Kalimat Efektif: 6 Ciri-Ciri, Unsur dan Perbedaan

Kalimat Efektif
image by: ecc.ac.th

Waktuku.com – Kalimat efektif banyak ditemukan dalam sebuah karya sastra, baik itu tulisan ilmiah maupun karya tulis yang lainnya.

Dalam sebuah karya tulis, terdapat beberapa kumpulan kalimat yang mengandung sebuah gagasan tertentu.

Agar pembaca dapat memahami gagasan yang terkandung dalam sebuah karya tulis tersebut, maka digunakan kalimat penyusun yang sifatnya efektif.

Kenapa kalimat ini penting? Agar tulisan tersebut tidak cenderung bertele-tele hingga sulit untuk dipahami.

Kalimat Efektif

Dilansir dari Wikipedia, yang dimaksud dengan kalimat yang efektif adalah kalimat yang disusun berdasarkan aturan atau kaidah-kaidah yang berlaku.

Contohnya adalah unsur-unsur penting yang harus ada dalam setiap kalimat, berupa subjek dan predikat.

Selain itu kalimat ini harus memperhatikan ejaan yang digunakan sesuai EYD dan pemilihan diksi (kata) yang tepat dalam kalimat tersebut.

Karya tulis ini harus memenuhi kaidah tersebut, agar mudah dipahami baik oleh pembaca maupun pendengar.

Sedangkan menurut JS Badudu, kalimat efektif merupakan sebuah kalimat yang baik. Sebab apa yang dirasakan dan dipikirkan oleh si penulis, dapat diterima dan dipahami oleh pembaca secara sama. Jadi apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh penulis sama dengan yang dirasakan oleh pembaca.

Ciri-Ciri Kalimat Efektif

Jika ditinjau dari pengertian dan mengacu dari literatur yang ada, diketahui bahwa kalimat ini memiliki ciri-ciri yang melekat di dalamnya.

Secara umum ciri yang bisa dilihat adalah adanya kesepadanan, keparalelan, kecermatan, kepaduan, kehematan, dan kelogisan.

1. Kesepadanan

Kalimat yang efektif memiliki ciri kesepadanan atau keseimbangan. Dalam hal ini keseimbangan yang dimaksud adalah keseimbangan antara gagasan dengan struktur bahasa yang digunakan. kesepadanan ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

– Terdapat subjek dan predikat yang jelas
Contoh: Hadirin dimohon berdiri.
– Tidak terdapat subjek ganda
Contoh: Bagi saya soal itu kurang sulit.
– Beberapa kata penghubung intrakalimat tidak dipergunakan pada kalimat tunggal.

Contohnya sehingga, lalu, kemudian, sedangkan, atau, dan, bahkan.

Contoh: Kami datang agak terlambat sehingga tidak bisa ikut acara pertama.

2. Keparalelan

Yang dimaksud dengan keparalelan yaitu kesejajaran atau kesamaan bentuk kata yang dipergunakan dalam sebuah kalimat.

Artinya adalah apabila bentuk pertama menggunakan ungkapan nominal, maka pada bentuk kedua dan seterusnya juga menggunakan kalimat nominal.

Contoh: Semakin berumur seharusnya manusia bisa semakin bermoral, bertanggung jawab, dan bijaksana.

3. Kehematan

Ciri kehematan yaitu menghindari beberapa penggunaan frase, kata, ataupun bentuk lainnya yang tidak diperlukan. Secara rinci ciri dari bentuk kehematan ini antara lain.

A. Menghindari penggunaan subjek yang tidak diperlukan.

Contoh: Karena dia tidak diundang, dia tidak datang pada pernikahan itu.

Seharusnya: Karena tidak diundang, dia tidak datang pada pernikahan itu.

B. Hindari penggunaan superordinat yang ada pada hiponimi kata.

Contoh: Dia memakai baju warna hijau

Seharusnya: Dia memakai baju hijau.

C. Menghindari kesinoniman satu kalimat.

Contoh: Mulai dari sejak pagi hari dia hanya termenung saja.

Seharusnya: Sejak pagi dia hanya termenung.

D, Menghindarkan penjamakan kata-kata berbentuk jamak

Contoh: Masih ada banyak hal-hal yang harus didiskusikan.

Seharusnya: Masih banyak hal yang harus didiskusikan.

4. Kecermatan

Kecermatan dalam sebuah kalimat yang efektif, dimaksudkan sebagai kalimat yang tepat dalam pilihan kata, serta tidak menimbulkan pengertian ganda.

Contoh: Saya suka menonton pertunjukan tari kecak.

5. Kepaduan

Dalam sebuah kalimat yang efektif, kepaduan dimaksudkan sebagai sebuah kepaduan pernyataan dalam kalimat. Tujuannya adalah agar informasi yang disampaikan dapat secara utuh dan tidak terpecah-pecah.

