8 Pakaian Adat Jawa Barat yang Terkenal dengan Keunikannya

Pakaian Adat Jawa Barat
image by: moondoggiesmusic.com

Waktuku.com – Pakaian adat Jawa Barat adalah warisan budaya yang cukup dikenal dengan keunikannya.

Jawa Barat kebanyakan dihuni oleh Suku Sunda yang pakaian adatnya dibedakan menjadi 3 jenis menyesuaikan dengan status sosial dari masyarakatnya.

Ketiga jenis pakaian adat tersebut mulai dari yang digunakan oleh bangsawan sampai rakyat biasa.

Bahkan, sampai sekarang perbedaan pakaian adat itu masih ada di Jawa Barat. Penasaran apa saja baju adat khas Jawa Barat? Simak uraian selengkapnya di bawah ini.

Pakaian Adat Jawa Barat

Dahulu masyarakat Jawa Barat membedakan ragam baju adat berdasarkan strata sosial, fungsi, dan umurnya.

Perbedaan itu yang membuat baju adat khas Jawa Barat menjadi terkenal. Apa saja pakaian adat yang cukup populer di tengah masyarakat?

Pangsi

pakaian adat jawa barat pangsi
image by: romadecade.org

Contoh pakaian adat Jawa Barat yang pertama adalah Pangsi. Pangsi biasanya digunakan oleh laki-laki dari Suku Sunda yang didominasi dengan warna hitam mulai dari atasan sampai bawahan. Atasan Pangsi dibuat seperti kemeja dengan kerah tegak yang sering disebut dengan salontreng.

Sedangkan bawahan Pangsi berupa celana longgar yang panjangnya tidak lebih dari mata kaki. Pangsi kerap kali digunakan oleh para buruh dan petani, akan tetapi sekarang juga digunakan oleh masyarakat kelas atas. Pangsi milik kalangan atas dibuat dari bahan yang kualitasnya lebih bagus.

Pangsi bisa digunakan sebagai luaran dan kaos putih untuk dalamnya. Ada juga beberapa masyarakat Suku Sunda yang kerap memadukan Pangsi dengan sarung sebagai bawahan.

Menak

Menak adalah pakaian adat Jawa Barat yang umumnya hanya dimiliki oleh masyarakat kelas atas dan bangsawan saja.

Menak menggunakan bahan beludru yang dihiasi dengan benang emas sehingga tampilannya lebih glamor dan menawan dibanding pakaian adat lainnya.

Warna hitam mendominasi Menak dengan atasan berlengan panjang dan bawahannya menggunakan celana panjang.

Untuk mempercantik penampilan, Menak cocok dipadukan dengan selop berwarna hitam dan sabuk emas.

Menak untuk laki-laki memiliki tampilan yang lebih sederhana dibanding Menak perempuan.

Menak perempuan terdapat banyak tambahan aksesoris berupa perhiasan emas, cincin dan peniti rantai yang menambah nilai estetika.

Pakaian Pengantin Jawa Barat

Beralih ke pakaian pengantin untuk masyarakat Jawa Barat yang berupa kebaya. Kebaya Sunda sudah cukup terkenal dan diminati orang banyak, tampilannya juga lebih modern. Selain itu, kebaya Sunda juga diberi tambahan aksesoris yang mewah.

Walaupun kebaya merupakan salah satu pakaian adat Bandung Jawa Barat, unsur adatnya kini sudah mulai ditinggalkan.

Dulunya, kebaya pengantin ini terinspirasi dari busana putri raja Sunda. Bagian atasnya menggunakan kebaya putih cerah dan bawahannya menggunakan batik kebat Lereng Eneng Prada.

Aksesoris yang biasanya digunakan oleh pengantin adalah kalung, cincin, gelang dan semuanya terbuat dari permata.

Bagian kepalanya menggunakan mahkota perhiasan yang sering disebut dengan siger. Tampilan ini menjadikan pengantin perempuan tampak cantik.

Siger Sunda ini dibuat dari campuran logam dengan berat 1,5 sampai 2 kilogram. Siger Sunda memiliki filosofinya sendiri yaitu menggambarkan tingginya kebijaksanaan, kearifan, dan rasa hormat dalam acara pernikahan.

Aksesoris yang digunakan ini menggambarkan tentang kebijaksanaan dan kehormatan dari perempuan Suku Sunda.

Sedangkan untuk pengantin pria berupa jas prangwedana yang warnanya senada dengan kebaya perempuan. Bawahannya juga sama-sama mengenakan kain batik.

Untuk aksesoris pria menggunakan penutup kepala, membawa keris di pinggang belakang, dan hiasan permata. Memang masyarakat Sunda memiliki pakaian adat yang sangat mewah.

