6 Pakaian Adat Sulawesi Selatan yang Sangat Memukau

Pakaian Adat Sulawesi Selatan
Images by: Instagram

Waktuku.com – Sudah bukan rahasia umum apabila pakaian adat menjadi salah satu warisan yang dimiliki oleh suatu daerah salah satunya pakaian adat Sulawesi Selatan.

Pakaian adat dari setiap daerah tentunya memiliki ciri khas yang menunjukan identitas budaya suatu kelompok masyarakat di daerah tersebut.

Sama halnya dengan pakaian adat lainnya, Pakaian adat Sulawesi Selatan (Sulsel) tentunya memiliki ciri khas tersendiri serta karakteristik yang berbeda-beda untuk setiap desainnya.

Corak serta motifnya yang terdapat pada pakaian adat asal Sulawesi Selatan menunjukkan sebuah identitas budaya suatu kelompok masyarakat yang diambil berdasarkan suku yang mendiami Sulawesi Selatan.

Mengenal Pakaian Adat Sulawesi Selatan

Provinsi Sulawesi Selatan memiliki kebudayaan yang cukup beragam dan dikenal oleh banyak masyarakat Indonesia mulai dari seni tari, rumah adat dan prosesi upacara adat yang masih terjaga hingga saat ini.

Sebagai informasi, terdapat tiga suku besar yang mendiami Sulawesi Selatan antara lain Suku Makassar, Suku Bugis, Suku Toraja serta suku lainnya seperti Mandar, Duri, Pattinjo, Maiwa, Endekan, Pattae, Kajang/Konjo.

Hingga saat ini semua suku tersebut masih melestarikan pakaian adat warisan leluhurnya yang umumnya banyak digunakan saat momen-momen tertentu seperti upacara adat hingga prosesi pernikahan.

Pakaian adat Sulawesi Selatan umumnya memiliki motif dengan ciri khas ketimur-timuran dan motif khas masyarakat lokal wilayah itu sendiri.

Warna pada pakaian adat provinsi Sulawesi Selatan umumnya dapat dibedakan berdasarkan status sosial seseorang serta fungsi atau kegunaannya saat acara-acara tertentu.

Macam-Macam Pakaian Adat Sulawesi Selatan

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, Sulawesi Selatan bagaikan rumah yang didiami oleh banyak suku yang berbeda-beda. Dengan beragamnya suku dan budaya yang dimiliki membuat pakaian Adat Sulawesi Selatan juga memiliki berbagai macam jenis.

Berikut macam-macam pakaian adat asal Sulawesi Selatan yang perlu Anda ketahui:

Baju Bodo

Baju Bodo merupakan pakaian adat asal Sulawesi Selatan yang sudah ada sejak zaman dahulu. Bahkan Baju Bodo diklaim sebagai salah satu baju adat tertua yang ada di Indonesia.

Baju adat yang satu ini merupakan pakaian adat asal Sulawesi Selatan yang berasal dari suku Bugis.

Pakaian adat suku Bugis ini diperuntukkan untuk kaum wanita dengan desain yang sangat unik. Baju bodo memiliki bentuk seperti segi empat dan memiliki lengan yang pendek.

Baju adat yang satu ini terdiri dari warna yang beragam dimana setiap warnanya menggambarkan usia serta status seseorang.

Pada penggunaanya, pakaian adat suku bugis ini umumnya dipadukan dengan sarung motif kotak-kotak khusus bagian bawahnya.

Sarung kotak-kotak tersebut dipakai dengan cara dililitkan dengan menggunakan tangan sebelah kiri.

Seppa Tallung

Seppa Tallung merupakan pakaian adat Sulawesi Selatan dari suku Toraja yang mempunyai ciri khas ukuran yang panjang sampai menyentuh bagian lutut serta diperuntukkan khusus untuk laki-laki.

Pakaian adat suku Toraja ini memiliki beragam keunikan salah satunya ada pada warna dan aksesoris yang khas suku Toraja seperti kandure, gayang, dan lipa.

Kandure sendiri merupakan aksesoris berupa manik-manik yang diaplikasikan pada dada, ikat kepala, serta ikat pinggang.

Selain itu ada Gayang yang merupakan senjata seperti parang yang digunakan sebagai aksesoris dan diselipkan di bagian bawah sarung. Sedangkan Lipa’ adalah sarung sutra yang memiliki motif beragam.

