3 Penjelasan Gelombang Transversal, Wajib Tahu Bedanya dengan Gelombang Longitudinal

Gelombang Transversal
image by: utaratimes.pikiran-rakyat.com

Waktuku.com – Gelombang transversal adalah jenis gelombang yang dikategorikan berdasarkan arah rambatnya. Selain gelombang transversal, ada pula gelombang longitudinal.

Gelombang adalah sebuah getaran yang merambat dan membawa energi selama perjalanan merambatnya. Berdasarkan arah rambatnya itulah gelombang dibedakan menjadi dua, yaitu transversal dan longitudinal.

Nah, kali ini akan dibahas tentang segala hal mengenai gelombang transversal. Seperti apa? Yuk, simak pembahasannya berikut ini!

Ketahui Tentang Gelombang Transversal

1. Apa Itu Gelombang Transversal

image by: kelaspintar.id

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, gelombang adalah getaran yang merambat dan mengandung energi. Untuk merambat, gelombang membutuhkan medium yang berupa zat padat, cair, maupun gas.

Gelombang dapat dibedakan berdasarkan jenisnya, yaitu menurut arah perambatannya (transversal dan longitudinal), menurut kebutuhan medium perambatannya, dan berdasarkan amplitudonya.

Nah, kali ini kita akan membahas gelombang transversal yang merupakan jenis gelombang berdasarkan arah perambatannya.

Gelombang transversal adalah gelombang yang arah getarannya tegak lurus terhadap arah gelombang. Secara sederhana, gelombang ini bergerak tegak lurus terhadap arah energi.

Apabila energi yang ditransfer adalah dari arah kiri ke kanan, maka gelombang tersebut akan bergerak naik dan turun dari arah kiri ke kanan.

Salah satu contoh dari penerapan gelombang transversal ini adalah gelombang yang terjadi pada permukaan air.

Seringkali banyak yang merasa bingung membedakan antara gelombang transversal dengan gelombang longitudinal.

Gelombang longitudinal sendiri merupakan gelombang yang arah getarnya sejajar atau berhimpit dengan arah rambatnya. Bentuk dari gelombang longitudinal memang cukup unik karena melingkar dan memiliki rapatan serta renggangan.

Gelombang transversal dan longitudinal memiliki perbedaan dari aspek arah rambatnya, perbedaan bentuk gelombang, hingga penerapan gelombangnya.

2. Contoh Gelombang Transversal

Contoh Gelombang Transversal
image by: akupintar.id

Di dalam kehidupan sehari-hari, ada beberapa contoh di mana kita bisa menemukan penerapan gelombang transversal, yaitu:

– Gelombang Cahaya, gelombang ini mampu memancarkan cahaya secara searah dengan rambat gelombang.

– Gelombang Tali. merupakan gelombang yang akan tercipta ketika menggerakkan tali ke atas dan ke bawah.

– Gelombang Air, gelombang ini akan tercipta apabila menjatuhkan sebuah benda keras ke air, terutama air yang sedang tenang.

– Gelombang Bunyi, adalah gelombang yang memiliki sifat mampu mengubah kerapatan udara sehingga akan terdengar oleh telinga manusia.

– Gelombang Seismik, sebuah gelombang yang mirip dengan gempa bumi dikarenakan gelombang ini mampu dapat mengubah kerapatan pada tanah.

– Gelombang pegas, salah satu jenis gelombang yang dapat membentuk kerapatan ketika ditekan, dan membentuk sebuah renggangan apabila dilepaskan.

3. Perbedaan Gelombang Transversal dan Gelombang Longitudinal

– Gelombang longitudinal memiliki getaran partikel yang bergerak mengikuti arah rambat. Sedangkan partikel dari gelombang transversal bergetar dalam arah yang tegak lurus.

– Gelobang longitudinal dihasilkan dengan adanya bentuk rapatan dan regangan dalam arah yang sama. Sedangkan gelombang transversal bergerak dengan menggunakan puncak dan lembah, dan bergerak dengan arah atas dan bawah dalam keadaan tegak lurus.

– Gelombang transversal tidak dapat merambat menggunakan gas, sementara gelombang longitudinal bisa merambat lewat medium gas.

– Gelombang longitudinal membutuhkan tempat yang memiliki tekanan dan kepadatan yang cenderung maksimum, sementara gelombangn transversal tidak demikian.

