4 Penjelasan Ekosistem Padang Rumput Lengkap Jenis dan Manfaatnya

Ekosistem Padang Rumput
image by: eph219.com

Waktuku.com – Ekosistem padang rumput atau yang disebut dengan grassland merupakan salah satu jenis ekosistem yang identik dengan hamparan rumput hijau yang luas. Ekosistem yang satu ini juga identik dengan curah hujan yang rendah.

Kamu mungkin sering melihat gambaran padang rumput lewat berbagai media seperti televisi hingga internet. Ada banyak jenis ekosistem padang rumput dan komponen yang terdapat di dalamnya.

Ekosistem sendiri adalah interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungan sekitarnya. Salah satunya adalah ekosistem padang rumput yang masih merupakan bagian dari ekosistem daratan dan terbentuk secara alami.

Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan ekosistem padang rumput, apa saja komponen yang ada di dalamnya, dan apa jenis-jenis dari ekosistem ini?

Segala Tentang Ekosistem Padang Rumput

Tentang Ekosistem Padang Rumput
image by: umma.id

1. Pengertian Ekosistem Padang Rumput

Ekosistem padang rumput adalah jenis ekosistem darat yang pembentukannya secara alami, dan memiliki ciri khas yang membedakannya dengan ekosistem daratan yang lainnya.

Salah satu ciri khasnya adalah ekosistem ini banyak ditumbuhi dan dipenuhi tumbuhan hijau seperti rerumputan. Ekosistem yang satu ini juga memiliki curah hujan yang terbatas dan tidak merata. Diperkirakan curah hujannya sekitar 25-30 cm/tahun.

Hal itu dikarenakan area padang rumput sangat luas, sehingga tumbuhan yang ada kesulitan untuk mengambil dan mengelola air hujan. Akibatnya, tumbuhan menjadi kesulitan untuk tumbuh dan berkembang.

Ekosistem yang satu ini banyak ditemukan di daerah yang memiliki iklim tropis dan juga subtropis. Ekosistem padang rumput tersebar hampir di semua benua yang ada di muka bumi, kecuali benua Antartika.

Akan tetapi, secara geografis ekosistem ini tersebar di wilayah yang memiliki iklim tropis seperti benua Afrika, Amerika Selatan, dan Australia di bagian utara.

Ada pula sebagian di Amerika bagian utara dan Australia bagian barat serta di beberapa daerah di wilayah Eropa seperti di Siberia dan juga Rusia bagian selatan.

2. Ciri-Ciri Ekosistem Padang Rumput

1. Terletak di Daerah Tropis hingga Subtropis

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ekosistem ini terletak di iklim yang tropis hingga subtropis. Padang rumput banyak tersebar di wilayah yang dilalui oleh garis ekuator hingga 23,5 derajat lintang selatan dn lintang utara.

2. Berbentuk Hamparan Lahan yang Luas

Padang rumput umumnya berada di area lahan datar dan dipenuhi dengan berbagai spesies rumput. Ada kurang lebih 4500 spesies rumput yang terdapat di berbagai padang rumput di seluruh dunia.

Salah satu faktor mengapa ekosistem ini didominasi oleh rerumputan adalah karena curah hujannya yang rendah sehingga tumbuhan besar seperti pepohonan pun sulit untuk tumbuh, karena kesulitan mengelola air hujan yang sedikit.

3. Ditumbuhi Jenis Tanaman yang Khas.

Meski mayoritasnya dipenuhi oleh rerumputan, namun terdapat tanaman khas yang tumbuh di area ini. Ada dua jenis padang rumput yang dikategorikan oleh para ahli, yakni stepa dan sabana.

Stepa hanya ditumbuhi oleh rumput saja, sedangkan sabana merupakan perpaduan antara rumput dan juga pepohonan.

4. Kondisi Cuacanya Sangat Khas

Cuaca di ekosistem padang rumput juga sangat khas. Suhu di area ini sangat bergantung pada cuaca yang ada saat itu. Jika sedang musim panas, maka suhu bisa mencapai 70 derajat Fahrenheit.

Sedangkan di musim dingin, suhu bisa berubah drastis hingga mencapai -40 derajat Fahrenheit. Ditambah lagi, curah hujan di area ini juga sangat rendah, hanya sekitar 90 cm sampai 50 cm per tahunnya.

Persebaran hujannya pun tidak merata dan bersifat periodik. Hal ini menyebabkan sumber air di kawasan padang rumput sangat terbatas, sedangkan tingkat penguapannya tinggi. Hal ini membuat kelembapan tanah menjadi rendah.

