10 Pakaian Adat Sumatera Utara yang Bikin Kagum

Pakaian Adat Sumatera Utara
image by: cleanipedia.com

Waktuku.com – Pakaian adat Sumatera Utara dimiliki oleh berbagai suku di daerah tersebut. Sebagai daerah dengan jumlah penduduk terbanyak nomor 4 di Indonesia, Sumatera Utara memiliki keragaman yang menjadi tempat tinggal berbagai suku.

Adapun suku-suku yang tinggal di Sumatera Utara adalah Nias, Batak Toba, Karo, Mandailing, Pakpak, Melayu, Simalungun dan lain sebagainya.

Dengan beragam budaya maka percampuran tradisi tidak bisa dihindari. Setiap suku memiliki keunikannya masing-masing bisa dilihat dari jenis pakaian adatnya.

Pakaian Adat Sumatera Utara

Pakaian adat menjadi ciri khas setiap daerah karena memiliki nama yang berbeda-beda. Cara pembuatannya setiap suku pun berbeda, pakaian adat ini merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan. Apa saja pakaian adat dari Sumatera Utara?

1. Pakaian Adat dari Suku Karo

Pakaian Adat dari Suku Karo
image by: tribunnews.com

Selain ada pakaian adat Sumatera Utara ulos, Suku Karo adalah salah satu suku dari Sumatera Utara yang juga memiliki pakaian adat yang terbuat dari pintalan kapas. Uis Gara sendiri memiliki arti kain merah karena warna pakaiannya memang merah.

Proses pembuatannya juga menggunakan benang berwarna merah. Selain merah, warna lain yang juga turut dipadukan adalah perak dan emas agar tampilan menjadi lebih menarik. Walaupun warna merah mendominasi tetapi juga ada warna lain seperti putih dan hitam.

Uis Gara biasanya digunakan pada kegiatan upacara adat, bahkan ada yang menggunakannya dalam kegiatan sehari-hari.

Walaupun bisa digunakan untuk aktivitas sehari-hari, cara pemakaian Uis Gara berbeda di setiap acara adat.

2. Baju Tradisional dari Suku Nias

Baju Tradisional dari Suku Nias
image by: romadecade.org

Pakaian adat Sumatera Utara berikutnya berasal dari Suku Nias. Masyarakat Nias lebih banyak yang tinggal di Pulau Nias dan letaknya berada di bagian barat Sumatera Utara. Lokasinya yang terpisah membuat Suku Nias memiliki adat berbeda.

Jika suku-suku lain menggunakan warna merah untuk membuat baju adat, Suku Nias lebih suka membuat pakaian dari warna emas dan kuning.

Pakaian adat dari Suku Nias yang digunakan oleh perempuan diberi nama Oroba Si Oli. Oroba Si Oli adalah pakaian yang terbuat dari blacu berwarna hitam.

Pakaian yang terbuat dari kulit kayu ini memiliki keistimewaan pada bagian aksesoris. Biasanya masyarakat perempuan akan menggunakan aksesoris berupa gelang kuningan bernama Aja Kola. Aja Kola memiliki berat mencapai 100 kilogram.

Selain gelang kuningan, perempuan Nias juga menggunakan anting besar yang terbuat dari logam bernama Saro Delinga.

Penampilannya semakin sempurna dengan tambahan rambut sanggul yang tidak disasak lalu ditambah mahkota sebagai hiasan kepala.

Berbeda dengan kaum perempuan, kaum laki-laki memiliki pakaian adat yang bernama Baru Oholu. Baru Oholu terbuat dari kulit kayu kemudian dibentuk seperti rompi tanpa penutup dan kancing.

Terdapat dua warna Baru Oholu yaitu hitam dan cokelat. Penampilannya semakin sempurna ditambah Kalabubu.

Kalabubu merupakan sebuah aksesoris berupa kalung kuningan. Jadi baik perempuan maupun laki-laki, sama-sama menggunakan tambahan aksesoris.

3. Baju Tradisional dari Suku Simalungun

Baju Tradisional dari Suku Simalungun
image by: perpustakaan.id

Suku Simalungun juga memiliki pakaian adat dari Sumatera Utara yang terbuat dari kain ulos. Jika masyarakat lainnya mengatakan ulos berbeda dengan Suku Simalungun yang menyebutnya dengan Hiou.

Tidak hanya menggunakan Hiou saja, melainkan juga menambahkannya dengan kain samping.

Kain samping tersebut dinamakan dengan Suri-Suri yang digunakan untuk menyempurnakan penampilan mereka.

Kaum perempuannya juga menggunakan aksesoris lain yang bernama Bulang dan biasanya digunakan di kening. Adapun pria mengenakan aksesoris tambahan bernama Gotong.

4. Pakaian Tradisional Angkola

Pakaian Tradisional Angkola
image by: wikimedia.org

Suku Angkola juga memiliki ciri khas dari pakaian adatnya yang unik. Suku Angkola merupakan suku yang mendiami daerah Tapanuli Bagian Selatan yang termasuk daerah Sumatera Utara. Angkola sendiri berasal dari nama sungai yaitu Sungai Batang Angkola.