Komponen pada Gelombang Transversal

Komponen pada Gelombang Transversal
hot.liputan6.com

Gelombang yang satu ini juga memiliki komponennya tersendiri, di antaranya:

1. Simpangan: Jarak suatu titik yang ada pada gelombang terhadap posisi setimbang.

2. Puncak Gelombang: Titik tertinggi yang terdapat pada gelombang.

3. Dasar Gelombang: Sebuah titik terendah yang ada pada gelombang.

4. Bukit Gelombang: Lengkungan atas gelombang yang berada pada posisi setimbang.

5. Lembah Gelombang: Lengkungan bawah pada sebuah gelombang yang ada di posisi setimbang.

6. Amplitudo: Jarak puncak atau dasar gelombang terhadap posisi setimbangnya.

7. Panjang Gelombang: Yakni panjang satu kali gelombang yang diukur dengan satu bukit ditambah satu lembah.

8. Periode Gelombang: Waktu yang dibutuhkan untuk menempuh satu kali gelombang.

9. Frekuensi Gelombang: Banyaknya gelombang yang dapat dihasilkan dalam tiap satu satuan waktu.

10. Cepat Rambat Gelombang: Jarak yang mampu ditempuh oleh gelombang tersebut dalam setiap satu satuan waktu.

Jenis Gelombang Lainnya

Tak hanya dibedakan berdasarkan arah rambatannya, gelombang juga dibedakan menjadi kebutuhan medium untuk perambatannya dan berdasarkan amplitudonya.

1. Gelombang Menurut Medium Perambatan

Berdasarkan medium perambatannya, gelombang dibedakan menjadi gelombang mekanik dan gelombang elektromagnetik.

– Gelombang Mekanik

Gelombang mekanik merupakan gelombang yang membutuhkan medium untuk tempat merambatnya. Contohnya adalah gelombang pada tali dan juga gelombang bunyi.

– Gelombang Elektromagnetik

Gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang energi serta momentumnya dibawa oleh medan listrik dan medan magnet, dan dapat menjalar melalui vakum tanpa perlu adanya medium dalam perambatan gelombangnya.

2. Gelombang Menurut Amplitudonya

– Gelombang Berjalan

Gelombang berjalan merupakan jenis gelombang yang amplitudonya bersifat tetap. Hal ini berarti setiap titik yang dilalui maka gelombang amplitudonya ajan selalu dalam ukuran sama besar.

Salah satu contoh dari gelombang berjalan adalah gelombang yang ada di air.

– Gelombang Stasioner

Gelombang ini merupakan perpaduan antara gelombang yang datang, dengan gelombang memantul yang amplitudo dan frekuensinya sama, namun arah rambatnya berlawanan.

Titik yang bergetar itu dengan menunjukkan amplitudo maksimum, dipanggil dengan amplitudo maksimum debut perut. Sementara itu titik yang bergetar dengan amplitudo yang minimum disebt dengan simpul.

Sifat Gelombang

Sebuah gelombang memiliki sifat-sifat tersendiri seperti berikut ini:

1. Dispersi Gelombang

Dispersi Gelombang adalah perubahan bentuk gelombang saat melakukan perambatan pada sebuah medium. Medium yang dilewati saat sebuah gelombang tidak bergantung pada penjang ataupun frekuensi disebut dengan medium dispersif.

2. Pemantulan Gelombang

Saat gelombang menabrak suatu penghalang atau berada di ujung dari medium rambatnya, sebagian akan dipantulkan.

Sudut yang dibentuk saat gelombang datang terhadap permukaan pantulan akan sama dengan sudut yang dibuat oleh gelombang pantulnya. Hal ini sesuai dengan hukum pemantulan.

Sudut datang adalah sebuah sudut yang dibuat oleh gelombang datang terhadap garis tegak lurus permukaan pantul.

Sementara itu sudut pantul merupakan sudut yang dibentuk oleh gelombang yang dipantulkan. Hukum pantulan ini berlaku untuk semua jenis gelombang.

3. Pembiasan Gelombang

Saat sebuah gelombang melewati dua medium yang berbeda, sebagian akan dipantulkan sedangkan sebagian yang lain akan diteruskan.

Gelombang yang diteruskan itu akan mengalami pembelokan, dan itulah yang disebut dengan nama pembiasan atau refraksi.

Contoh paling mudah dilihat adalah ketika kita memasukkan sebuah pensil ke dalam gelas berisi air. Pensil tersebut pun akan terlihat seolah seperti patah.

4. Interferensi Gelombang

Interferensi atau penggabungan gelombang terjadi saat dua gelombang yang koheren saling bertemu. Interferensi gelombang dapat dilihat pada riak air di permukaan.

Ketika terdapat dia si,ber gelombang di suatu permukaan air, maka gelombang tersebut akan bertemu dan membentuk pola interferensi.

5. Polarisasi Gelombang

Polarisasi yang dimaksud adalah arah getaran gelombang yang dapat diserap. Polarisasi ini terdiri dari polarisasi vertikal dan horizontal.

Polarisasi vertikal dapat dilihat dengan menggerakkan tali dari atas ke bawah. Sementara itu, polarisasi horizontal dapat dilihat jika kita menggerakkan tali tersebut ke kiri dan kanan.