Baju Pokko

Baju Pokko merupakan salah satu Pakaian adat Sulawesi Selatan yang berasal dari suku Toraja yang diperuntukkan khusus untuk perempuan. Baju Pokko memiliki ciri khas yakni warnanya yang mencolok seperti warna kuning, merah, dan putih.

Saat digunakan, Baju Pokko umumnya menggunakan sejumlah aksesoris khas Toraja seperti perhiasan atau manik-manik yang terdapat pada bagian dada.

Selain manik-manik, terdapat tambahan gelang serta ikat kepala yang dikenal dengan sebutan Kandure.

Baju adat asal toraja ini idealnya digunakan untuk menghadiri acara-acara resmi seperti upacara adat, pernikahan, pesta kematian, hingga pertunjukan seni. Sedangkan untuk acara yang tidak resmi, Baju pokko akan dikenakan tanpa kandure.

Baju Labbu

Pakaian adat Sulawesi Selatan yang selanjutnya adalah Baju Labbu yang dulunya hanya digunakan oleh para wanita bangsawan Kerajaan Luwu. Namun saat ini sudah dapat digunakan oleh semua kaum wanita dari kalangan manapun.

Pakaian adat Sulawesi Selatan yang dikenal dengan nama baju Labbu ini memiliki keunikan yang dapat dilihat dari bentuk desainnya.

Baju Labbu memiliki lengan panjang yang sedikit ketat. Baju labbu ini idealnya dipadukan dengan Lipa’ Sabbe serta berbagai macam aksesoris yang khas Bugis Luwu.

Seiring berkembangnya zaman pakaian adat yang satu ini sudah sering digunakan saat acara-acara adat ataupun acara formal. Tak jarang juga untuk menemukan baju Labbu yang sudah dimodifikasi menjadi lebih modern.

Baju Tutu

Selanjutnya ada Baju Tutu yang juga merupakan salah satu pakaian adat Sulawesi Selatan yang berasal dari suku Bugis. Pakaian adat yang satu ini terdiri dari jas yang dikenal dengan sebutan jas tutu yang dipadukan dengan celana serta kain sarung atau lipa garusuk.

Sedangkan untuk aksesoris kepala, laki-laki idealnya menggunakan songkok recca yang merupakan khas Bugis. Songkok recca ini memiliki motif pada bagian pinggir yang berwarna emas.

Pakaian adat yang dikenal dengan sebutan baju tutu ini memiliki lengan yang panjang serta kerah yang dihiasi dengan kancing yang terbuat dari emas atau perak. Sedangkan untuk sarung atau kain lipa menggunakan warna yang mencolok seperti merah dan hijau.

Zaman dahulu, pakaian adat Sulawesi Selatan yakni baju Tutu hanya dapat digunakan saat prosesi pernikahan. Namun saat ini baju Tutu dapat dengan bebas digunakan pada berbagai macam acara seperti upacara adat ataupun penyambutan tamu.

Pakaian Adat Untuk Pengantin

Pakaian Adat Untuk Pengantin
Images by: Instagram

Untuk sebagian masyarakat Sulawesi Selatan, saat prosesi pernikahan pada umumnya menggunakan pakaian adat yang diperuntukan untuk pengantin pria maupun pengantin wanita.

Untuk pengantin pria umumnya menggunakan pakaian adat baju tutu atau model pakaian adat dari suku lain yang dapat menyesuaikan dengan pakaian yang dikenakan oleh pengantin wanitanya.

Sedangkan untuk pengantin wanita kebanyakan masyarakat Sulawesi selatan memilih untuk mengenakan baju bodo yang merupakan pilihan terbaik karena memiliki berbagai macam warna yang dapat disesuaikan dengan pakaian yang dikenakan oleh pengantin pria.

Baju bodo umumnya dapat dipadukan dengan aksesoris tambahan seperti perhiasan yang umumnya dikenakan di kepala hingga pergelangan tangan.

Contohnya saja seperti mahkota kepala, kalung rantai, gelang keroncong yang bersusun serta perhiasan tambahan yang dapat ditempelkan pada bagian lengan baju.

Itu dia penjelasan mengenai pakaian adat Sulawesi Selatan yang sangat beragam mulai dari Baju Bodo,Seppa Tallung, baju Pokko, hingga baju Tutu yang masih dilestarikan hingga saat ini.

Dengan perkembangan zaman yang semakin modern, pakaian adat juga mengalami perkembangan serta dimodifikasi menjadi lebih modern dan modis yang dapat menyesuaikan dengan zaman tanpa menghilangkan nilai-nilai budayanya.