6 Penjelasan Ekosistem Sungai Lengkap Beserta Ciri Hingga Contohnya

Ekosistem Sungai
image by: bola.com

Waktuku.com – Ekosistem sungai adalah salah satu dari beragam jenis ekosistem yang ada di bumi. Seperti namanya, ekosistem ini terletak di berbagai sungai yang ada di banyak tempat.

Sama seperti ekosistem laut, ekosistem sungai merupakan bagian dari ekosistem air, lebih tepatnya ekosistem air tawar.

Di dalam ekosistem sungai, terjadi beraneka ragam interaksi atau hubungan timbal balik dari organisme yang ada di sungai dengan lingkungannya.

Bagian yang menjadi ekosistem sungai adalah sepanjang kawasan sungai mulai dari daerah aliran sungai, hulu, badan, hingga hilir dan muara.

Mengenal Lebih Jauh Tentang Ekosistem Sungai

1. Ciri-Ciri Ekosistem Sungai

Ciri-Ciri Ekosistem Sungai
image by: cnnindonesia.com

Masing-masing ekosistem yang ada di bumi memiliki ciri mereka sendiri yang membedakannya antara yang satu dengan yang lainnya.

Begitu juga dengan ekosistem sungai yang jika dilihat dari ciri-cirinya, maka bisa dikatakan sebagai salah satu ekosistem yang menarik.

Hal itu dikarenakan ekosistem sungai memiliki kehidupan biota yang beraneka ragam, namun juga memiliki perubahan fisik kimia yang dipengaruhi oleh berbagai macam faktor.

Ada pula ciri khas tersendiri dari ekosistem ini, yakni adanya aliran air yang searah sehingga menyebabkan adanya perubahan fisik secara kimia di dalamnya dan berlangsung secara terus-menerus.

Tak hanya ciri khas, ekosistem sungai juga memiliki ciri-ciri dan karakteristik tersendiri. Nah, berikut ini ciri-ciri dari ekosistem ini:

– Adanya air yang terus mengalir dari area hulu hingga ke hilir.

– Dapat ditemukan kondisi variasi fisik dan juga kimia yang sangat tinggi dalam aliran air yang ada.

– Terdapat perubahan kondisi fisik dan juga kimia yang berlangsung secara terus menerus.

– Di dalamnya berbagai macam tumbuhan dan juga binatang hidup dan telah beradaptasi dengan kondisi aliran air.

2. Kondisi Ekosistem Sungai

Kondisi Ekosistem Sungai
image by: travel.okezone.com

Selain memiliki ciri-ciri tersendiri, ekosistem yang satu ini juga punya kondisinya yang khas. Di antaranya adalah seperti berikut ini:

– Aliran Air

Aliran air menjadi pembeda antara ekosistem ini dengan ekosistem air yang lainnya dan merupakan faktor utama.

Antara satu sungai dengan sungai yang lainnya memiliki kecepatan aliran air yang berbeda dan dipengaruhi oleh berbagai macam hal.

Beberapa hal yang mempengaruhi aliran air di sungai di antaranya adalah air tanah, hujan, dan juga pencairan salju.

Aliran air sungai juga dapat mengubah bentuk dasar sungai melalui beberapa cara seperti erosi, sedimentasi, dan berbagai perubahan habitat lainnya.

Cahaya

Cahaya juga memiliki peranan penting terhadap ekosistem sungai. Keberadaan cahaya menjadi penyedia energi untuk berbagai organisme autotrof melakukan proses fotosintesis.

Di dalam ekosistem ini, para organisme autotrof bertindak sebagai produsen yang menyediakan sumber energi bagi organisme makhluk hidup yang lain.

Cahaya yang dimaksud di sini adalah cahaya matahari. Cahaya yang dapat diterima oleh ekosistem sungai pun sangat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor.

Contohnya seperti seberapa lebat pepohonan yang berada di sepanjang sungai, hingga seberapa tingkat kedalaman yang dimiliki oleh sungai tersebut.

Suhu

Salah satu komponen yang mempengaruhi sebuah ekosistem adalah suhu. Suhu yang terdapat di ekosistem ini sangat bervariasi.

Keberadaan suhu sendiri sangat dipengaruhi oleh berbagai hal, seperti radiasi yang ada di permukaan, konduksi yang terjadi dari atau ke udara, iklim, substrat yang ada di sekitarnya, hingga tingkat kemiringan sungai.

Suhu yang ada di ekosistem ini juga memiliki perbedaan yang cukup mencolok antara bagian yang berada di permukaan air dengan bagian bawah dari sungai tersebut.

