak ada kesepakatan yang bisa dicapai diantara kedua negara tersebut.

Karena keduanya mempunyai peta sendiri yang menunjukkan bahwa Maluku serta pulau yang letaknya di sebelah barat Tidore, Moti, Ternate, Makian, dan Bakan ada di pihak kedua negara tersebut.

Setahun kemudian barulah permasalahan tersebut ada solusinya. Catherine yang berasal dari Austria yang juga saudara perempuan dari Charles V menikahi John III dari Portugis.

Lalu setahun setelahnya Charles V juga menikahi saudara perempuan John yaitu Isabella.
Portugis pun membangun perbatasan timur pada zona domain atau 170 ke arah timur dari Maluku, atau dekat dengan wilayah Mariana yang menjadi wilayah kekuasaan Spanyol.

Perjanjian Saragosa pun berakhir dan tidak ada pelanggaran yang dilakukan baik oleh Spanyol maupun Portugis.

Perjanjian itu juga menjadi saksi bahwa sejak zaman dulu Eropa memang telah melakukan ekspansi serta monopoli perdagangan ke Indonesia.