Dampak selanjutnya dari kondisi ini adalah padang rumput sering mengalami kekeringan di musim kemarau. Sehingga beberapa hewan yang berada di ekosistem ini pun menjadi terancam dengan keadaan tersebut.

5. Menjadi Habitat Berbagai Jenis Hewan

Meski sebagian besaar terdiri dari hamparan rerumputan, namun ekosistem padang rumput tetap menjadi hunian bagi berbagai jenis hewan herbivora atau pemakan tanaman.

Hewan-hewan tersebut mengkonsumsi rumput dan tanaman lainnya yang tumbuh di kawasan ini. Beberapa hewan herbivora tersebut di antaranya adalah sapi, kijang, jerapah, rusa, dan semacamnya.

Tidak hanya hewan herbivora, di area ini juga masih dapat ditemukan hewan karnivora atau pemakan daging. Mereka bertahan hdup dengan memangsa para hewan herbivora. Contoh hewan karnivora yang ada di area ini adalah singa dan harimau.

Komponen Ekosistem Padang Rumput

Komponen Ekosistem Padang Rumput
image by: bobo.grid.id

Ada beberapa komponen yang terdapat di ekosistem yang satu ini, yaitu komponen abiotik dan biotik.

1. Komponen Abiotik

Komponen abiotik adalah komponen di padang rumput yang merupakan benda tak bernyawa. Komponen ini bisa berbentuk fisik ataupun sekedar unsur kimia yang bisa menjadi media untuk mendukung kehidupan di ekosistem tersebut.

Komponen ini juga disebut sebagai tempat di mana para makhluk hidup tinggal. Ada beragam hal yang menjadi komponen abiotik, di antaranya:

– Keadaan Suhu
– Air
– Tanah dan Batuan
– Cahaya Matahari
– Iklim

2. Komponen Biotik

Selain komponen abiotik, ada pula yang dinamakan komponen biotik. Komponen yang satu ini berkebalikan dengan komponen abiotik, karena terdiri dari berbagai organisme hidup yang ada di padang rumput.

Berikut ini organisme yang termasuk komponen biotik dalam ekosistem padang rumput:

– Rumput
– Pohon
– Hewan

Jenis-Jenis Ekosistem Padang Rumput

Jenis-Jenis Ekosistem Padang Rumput
image by: merahputih.com

1. Savana

Savana atau yang disebut juga sebagai sabana adalah sebuah kenampakan yang ada di padang rumput. Savana biasanya terdapat di wilayah yang beriklim tropis seperti Asia, Afrika, Amerika, dan Australia.

Meski begitu, savana juga dapat berkembang di daerah yang memiliki iklim subtropis walaupun tidak terlalu banyak.

Savana identik dengan rerumputan yang diselingi dengan pepohonan tinggi. Iklimnya pun tidak begitu kering, juga tidak begitu basah.

2. Stepa

Stepa merupakan salah satu jenis padang rumput yang disebut juga sebagai pdang rumput semi gurun. Hal itu dikarenakan wilayah stepa dipenuhi oleh rumput halus tanpa adanya pepohonan.

Stepa umumnya ditumbuhi oleh jenis rumput yang pendek dan warnanya kecoklatan serta hampir mirip dengan warna tanah.

3. Tundra

Padang rumput tundra umumnya ada di area dataran tinggi, contohnya adalah puncak gunung. Di daerah tundra, pepohonan sangat sulit untuk tumbuh dikarenakan iklimnya yang dingin.

Meski begitu, ada beberapa jenis tanaman yang tumbuh di wilayah tundra seperti rerumputan, tanaman berkayu pendek, dan lumut.

4. Prairi

Prairi merupakan padang rumput yang terletak di wilayah dengan tanah yang berstruktur, datar, landai, hingga berbukit.

Wilayah ini diketahui memiliki rumput yang tinggi namun curah hujan yang cukup rendah. Prairi bisa ditemukan di hampir seluruh benua kecuali benua antartika karena suhu dinginnya yang ekstrem.

Manfaat Ekosistem Padang Rumput

Ada beberapa manfaat yang dihadirkan oleh ekosistem padang rumput, di antaranya adalah sebagai berikut:

– Menyediakan sumber makanan bagi makhluk hidup lainnya.
– Membantu menjaga keseimbangan ekosistem lainnya.
– Merupakan sumber senyawa organik yang diperlukan untuk kehidupan.