5 Hewan Metamorfosis Tidak Sempurna Beserta Penjelasannya Lengkap

Metamorfosis Tidak Sempurna
image by: wikimedia.org

Waktuku.com – Metamorfosis tidak sempurna merupakan proses daur hidup hewan yang dapat menyebabkan bentuk tubuhnya tidak mengalami perubahan yang signifikan pada saat menetas atau pun lahir, di masa dewasanya nanti. Ada beberapa hewan di dunia yang mengalami jenis metamorfosis ini.

Di dalam metamorfosis jenis ini, hewan hanya akan mengalami 3 fase saja, yaitu telur, nimfa, dan imago.

Maka dari itu, disini dikatakan sebagai metamorfosis yang tidak sempurna. Sebab, jika melihat dari proses metamorfosis yang pada umumnya terjadi, prosesnya akan lebih rinci dan lengkap.

Apa Itu Metamorfosis Tidak Sempurna

Sebelum kita masuk ke pembahasan tentang metamorfosis tidak sempurna, ada baiknya jika Anda mengetahui terlebih dahulu pengertian dari istilah metamorfosis itu sendiri.

Pada dasarnya, metamorfosis adalah perubahan bentuk yang terjadi pada hewan, khususnya serangga.

Di dalam metamorfosis ini, akan terbagi 2 jenis diantaranya yaitu metamorfosis sempurna dan tidak sempurna.

Untuk metamorfosis sempurna sendiri ialah proses perkembangan biologi pada hewan, yang di dalamnya akan melibatkan perubahan penampilan fisik yang terjadi setelah menetas atau lahir.

Hal ini terlihat sangat berbeda jika dibandingkan dengan metamorfosis tidak sempurna, yang di dalam prosesnya tidak akan melibatkan perubahan penampilan fisik yang signifikan seperti ini.

Dengan begitu, bisa dipastikan bahwa pada metamorfosis jenis ini hewan hanya akan melalui 3 fase saja.

Nantinya, di dalam tahapan atau proses metamorfosis tidak lengkap (sempurna) ini, tahapan menjadi kepompong tidak akan termasuk di dalamnya.

Maka dari itu, disinilah letak perbedaan antara kedua jenis metamorfosis yang ada dalam dunia biologi ini.

5 Contoh Hewan yang Mengalami Metamorfosis Tidak Sempurna

Jika Anda melihat contoh gambar metamorfosis tidak sempurna yang ada di internet, Anda pasti akan melihat gambar-gambar hewan seperti belalang, kecoa, capung, cocopet, hingga jangkrik. Ya, serangga-serangga ini memang termasuk contoh yang tepat dalam hal ini.

Mengapa beberapa serangga yang disebutkan di atas termasuk contoh yang tepat dalam hal ini? Sebab pada proses metamorfosisnya, mereka hanya mengalami 3 fase saja dan melewatkan tahapan kepompong, sementara untuk lebih jelasnya Anda bisa menyimak penjelasan berikut ini:

1. Belalang

belalang
image by: wikimedia.org

Contoh yang paling pertama adalah belalang. Belalang sendiri termasuk salah satu jenis serangga yang ada banyak di Indonesia maupun di negara-negara lainnya.

Kendati demikian, masih ada banyak orang yang belum tahu bahwa belalang akan melalui proses metamorfosis yang tidak sempurna.

Proses metamorfosis yang dilalui oleh belalang akan sangat sederhana, sehingga tidak mengherankan jika belalang termasuk contoh yang tepat dalam hal ini.

Nantinya, belalang hanya akan melalui 3 fase saja, yaitu telur, nimfa atau bayi belalang, dan berlanjut menjadi belalang dewasa.

Baca juga: Daur Hidup Belalang

Dalam hal ini, bisa Anda lihat sendiri bagaimana tahapan kepompong tidak ada dalam proses tersebut, dan hal ini bisa menjadi ciri yang jelas dari proses metamorfosis tidak sempurna.

Selain itu, nantinya belalang juga tidak akan mengalami perubahan total dari fase nimfa ke fase dewasa, sehingga anatomi tubuhnya akan sama persis.

2. Kecoa

kecoa
image by: wikimedia.org

Selain belalang, kecoa juga bisa menjadi contoh yang paling tepat dalam hal ini. Salah satu hewan yang sering membuat orang-orang takut dan jijik ini memang termasuk contoh hewan yang mengalami proses metamorfosis tidak lengkap atau sempurna.