Substrat

Substrat adalah bagian permukaan yang menjadi tempat dari berbagai organisme untuk hidup. Kondisi substrat biasanya tidak permanen.

Substrat yang ada di ekosistem ini biasanya dipengaruhi oleh dua fakot, yaitu faktor organik dan anorganik.

Faktor organik meliputi kayu, dedaunan, lumut, dan berbagai macam tanaman. Sedangkan faktor anorganik adalah berupa batu, bahan-bahan geologi, kerikil, pasir dan lumpur.

3. Komponen Pembentuk Ekosistem Sungai

Komponen Pembentuk Ekosistem Sungai
image by: agrocorrn.com

Ekosistem adalah sebuah interaksi yang di dalamnya melibatkan berbagai makhluk hidup dengan lingkungannya. Kondisi tersebut berarti adanya interaksi antara komponen biotik dan abiotik.

Komponen Biotik

Ini merupakan komponen yang terdiri dari beragam makhluk hidup mulai dari tumbuhan hingga hewan.

Ada banyak komponen biotik yang hidup di ekosistem ini selain tumbuhan dan binatang, di antaranya seperti zooplankton, fitoplankton, dan organisme yang lainnya.

Komponen Abiotik

Komponen ini merupakan kebalikan dari komponen biotik. Komponen abiotik terdiri dari berbagai subjek yang tidak hidup.

Akan tetapi meskipun tidak hidup, mereka juga berpengaruh terhadap kelangsungan dari sebuah ekosistem. Contoh komponen abiotik yang terdapat di sungai antara lain seperti bebatuan, cahaya matahari, suhu, kelembapan udara, dan lainnya.

4. Macam-macam Zona Ekosistem Sungai

Macam-macam Zona Ekosistem Sungai
image by: unsplash.com

Zona Air Deras

Di dalam ekosistem ini terdapat zona yang dinamakan zona air deras. Zona ini adalah wilayah sungai yang masuk kategori dangkal.

Di zona ini aliran arus air terlihat deras dan juga sangat tinggi. Biasanya zona ini terletaknya di bagian hulu sungai. Aliran sungai yang deras pun menyebabkan bagian dsar sungai terlihat bersih dan tidak terdapat banyak endapan.

Zona Aliran Tenang

Ada pula zona aliran tenang yang masuk kategori dangkal dan memiliki arus sungai yang tidak terlalu deras seperti zona pertama tadi.

Zona aliran tenang biasanya berada di wilayah yang landai. Di zona ini kita juga akan menemukan lumpur dan berbagai jenis endapan lainnya yang terdapat di dasar sungai.

Banyaknya endapan yang ada di zona ini membuat bagian dasar sungai menjadi terasa lebih lunak. Zona aliran tenang lebih sesuai untuk nekton dan plankton yang memiliki kebiasaan untuk menggali dasar sungai.

5. Manfaat Ekosistem Sungai

Ada beberapa manfaat yang dimiliki oleh ekosistem sungai, yakni sebagai berikut:

– Sebagai sumber air tawar yang dibutuhkan oleh berbagai makhluk hidup.

– Tempat yang mudah dan murah untuk pembuangan limbah yang bersifat tertier.

– Sebagai tempat hidup bagi banyak makhluk, terutama binatang dan tumbuhan air.

– Dapat dimanfaatkan untuk budidaya tanaman tertentu, sehingga dapat menghasilkan nilai ekonomis bagi masyarakat yang ada di sepanjang sungai.

– Sebagai tempat rekreasi dan bermain bagi anak-anak yang tinggal di sekitar sungai.

6. Contoh Ekosistem Sungai

Salah satu contoh ekosistem sungai adalah Sungai Kapuas. Sungai terpanjang di Indonesia ini memiliki panjang sekitar 1.143 km yang membentang dari Kabupaten Kapuas Hulu hingga Kota Pontianak di Kalimantan Barat.

Di bagian hulu Sungai Kapuas, terdapat sekitar 300.000 orang yang tinggal di sana. Masyarakat tersebut pun menjadi salah satu komponen biotik dari ekosistem yang ada.

Hulu Sungai Kapuas juga memiliki keanekaragaman hayati yang unik. Contohnya, di kawasan ini terdapat sekitar 265 jenis ikan air tawar, 675 spesies anggrek, dan 20% jenis burung yang ada di Indonesia.

Sedangkan di bagian hilir Sungai Kapuas yang terdapat di Kota Pontianak, penduduk kota yang menjadi bagian dari komponen biotik adalah sebanyak 650.000 orang.

Di bagian hilir juga menjadi pelabuhan besar yang baik untuk kargo maupun penumpang. Kondisi tersebut menjadi komponen abiotik yang mempengaruhi ekosistem.