4 Pakaian Adat Papua Barat yang Kaya Akan Aksesoris

Pakaian Adat Papua Barat
image by: suara.com

Waktuku.com – Pakaian adat Papua Barat yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia timur ini masih dilestarikan sampai sekarang.

Mayoritas masyarakatnya memang masih menjaga adat istiadat dari leluhurnya salah satunya dengan melestarikan pakaian adat.

Papua Barat dikenal dengan provinsi yang memiliki pakaian adat berumbai-rumbai. Biasanya dibuat dari serat pepohonan yang sudah mulai mengering.

Terdapat 4 jenis pakaian adatnya dan beberapa aksesoris tambahan. Untuk lebih jelasnya silahkan simak uraian berikut ini.

Pakaian Adat Papua Barat

Selain terbuat dari serat pepohonan, pakaian khas Papua Barat juga rata-rata dibuat dengan model terbuka, walaupun seperti itu tetapi tetap rapi ketika digunakan. Model baju-baju dari Papua Barat dipengaruhi oleh adat istiadat dari wilayah lainnya.

1. Pakaian Adat Holim

Pakaian Adat Holim
image by: sch.id

Holim merupakan salah satu pakaian dari Papua Barat yang masih digunakan sampai saat ini. Pakaian Holim biasanya digunakan oleh Suku Dani Papua dan untuk kaum laki-laki.

Di Papua, Baju Holim juga dikenal dengan nama pakaian koteka atau pakaian untuk menutup kemaluan.

Pakaian Holim biasanya digunakan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, adapun cara menggunakan koteka tinggal diikat ke pinggang menggunakan seutas tali sampai ujung koteka mengacung ke atas. Ada lagi pakaian adat Papua Barat koteka yang digunakan untuk acara-acara formal.

Berbeda dengan koteka yang digunakan sehari-hari, koteka untuk acara formal ini memiliki ukuran lebih panjang dan ditambah dengan ukiran etnik. Adapun koteka yang digunakan untuk kegiatan sehari-hari biasanya dibuat lebih pendek.

Masyarakat Papua memang memiliki banyak koteka dengan bermacam-macam bentuk. Contohnya adalah Suku Tion yang menggunakan koteka berbahan dua buah labu air dan suku lainnya menggunakan satu labu air saja.

Cara membuat koteka ini adalah mengeringkan labu air yang sudah tua lalu bagian dalamnya (daging buah dan biji) dibuang.

Pemilihan labu air tidak bisa sembarangan karena yang digunakan adalah labu air tua bertekstur keras sehingga koteka lebih awet.

Ketika sudah mendapatkan labu air tua harus segera dikeringkan agar tidak membusuk. Pakaian Holim ini bisa Anda lihat ketika masyarakat Papua melakukan acara-acara formal di rumahnya.

2. Baju Adat Ewer

Baju Adat Ewer
image by: gramedia.com

Ewer adalah pakaian adat dari Papua Barat yang cukup terkenal. Baju Ewer ini memiliki bentuk yang cukup unik dan terdiri dari rok rumbai serta baju atasan. Rok rumbai tersebut dibuat dari rumbaian serat pohon yang sudah mengering.

Biasanya masyarakat Papua akan menyusun serat yang sudah mengering secara rapat agar bisa membentuk bawahan.

Sedangkan atasannya menggunakan baju dari kain beludru dan ini digunakan oleh perempuan maupun laki-laki.

Atasan untuk kaum pria dibuat seperti rompi adapun untuk pakaian adat perempuannya seperti baju biasa dengan lengan pendek.

Orang Papua Barat juga akan menambahkan bulu hewan di bagian tepi baju. Baju adat Ewer ini juga dilengkapi dengan beberapa pernak-pernik.

3. Baju Adat Yokal

Baju Adat Yokal
image by: silontong.com

Selain Holim dan Ewer, masyarakat Papua Barat juga memiliki pakaian adat lainnya yaitu Baju Yokal.

Baju Yokal merupakan pakaian yang hanya boleh digunakan oleh pengantin perempuan saja. Pakaian ini hanya ditemui di pedalaman Papua Barat.

Pakaian adat Papua Barat Yokal ini memiliki warna cokelat kemerahan dan tidak untuk diperdagangkan.

Hal ini dikarenakan Baju Adat Yokal merupakan simbol dari kedekatan antara alam dengan masyarakat Papua Barat.

4. Baju Adat Sali

Baju Adat Sali
image by: seringjalan.com

Baju adat berikutnya adalah Sali yang dibuat khusus untuk perempuan lajang. Pakaian Sali ini terbuat dari bahan dasar kulit pepohonan dan memiliki warna cokelat. Warna cokelat didapat dari pengaruh bahan dasar pembuatan Sali.