Angkola adalah bagian dari Suku Batak yang memiliki pakaian adat Sumatera Utara terbuat dari kain ulos.

Warna merah mendominasi pakaian Suku Angkola yang juga dipadukan dengan warna lain yaitu warna hitam.

5. Pakaian Adat Sibolga

Pakaian Adat Sibolga
image by: sibolgakota.go.id

Ada lagi suku lain yang terdapat di Sumatera Utara yaitu Suku Sibolga. Sibolga merupakan nama salah satu kota di Sumatera Utara yang lokasinya berada di Pantai Barat Sumatera yang membujur dari utara ke selatan. Jaraknya dari Kota Medan sekitar 350 KM atau setara 8 jam.

Suku Sibolga juga memiliki keunikan dari budaya dan adatnya yang istimewa. Perkembangan budaya antar Suku Melayu dan Batak yang mempengaruhi jenis pakaiannya. Sedangkan untuk nama lain dari Suku Sibolga adalah Batak Pasisi.

Pakaian adat di Sumatera Utara milik Suku Sibolga ini lebih banyak menggunakan aksesoris tambahan tentunya membuatnya tampak glamor. Adapun untuk bahan dasar pembuatan pakaian adatnya adalah dari uis gara dan ulos.

6. Baju Adat dari Suku Samosir

Samosir adalah suku lain yang juga berasal dari Sumatera Utara. Sesuai dengan namanya, suku ini tinggal di Pulau Samosir Sumatera Utara.

Dulu sebelum adanya pembagian wilayah, suku ini bernama Suku Batak Toba. Karena itu pakaian adatnya juga tidak jauh berbeda.

Walaupun terbuat dari bahan yang sama, perbedaan pakaian adat Sumatera Utara khususnya Suku Batak dan Suku Samosir adalah dari warnanya.

Suku Samosir juga menggunakan hiasan berupa penutup kepala yang sama dengan Batak Toba.

7. Pakaian Tradisional dari Suku Melayu

Berpindah dari suku lainnya yaitu Suku Melayu, yang memiliki keturunan terbesar di Pulau Sumatera. Suku Melayu lebih banyak mendiami daerah Batu Bara, Medan, Deli Serdang, Kota Tebing Tinggi, Binjai, Bedagai dan Langkat.

Sama seperti Suku Melayu yang tinggal di daerah lainnya, Suku Melayu Sumatera Utara juga menggunakan pakaian dari kain songket dibentuk seperti baju kurung.

Pakaian adat Sumatera Utara milik Suku Melayu wanita terbuat dari kain sutra atau kain brokat.

Agar penampilannya semakin cantik maka biasanya ditambah dengan menyematkan peniti dari emas.

Ada juga kalung dengan berbagai motif salah satunya rantai. Adapun untuk prianya menggunakan penutup kepala untuk aksesoris tambahan.

8. Pakaian Adat dari Suku Pakpak

Salah satu suku lain yang ada di Sumatera Utara adalah Suku Pakpak. Suku Pakpak juga memiliki pakaian adatnya sendiri yang dibuat dari kain oles. Pakaian adat perempuan diberi nama Cimata sedangkan untuk pria bernama Borgot.

Untuk memperindah penampilannya, biasanya ditambah dengan aksesoris berupa kalung emas dan permata. Baju adat dari Suku Pakpak ini merupakan salah satu warisan budaya yang harus dilestarikan.

9. Baju Tradisional dari Suku Mandailing

Pakaian adat Sumatera Utara dari Suku Mandailing juga menggunakan kain ulos. Perbedaannya dengan Suku Batak Toba adalah penggunaan aksesorisnya. Ketika upacara adat, pihak perempuan akan menggunakan aksesoris bernama Bulang.

Bulang adalah aksesoris yang terbuat dari logam atau emas sepuhan dan digunakan di kening. Makna bulang adalah kemuliaan yang juga dijadikan sebagai simbol struktur masyarakat. Adapun hiasan kepala yang dipakai pria bernama Ampu.

10. Pakaian Adat Batak Toba

Suku Batak Toba memiliki pakaian adat Batak yang khas dari terbuat dari tenunan kain ulos. Benang yang digunakan untuk membuat pakaian adalah perak, emas, merah, hitam dan putih. Kain ulos sendiri memang menjadi ciri khas masyarakat Batak.

Pakaian adat ini bisa digunakan untuk kegiatan harian atau upacara adat. Ketika upacara adat biasanya kain ulos dijadikan sebagai selendang.

Pakaian adat Sumatera Utara rata-rata menggunakan kain ulos sebagai ciri khas masyarakat Sumatera Utara.

Meskipun begitu biasanya penggunaan pakaian adat juga dilengkapi dengan penggunaan aksesoris tambahan untuk memperindah penampilan.