4 Proses Penelitian Kualitatif yang Tepat dan Perbedaannya

Penelitian Kualitatif
image by: glints.com

Waktuku.com – Penelitian kualitatif sering dikenal sebagai prosedur riset yang di dalamnya terkandung isi berdasarkan data deskriptif.

Jadi, isi dari penelitian jenis ini akan berupa kata-kata tertulis atau lisan, yang berasal dari orang-orang dan pelaku yang sedang diamati dalam penelitian tersebut.

Pada dasarnya, arti kata kualitatif itu sendiri adalah sebuah tindakan yang diambil berdasarkan mutunya.

Jadi, jika melihat dari pernyataan yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud), penelitian ini akan menekankan sisi kualitas entitas yang terdapat di dalamnya.

Proses Penelitian Kualitatif

Jika Anda sudah sering melakukan penelitian ilmiah di dalam kehidupan sehari-hari, maka Anda pasti merasa sudah tidak asing lagi ketika mendengar istilah penelitian kualitatif.

Ya, bersama dengan penelitian kuantitatif, penelitian ini juga termasuk jenis penelitian ilmiah yang sering dilakukan.

Nantinya proses analisis data ini akan dimaknai dengan upaya dalam mencari dan menata semua data secara sistematis.

Tujuan dari aktivitas ini adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang kasus yang sedang diteliti. Untuk itu, penting Anda ketahui bagaimana proses tepatnya, yang antara lain:

1. Pengumpulan Data

Tentu langkah pertama yang harus dilakukan dalam menjalani penelitian ini adalah dengan mengumpulkan semua data yang dibutuhkan. Proses pengumpulan data ini bisa dilakukan dengan berbagai cara yang didapatkan langsung dari lapangan.

Jadi, cara-cara seperti kuesioner, pengamatan atau observasi, wawancara yang mendalam dengan objek penelitian yang dibahas, pengkajian dokumen, dan diskusi bersama terkait objek penelitian, bisa dilakukan dengan tahapan-tahapan yang mudah.

Yang terpenting dalam hal ini adalah Anda harus memiliki ketelitian yang kuat, supaya mutu dari hasil penelitian bisa terwujud secara nyata.

2. Reduksi dan Kategorisasi Data

Setelah semua data yang dibutuhkan sudah berhasil terkumpul, maka sekarang Anda bisa melanjutkan langkah ke proses reduksi dan kategorisasi data.

Nantinya, dalam tahapan ini semua data mentah akan disaring terlebih dahulu, supaya data yang paling relevan dapat lebih terlihat.

Penelitian kualitatif memang harus mengutamakan mutu di atas segalanya, sehingga peneliti wajib memilih data yang paling relevan untuk digunakan pada penelitian tersebut.

Ketika Anda mendapatkan data ini dari proses wawancara dan observasi, maka proses kategorisasi datanya pun bisa lebih mudah.

Dengan demikian, ketika data yang paling relevan sudah berhasil disaring dengan baik, data-data tersebut dapat dikategorikan sesuai dengan kebutuhannya masing-masing.

3. Display Data

Pada dasarnya, yang dimaksud dengan tahapan ini adalah sebuah proses yang dimana peneliti akan merancang deretan dan kolom dari suatu matriks data kualitatif, dan nantinya akan menentukan jenis dan bentuk data yang akan dimasukkan dalam kotak matriks pada penelitian tersebut.

Ketika data yang ada pada penelitian ini disusun secara lebih rapi, maka isi dari penelitian tersebut pun dapat lebih mudah dibaca dan dipahami.

Maka dari itu, proses atau tahapan ini sangatlah penting untuk dilakukan dalam penelitian kualitatif, karena dengan begitu hasil dari penelitian dapat lebih mudah untuk dipahami.

4. Menarik Kesimpulan

Sampai di tahapan ini, hasil penelitian pun sudah bisa dilihat dan dipahami. Tentu semua penelitian akan diakhiri dengan penarikan kesimpulan yang sesuai dengan data pada penelitian tersebut. Dalam hal ini, jenis penelitian ini juga akan seperti itu.

Nantinya, isi kesimpulan pada penelitian jenis ini harus mencakup semua informasi penting yang sesuai dengan hasilnya. Selain itu, usahakan juga untuk menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, supaya orang awam pun juga bisa memahaminya dengan mudah.

