Kalimat Pasif: Pengertian, Contoh, Ciri-Ciri, dan Jenis

Kalimat Pasif
image by: nakedsecurity.sophos.com

Waktuku.com – Kalimat pasif merupakan kebalikan dari kalimat aktif, karena yang berperan penting dalam kalimat ini adalah objeknya.

Dengan begitu, subjek dalam kalimat ini akan dikenai pekerjaan atau tindakan jenis lainnya. Jadi, fokus utama dari kalimat ini akan terletak pada orang atau benda yang terdampak.

Pada dasarnya, jenis kalimat ini juga pasti sering Anda dengar di kehidupan nyata maupun bacaan-bacaan yang sering Anda koleksi setiap harinya.

Namun, ada perbedaan objek yang digunakan pada kalimat ini, karena verba yang digunakan dalam kalimat ini adalah verba pasif.

Kalimat Pasif Adalah dan Contohnya yang Lengkap

Untuk pengertian dari kalimat pasif sendiri adalah sebuah kalimat yang subjeknya akan dikenai pekerjaan atau tindakan tertentu, sehingga titik fokus dalam kalimat ini akan terletak pada kata kerja yang ada di dalamnya.

Selain itu, jenis kalimat ini juga bisa menggunakan kata benda, kelompok kata benda atau frasa nomina, maupun klausa yang akan berperan sebagai subjek.

Untuk lebih jelasnya, akan lebih baik jika Anda memahami beberapa contohnya berikut ini:

1. “Baju yang Sama Dipakai oleh Amanda dan Dania”

Contoh yang satu ini merupakan kalimat pasif yang dihasilkan dari kalimat aktif yang berbunyi Amanda memakai baju yang sama dengan Dania.

Dalam hal ini, Anda bisa menilai sendiri bagaimana perbedaan antara kedua jenis kalimat ini, meski pesan yang ingin disampaikannya sama saja.

Kalimat ini pada dasarnya bisa diciptakan dengan melihat contoh dari kalimat aktif yang sudah ada.

Namun, untuk mengubahnya dengan menggunakan cara yang tepat, Anda perlu mengetahui bagaimana cara mengubahnya yang baik dan benar.

Untuk itu, jika Anda masih belum tahu bagaimana cara yang tepat untuk mengubah kalimat aktif menjadi pasif, akan lebih baik jika Anda mempelajarinya terlebih dahulu.

2. “Liburan ke Lombok Sudah Direncanakan oleh Tia Sejak 1 Bulan yang Lalu”

Dengan melihat contoh yang satu ini, Anda bisa melihat sendiri bagaimana subjek tidak terlalu terfokus dalam kalimat ini.

Sementara itu, untuk contoh ini sendiri adalah hasil modifikasi dari kalimat aktif yang berbunyi Tia sudah merencanakan liburan ke Lombok sejak 1 bulan yang lalu.

Selain itu, contoh ini juga memperlihatkan secara jelas bagaimana subjek dikenai sebuah pekerjaan atau tindakan tertentu, sehingga hal ini akan menjadi jawaban yang tepat mengapa kalimat tersebut termasuk dalam contoh kalimat pasif yang bisa Anda pahami dengan baik.

3. “Majalah Gadis Dibaca oleh Kakak”

Untuk contoh yang ketiga ini merupakan hasil dari kalimat aktif yang berbunyi kakak membaca majalah Gadis. Jika peran kakak dalam kalimat aktif akan sangat besar, untuk di dalam kalimat pasif peran kakak tidak terlalu difokuskan secara jelas.

Pada dasarnya, untuk membuat kalimat jenis ini akan sangat mudah untuk dilakukan. Apalagi, mengingat kalimat jenis ini juga dapat diambil dari kalimat aktif yang telah disampaikan oleh seseorang tertentu, hanya saja Anda perlu mengubah imbuhan kata yang digunakan dalam kalimat tersebut.

4. “Bendera Merah-Putih akan Dikibarkan oleh Andre di Lapangan”

Dengan memahami contoh yang paling terakhir namun tidak kalah penting ini, kemungkinan besar Anda akan semakin dengan perbedaan dari kalimat aktif dan pasif.

Untuk contoh ini sendiri berasal dari kalimat aktif yang berbunyi Andre mengibarkan bendera Merah-Putih di lapangan. Dalam hal ini, bisa dilihat bagaimana imbuhan kata yang digunakan dalam kalimat tersebut saling berbeda satu sama lain.