Di dalam proses metamorfosis yang dilalui seekor kecoa, hanya akan ada 3 fase saja, dan di dalam 3 fase ini tahapan kepompong tidak termasuk.

Baca juga: Daur Hidup Kecoa

Kecoa tidak hanya bisa ditemui di negara Indonesia saja, tapi hampir di seluruh permukaan bumi lainnya pun juga akan ada hewan ini.

Dikarenakan kecoa sendiri tidak hanya terdiri dari 1 jenis saja, jadi Anda tidak perlu heran jika ada beberapa kecoa yang memiliki bentuk tubuh berbeda.

Dengan demikian, Anda hanya perlu berpikir bahwa kecoa tersebut hanya memiliki jenis yang berbeda saja.

3. Capung

capung dewasa
image by: iucn.org

Capung termasuk salah satu jenis hewan di dunia ini yang sangat mudah untuk kita temui. Bahkan sekali Anda keluar rumah, kemungkinan besar Anda sudah bisa bertemu dengan seekor capung yang sedang berterbangan di depan rumah Anda.

Apalagi, jika di depan rumah Anda tersedia perkebunan asri yang dapat membuat capung betah untuk berlama-lama di tempat tersebut.

Tentu Anda akan semakin mudah untuk bertemu dan melihat pemandangan capung di dekat rumah.

Sementara itu, alasan mengapa capung dikatakan sebagai contoh hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna adalah, karena ketika hewan ini melalui proses metamorfosis, tidak akan ada perubahan besar dalam anatomi tubuhnya.

Selain itu, capung juga akan lebih sering hinggap di tempat yang tidak jauh dengan air, karena mereka umumnya akan meletakkan telurnya di atas permukaan air yang tenang atau daun yang basah.

Baca juga: Daur Hidup Capung

Kendati demikian, ada juga beberapa capung lainnya yang meletakkan telurnya di atas aliran air yang deras.

4. Cocopet

cocopet
image by: idntimes.com

Nama lain dari cocopet adalah earwig. Ya, mungkin Anda masih merasa asing dengan nama serangga yang satu ini, tetapi untuk bentuknya sendiri mungkin Anda sudah merasa familiar, karena bentuk dari cocopet cukup mirip dengan bentuk tubuh kecoa.

Pada dasarnya, cocopet akan lebih mudah untuk Anda temui di malam hari, karena hewan ini memang akan sangat aktif ketika malam hari sudah tiba. Cocopet bisa berpindah tempat dengan mudah meski jaraknya tergolong sangat jauh.

Untuk fase metamorfosis yang dilalui cocopet sendiri adalah telur, nimfa atau bayi cocopet, dan diakhiri dengan menjadi cocopet dewasa.

Pada saat proses metamorfosis ini berlangsung, fase nimfa dan fase dewasa dari cocopet tidak akan melalui perubahan tubuh atau fisik yang signifikan.

Maka dari itu, disini kami sebutkan bahwa cocopet termasuk salah satu contoh hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna.

5. Jangkrik

Jangkrik
image by: http://t3.gstatic.com

Serangga yang memiliki suara unik ini juga termasuk dalam contoh hewan yang mengalami proses metamorfosis tidak lengkap atau sempurna.

Dengan demikian, bisa dipastikan bahwa jangkrik hanya akan mengalami 3 fase saja dalam proses metamorfosisnya.

Selain itu, antara fase nimfa dan fase dewasa jangkrik ini juga tidak akan ada perubahan fisik yang signifikan, sehingga semakin bisa dipastikan bahwa jangkrik termasuk salah satu contoh hewan yang mengalami.

Nantinya, pada saat musim kawin tiba jangkrik betina akan menghasilkan sekitar 500 telur, dan telur-telur ini akan membutuhkan waktu sekitar 2-3 hari untuk menetas.

Dengan begitu, bisa dipastikan bahwa jangkrik termasuk hewan yang paling cepat dalam menyelesaikan proses metamorfosisnya.

Sebenarnya, informasi tentang metamorfosis tidak sempurna seperti ini sudah sering dibahas ketika Anda masih duduk di bangku sekolah. Namun, ada kemungkinan yang cukup besar bahwa Anda akan sedikit lupa tentang hal ini.

Maka dari itu, disini kami membahasnya lagi supaya Anda bisa mengingatnya kembali. Dengan demikian, bagi Anda yang suka mengoleksi serangga-serangga unik di rumah, Anda bisa membedakan manakah jenis serangga yang akan melalui jenis metamorfosis satu ini.