Selain menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, penting juga untuk dilakukan, menggunakan rangkaian kata yang tidak berbelit-belit.

Sebab, jika Anda menggunakan rangkaian kata yang berbelit-belit, maka orang-orang pun akan sulit untuk memahaminya.

Perbedaan Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif

Pada dasarnya, baik penelitian kualitatif maupun kuantitatif sama-sama sering digunakan oleh para ahli dalam menemukan jawaban tertentu yang tepat.

Biasanya, pembahasan tentang penelitian ini akan dibahas di bangku kuliah, sehingga mungkin Anda sudah pernah mendengarnya meski hanya sekilas.

Biasanya, seseorang akan membedakan kedua jenis penelitian ini hanya dari bentuk isinya saja, jika kualitatif lebih mengacu kepada rangkaian kata, untuk kuantitatif lebih mengacu kepada rangkaian angka. Namun, sebenarnya kedua jenis penelitian ini masih memiliki perbedaan lainnya, yaitu:

1. Desain

Perbedaan pertama dari kedua jenis penelitian ini bisa dilihat dari desainnya. Pada dasarnya, baik itu penelitian kuantitatif maupun kualitatif akan memiliki desainnya masing-masing. Dalam hal ini, kami akan menyebutkannya satu per satu, yaitu:

– Kualitatif akan lebih bersifat fleksibel, umum, dan dinamis. Dengan begitu, penelitian jenis ini dapat berkembang selama proses berlangsung.

– Kuantitatif akan lebih bersifat khusus, rinci, dan statis. Jadi, alur dari penelitian ini sudah tersedia sejak awal, dan alur tersebut tidak dapat diubah oleh pihak manapun.

2. Proses Analisis Data

Perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif yang kedua adalah bisa dilihat dari proses analisis datanya. Kedua jenis penelitian ini menerapkan sistem yang berbeda satu sama lain, sehingga penting untuk Anda ketahui secara satu per satu, yang antara lain:

– Proses analisis data kualitatif dapat dilakukan pada tahap akhir sebelum laporan berhasil dibuat.

– Proses analisis data kuantitatif dapat dilakukan selama proses penelitian masih berlangsung.

3. Pandangan terhadap Fakta di Dalamnya

Selain memiliki perbedaan pada bagian-bagian sebelumnya, kedua jenis penelitian ini juga memiliki perbedaan pada cara memandang fakta di dalam penelitian tersebut. Untuk lebih jelasnya, kami akan memberikan penjelasannya berikut ini:

– Untuk penelitian kualitatif akan memandang fakta tergantung pada cara peneliti akan menginterpretasikan data yang ada di dalamnya.

Sebab, di dalam penelitian jenis ini akan ada hal-hal kompleks yang tidak bisa sekedar dijelaskan dengan angka maupun perasaan manusia.

– Untuk penelitian kuantitatif akan memandang fakta yang berada di luar objek penelitian. Jadi, peneliti wajib memiliki sifat yang netral dan tidak berpihak ke bagian manapun.

4. Proses Pengumpulan Data

Untuk perbedaannya yang keempat adalah terletak pada proses pengumpulan datanya. Kedua jenis penelitian ini memiliki tahapan yang berbeda-beda, dan antara lainnya adalah:

– Penelitian kualitatif berfokus pada suatu hal yang tidak terukur oleh hitam putih kebenaran, sehingga peneliti harus mengorek dalam-dalam data yang berkaitan dengan hal itu. Jadi, hasil dari penelitian ini tidak akan terlalu terpacu dengan banyaknya narasumber yang terlibat.

– Untuk proses pengumpulan data pada penelitian kuantitatif, akan dilakukan dengan serangkaian instrumen yang dapat berupa tes maupun kuesioner.

Nantinya, data yang sudah terkumpul akan dikonversikan dengan menggunakan kategori yang sudah ditetapkan.

Bagi Anda yang sering melakukan penelitian ilmiah seperti ini, pasti sudah tidak asing lagi dengan tahapan dan informasi yang ada di atas.

Namun, untuk orang-orang yang baru saja terjun ke dunia ini tentu informasi yang ada di artikel ini akan menjadi ilmu yang sangat berharga.

Pastikan penelitian ilmiah, baik penelitian kualitatif maupun kuantitatif, yang Anda lakukan dapat berjalan dengan lancar, supaya hasil yang ditunggu-tunggu bisa keluar dengan tepat dan sesuai harapan.