Ciri-Ciri Kalimat Pasif

Umumnya, kalimat pasif digunakan untuk menunjukkan ketertarikan pada seseorang maupun objek, yang nantinya akan dikenai sebuah tindakan dan bukan pihak subjeknya sendiri yang akan melakukan tindakan tersebut. Hal inilah yang menjadi perbedaan antara kalimat aktif dan pasif.

Sementara itu, sama halnya seperti jenis kalimat lainnya yang memiliki ciri-cirinya masing-masing, kalimat berbentuk pasif juga memiliki ciri-cirinya tersendiri yang membuatnya berbeda dengan jenis kalimat lainnya. Jadi, Anda perlu mengetahuinya secara jelas dan lengkap, yang antara lainnya adalah:

1. Awalan Imbuhan Kata yang Digunakan

Sama halnya seperti kalimat aktif, kalimat ini juga akan memiliki ciri utama yang bisa dilihat dari awalan imbuhan kata pada predikatnya.

Jika kalimat aktif akan menggunakan imbuhan kata me- atau ber-, untuk jenis kalimat ini umumnya akan menggunakan imbuhan kata di-, ter-, dan ke-an.

Dengan menggunakan imbuhan kata seperti ini, kata kerja atau predikat dalam kalimat akan semakin terlihat jelas.

Dengan begitu, tujuan dari pengucapan kalimat ini sendiri bisa tersalurkan dengan tepat, sehingga orang yang mendengar atau membacanya bisa lebih memahami pesan dalam kalimat itu.

2. Di Dalamnya Terkandung Bentuk Diri atau Pesona Ku- dan Kau-

Ciri lain dari kalimat jenis ini adalah di dalamnya akan terkandung bentuk diri atau pesona ku- dan kau-.

Dalam hal ini, bisa dipastikan bahwa subjek tidak akan diucapkan atau ditulis dalam awal kalimat, dan biasanya objeklah yang akan diucapkan atau ditulis terlebih dahulu.

Dengan adanya bentuk diri atau pesona ku- dan kau- seperti ini, membuat kalimat ini akan lebih mudah untuk dipahami.

Dengan begitu, pesan yang ingin disampaikan oleh penulis kalimat tersebut bisa tersampaikan dengan mudah dan tepat.

Jenis-Jenis Kalimat Pasif

Di dalam kalimat jenis ini, akan dilengkapi dengan berbagai macam jenis lagi, sehingga hal ini juga sangat penting untuk Anda ketahui secara jelas.

Sebab, masing-masing jenis ini akan memiliki karakter yang berbeda satu sama lain, sehingga Anda perlu mengetahuinya secara satu per satu.

Hemat waktu, sekarang mari kita bahas apa saja jenis-jenis dari kalimat pasif yang perlu untuk Anda ketahui secara keseluruhannya, yaitu:

1. Transitif

Untuk jenis yang satu ini, akan membutuhkan objek yang berguna untuk melengkapi susunan kalimat secara lebih baik dan mudah dipahami.

Jadi, di dalam ini peran objek akan sangat besar, sehingga ketika Anda hendak membuat jenis kalimat ini Anda tidak boleh melewatkan objek di dalamnya.

2. Semitransitif

Berbeda dengan jenis transitif yang di dalamnya akan membutuhkan objek, untuk jenis semitransitif objeknya bisa diganti dengan kata keterangan atau pelengkap.

Namun, meski begitu peran objek tetaplah penting, hanya saja objek ini bisa diganti dengan kata keterangan atau pelengkap tersebut.

3. Tindakan

Di dalam jenis kalimat ini, posisi predikat akan berperan sebagai pembentuk aktivitas atau tindakan.

Nantinya, predikat dalam kalimat ini akan berimbuhan di-kan, sehingga makna dalam kalimat ini bisa tersampaikan secara lebih jelas dan tepat.

4. Keadaan

Jika jenis sebelumnya akan lebih berfokus pada tindakan yang terjadi di dalam kalimat tersebut, untuk jenis kalimat ini akan lebih berfokus pada pembentuk keadaan yang ada dalam kalimat itu sendiri.

Dengan begitu, imbuhan kata yang digunakan umumnya adalah ke-an, sehingga makna dapat terlihat lebih jelas.

Pemahaman tentang kalimat pasif memang penting untuk Anda ketahui, apalagi jika Anda tertarik dengan ilmu bahasa Indonesia.

Karena kalimat jenis ini sendiri sering diucapkan di kehidupan sehari-hari, jadi Anda tidak akan kesulitan untuk mencari contohnya yang tepat.