Mojang Jajaka

Mojang Jajaka
image by: awsimages.detik.net.id

Sebelumnya pernah mendengar Mojang Jajaka? Mojang Jajaka merupakan pakaian adat yang hanya digunakan untuk acara tertentu saja.

Biasanya digunakan oleh anak-anak muda untuk memperkenalkan kebudayaan dari Jawa Barat ke khalayak luas.

Pakaian adat Jawa Barat yang satu ini dibuat dengan kesan santai dan lebih fleksibel untuk ukuran baju adat.

Mojang Jajaka perempuan biasanya menggunakan kebaya polos dengan bawahan berupa balutan kain kebat serta ikat pinggang beubeur dan selendang sebagai pelengkap.

Alas kakinya menggunakan warna yang senada dengan kebayanya. Berbeda dengan baju pria yang dibentuk jas atau beskap tertutup dan bawahan berupa celana panjang.

Warnanya juga sama dengan kebaya perempuan agar bisa tampil serasi di muka umum.
Hiasannya hanya digunakan oleh pria berupa penutup kepala. Sedangkan alas kakinya menggunakan alas kaki yang cocok untuk tampil di acara-acara formal.

Beskap

beskap
image by: bukalapak.com

Beskap merupakan pakaian adat yang digunakan oleh laki-laki untuk acara formal seperti pertemuan skala nasional, upacara adat, dan pernikahan. Beskap biasanya berwarna hitam polos yang terbuat dari kain tebal dengan kerah tinggi tanpa lipatan.

Pakaian adat Jawa Barat dan keunikannya ini memiliki bagian depan dan belakang yang tidak simetris.

Tujuannya adalah untuk memudahkan ketika hendak menaruh keris di bagian belakang. Karena bentuknya tidak simetris, kancingnya dibuat menyamping.

Beskap cocok digunakan dengan kain jarik dengan motif khas Jawa Barat. Selain tambahan kain jarik, penggunaan beskap juga disandingkan dengan alas kaki agar terlihat formal.

Bedahan

Ada lagi pakaian adat bernama Bedahan yang menjadi ciri khas Jawa Barat. Bedahan adalah pakaian yang sering digunakan oleh kaum menengah saja dan rata-rata berprofesi sebagai saudagar atau pedagang. Aksesoris yang digunakan juga berbeda dari kalangan biasa.

Aksesorisnya berupa manik-manik indah sedangkan warna pakaiannya biasanya menggunakan warna cerah.

Adapun untuk bawahannya menggunakan kain kebat batik dengan motif Jawa Barat. Aksesoris tambahannya berupa kalung, anting, cincin perak, atau emas.

Pakaian adat Jawa Barat ini juga dilengkapi dengan ikat pinggang atau beubeur dan alas kaki selop bernama kelom geulis.

Bedahan milik pria biasanya berwarna putih dan desainnya mirip baju takwa. Adapun bawahannya juga menggunakan kain kebat batik.

Alas kaki yang digunakan oleh pria adalah terompah dari kayu, ikat kepala, arloji, dan beubeur. Arloji rantai emasnya diletakkan menggantung pada saku bajunya. Sangat mewah, bukan?

Kebaya Sunda

kebaya
image by: voi

Kebaya Sunda adalah pakaian adat yang cukup populer di masyarakat. Kebaya Sunda umumnya menggunakan warna-warna cerah seperti ungu muda, marun, merah, kuning, dan putih. Sekilas Kebaya Sunda ini memang mirip dengan kebaya dari Jawa Timur atau Jawa Tengah.

Perbedaannya hanya terdapat pada bentuk lehernya saja. Bagian bawahnya menggunakan kain jarik bermotif batik dan tambahan aksesoris berupa gelang, cincin, kalung, giwang, tusuk konde, dan sebagainya. Pakaian adat Jawa Barat ini digunakan oleh semua kalangan dari bawah hingga kelas atas.

Akan tetapi, ada juga kebaya yang dibuat dengan motif atau corak berbeda dan itu melambangkan status sosial seseorang. Tentu saja bahan yang digunakannya juga lebih berkualitas.

Baju Adat Anak-Anak

Anak-anak di Suku Sunda juga memiliki pakaian adatnya sendiri baik untuk anak perempuan maupun anak laki-laki. Baju adat untuk anak-anak ini biasanya digunakan dalam kehidupan sehari-hari yang perempuan memakai kebaya dan kain kebat.

Beberapa pakaian adat untuk anak-anak dipakai hanya ketika mendatangi acara-acara formal saja seperti wisuda sekolah atau Hari Kartini.

Pakaian adat Jawa Barat memang lebih sedikit dibanding pakaian dari wilayah Jawa lainnya. Meskipun begitu, pakaian khas Jawa Barat terkenal mewah dengan tambahan aksesoris yang terbuat dari perak, emas, dan permata.