Sali sekarang dibuat lebih modern seperti baju rompi. Modelnya juga lumayan sederhana karena hanya menggunakan lembaran kain seperti baju pada umumnya.

Pakaian Sali ini tidak bisa digunakan oleh perempuan yang sudah menikah karena ada pakaiannya sendiri.

Memang beragam pakaian adat di Papua Barat yang menjadi ciri khas dari masyarakat Papua.

Pakaian Sali ini umumnya digunakan untuk menghadiri acara-acara formal. Pakaian khas Papua Barat memang memiliki ciri khasnya sendiri dengan bentuk rumbai.

Aksesoris Pakaian dari Papua Barat

Bukan hanya di wilayah lainnya saja, Papua Barat juga kerap menambahkan aksesoris untuk mempercantik penampilannya.

Aksesoris yang digunakan cukup sederhana akan tetapi tetap terlihat unik inilah beberapa aksesoris khas Papua Barat:

1. Baju Kurung Khas Papua Barat

Papua Barat juga membuat Baju Kurung yang biasanya digunakan oleh perempuan. Baju Kurung ini memiliki bentuk tampilan yang lebih modern dibanding pakaian adat dari Papua Barat lainnya. Baju Kurung juga diberi tambahan hiasan berupa biji-bijian, bulu dari hewan dan serat tumbuhan.

Baju Kurung memiliki ukuran panjang sepinggang dan ditambah dengan penggunaan rok rumbai.

Inilah yang membuat pakaian adat Papua Barat menjadi nyaman digunakan. Sedangkan warnanya adalah cokelat tua dengan rok rumbai berwarna cokelat muda.

2. Rok Rumbai

Rok rumbai merupakan pelengkap dari penggunaan baju adat yang bisa digunakan oleh kaum pria maupun wanita.

Rok rumbai terbuat dari bahan-bahan alami seperti serat tumbuhan yang sudah kering. Setelah dikeringkan, serat tumbuhan akan disusun satu persatu hingga membentuk rok rumbai.

Agar seratnya bisa tersusun dengan rapi, masyarakat Papua mengikatnya menggunakan tali. Cara menggunakannya cukup dengan melilitkannya di pinggang dan bisa dipakai seperti dress untuk perempuan.

3. Ikat Kepala

Penggunaan pakaian adat Papua Barat tidaklah lengkap tanpa adanya ikat kepala. Ikat kepala ini dibuat dari bulu unggas seperti burung kasuari.

Ikat kepala ini bentuknya mirip seperti mahkota yang bisa dipakai oleh kaum pria maupun perempuan.

4. Baju Kain Rumput

Baju Kain Rumput merupakan salah satu aksesoris tambahan yang sering digunakan oleh masyarakat Papua Barat.

Baju Kain Rumput memiliki bentuk yang hampir mirip dengan rok rumbai dan dibuat dari tumbuhan kering.

Bahan-bahan yang sudah mengering kemudian dipilih dan dianyam memakai peralatan tradisional.

Baju Kain Rumput ini merupakan salah satu pakaian adat Papua Barat yang cara membuatnya cukup sulit dan biasanya digunakan oleh kaum perempuan di wilayah Sorong Selatan.

5. Senjata Tradisional Papua

Masyarakat Papua Barat juga kerap membawa senjata tradisional ketika menghadiri acara-acara formal.

Ada 4 jenis senjata yang digunakan yaitu kapak, belati, busur dan anak panah serta tombak. Semuanya memiliki fungsi yang berbeda-beda.

– Kapak

Kapak merupakan senjata tradisional yang digunakan untuk berkebun, berladang atau bertani. Biasanya masyarakat Papua menggunakannya untuk menebas hutan yang lebat agar masyarakat bisa berpindah tempat.

– Belati

Senjata kedua adalah belati yang terbuat dari tulang burung kasuari. Bagian ujung pisau belati ini dibuat beracun agar efektif ketika dipakai berburu.

– Busur

Selain kapak dan belati, masyarakat Papua Barat juga kerap membawa busur beserta anak panahnya. Senjata ini biasanya digunakan untuk berperang dan berburu. Ujung anak panahnya memiliki racun yang mematikan.

– Tombak

Terakhir adalah tombak yang cocok digunakan untuk berburu hewan jarak jauh. Bagian ujung tombaknya terbuat dari tulang akan tetapi seiring berjalannya waktu, ujung tombak dibuat dari bahan logam.

Ternyata pakaian adat Papua Barat dan keunikannya memiliki banyak aksesoris salah satunya adalah senjata tradisional.

Senjata tradisional menjadi saksi bahwa masyarakat Papua masih memegang erat warisan budaya milik leluhur mereka.