A. Kalimat yang tidak bertele-tele

Contoh;

Penetapan bahasa Indonesia sebagai bahasa kesatuan Bangsa Indonesia sangat mudah. hal tersebut karena pada masa perjuangan, rakyat dari Sabang hingga Merauke merasakan nasib yang sama, seperjuangan, serta memiliki satu cita-cita.

Dengan kesadaran ini serta pemikiran yang mantap, rakyat menetapkan bahasa Indonesia menjadi bahasa kesatuan.

B. Kalimat padu menggunakan pola aspek + agen + verbal secara tertib pada kalimat yang memiliki predikat personal.

Contoh: Pesan itu telah saya terima.

Adanya kalimat padu tanpa menyisipkan sebuah kata di antara predikat kata kerja transitif dengan objek penderita.

Contoh; Mahasiswa harus sadar tentang pentingnya perpustakaan.

6. Kelogisan

Kelogisan dalam kalimat ini merupakan sebuah ide yang dapat diterima oleh akal. Selain itu unsur kelogisan ini ditunjukkan dengan kesesuaian ejaan yang berlaku.

Contoh:

Yang terhormat Bapak Direktur PT Aman Surabaya, kami persilakan untuk dapat memberikan sambutan sekaligus membuka rapat kerja ini.

Syarat Kalimat Efektif

Kalimat efektif yang dipergunakan dalam sebuah karya tulis, bukan hanya memiliki ciri yang melekat padangan. Namun juga memiliki syarat dimana sebuah kalimat dinyatakan sebagai kalimat yang efektif. Adapun syarat tersebut antara lain.

1. Kebenaran

Sebuah kalimat akan disebut efektif apabila didasarkan pada penulisan yang baik. Kalimat tersebut juga harus ditulis dengan benar sesuai kaidah ejaan yang dianjurkan. Kaidah tentang kebahasaan ini, mengikuti tata bahasa yang baku dan ketat.

2. Kepaduan

Maksud dari kepaduan disini adalah berkaitan dengan logika sebuah kalimat. Pemilihan kata dalam penyusunan kalimat harus saling berpadu. Hasilnya adalah sebuah kalimat yang tidak sumbang yang menjadi utuh.

Unsur Kalimat Efektif

Kalimat yang efektif dalam penulisannya terdiri dari subjek, objek, predikat, dan juga keterangan.

Sedangkan syarat untuk membuat kalimat yaitu, harus terpenuhi minimal dengan adanya unsur subjek dan predikat.

Namun untuk kalimat yang efektif, perlu adanya objek atau keterangan agar menjadi kalimat utuh.

– Subjek merupakan bagian dari sebuah kalimat, dimana keberadaannya menunjukkan pelaku. Subjek dapat berupa orang, benda, atau tempat.

– Predikat adalah bagian dari sebuah kalimat sebagai petunjuk tentang apa yang dilakukan oleh subjek. Predikat tersebut biasanya berupa sebuah kata kerja.

– Objek yaitu sebuah bagian kalimat dimana menunjukkan tentang benda atau hal yang menjadi sasaran objek. Pada umumnya objek ini berupa nomina.

– Keterangan yaitu sebuah kalimat yang menunjukkan tentang tujuan cara, sebab-akibat, waktu, dan tempat. Biasanya keterangan ini ditandai dengan adanya penggunaan kata hubung atau konjungsi.

Perbedaan Kalimat Efektif dan Kalimat Tidak Efektif

Kalimat yang efektif memiliki lawan kata yaitu kalimat tidak efektif. Apabila dilihat dari pengertiannya, kalimat yang efektif merupakan kalimat dengan bentuk yang singkat dan padat. Sedangkan kalimat tidak efektif adalah kalimat yang cenderung panjang dan lebih berbelit.

PembedaKalimat EfektifKalimat Tidak Efektif
Bentuk KalimatSingkat dan padatBertele-tele
Pemahaman pembacaLebih mudah dipahamiMembuat bingung dan sulit dipahami
Kelengkapan unsur kalimatUnsur kalimat cenderung lengkap dan eksplisit. Minimal terdapat subjek dan predikatUnsur kalimat tidak lengkap, sebab terdapat hilangnya subjek dan predikat.
Sifat Logis dan bisa diterima akal sehatTidak logis
Susunan kalimatJelas dan ringkasSusunan kalimat rancu dan tidak sesuai dengan struktur bahasa Indonesia.

Penulisan karya tulis akan selalu berhubungan dengan penggunaan kalimat efektif. Bentuk kalimat ini memang lebih banyak digunakan, karena memiliki sifat yang logis, singkat, dan jelas. Kalimat tidak terlalu panjang, namun para pembaca dapat langsung menerima maksud dari kalimat tersebut.