5 Pengertian Ekosistem Darat, Kenali Ciri dan Contohnya yang Mudah Dipahami

Ekosistem Darat
image by: belajardenganbaik.com

Waktuku.com – Ekosistem darat adalah salah satu dari dua jenis ekosistem alami yang ada di bumi. Diketahui, ada dua jenis ekosistem alami yaitu ekosistem darat dan ekosistem perairan.

Keberadaan ekosistem jenis darat ini tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Tentu saja hal ini karena manusia hidup, tinggal, dan beraktivitas di daratan.

Tak hanya itu, sebagian besar kebutuhan hidup manusia juga bisa dipenuhi melalui sumber daya alam yang ada di daratan.

Oleh karena itulah ekosistem darat menjadi salah satu aspek yang sangat penting bagi manusia.

Apa yang Dimaksud Ekosistem Darat?

Apa yang Dimaksud Ekosistem Darat
image by: budhii.web.id

1. Pengertian Ekosistem Darat

Sebelum membahas tentang ekosistem darat, tahukah kamu apa yang dimaksud dengan ekosistem? Ekosistem adalah sebuah tatanan dan kesatuan yang kompleks di mana di dalamnya terdapat habitat, tumbuhan dan binatang yang menjadi siklus aliran energi.

Ekosistem juga bisa diartikan sebagai sebuah lingkungan yang mencakup unsur-unsur biotik, faktor fisik dan kimia yang saling berinteraksi satu sama lainnya. Interaksi inilah yang membentuk ekologi yang disebut dengan ekosistem.

Ekosistem darat adalah salah satu jenis ekosistem yang memiliki lingkungan fisik berupa daratan. Di dalamnya terdapat susuna komponen yang khas dan dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Beberapa faktor yang mempengaruhi ekosistem darat di antaranya adalah iklim, keadaan tanah, kelembapan, curah hujan, dan juga sinar matahari.

Dari semua faktor tersebut, yang paling berpegaruh adalah iklim. Iklim sendiri pun sangat dipengaruhi oleh dipengaruhi oleh berbagai macam hal lainnya, contohnya seperti letak geografis dan letak astronomis.

Dalam ekosistem darat terdapat sebuah wilayah yang sangat luas yang disebut dengan bioma. Bioma memiliki iklim, tumbuhan, dan hewan yang khas.

Di dalam bioma sendiri juga terdapat produsen, konsumen, dan dekomposer di mana di dalamnya pun terjadi aliran materi serta energi yang bermula dari tumbuhan hijau.

2. Komponen Ekosistem Darat

Layaknya jenis ekosistem yang lain, ekosistem yang satu ini juga memiliki komponen yang menjadi penyusun dan membentuk tatanan tersendiri.

Komponen yang terdapat di dalamnya pun dibagi menjadi dua, yaitu komponen biotik dan komponen abiotik.

Komponen biotik sendiri merupakan komponen yang berupa makhluk hidup. Di dalam ekosistem daratan sendiri ada banyak sekali jenis makhluk hidup. Keanekaragaman yang ada di dalamnya memang sangat luas.

Beberapa contoh komponen biotik yang ada di ekosistem ini contohnya seperti manusia, tumbuhan, hewan dan berbagai macam organisme hidup lainnya.

Sedangkan komponen abiotik adalah komponen tak hidup. Seperti definisinya, komponen ini terdiri dari benda-benda mati namun memiliki pengaruh dan peran sendiri di dalam ekosistem.

Contoh komponen abiotik dari ekosistem daratan adalah air, tanah, cahaya matahari, suhu, iklim, bebatuan, dan lain sebagainya.

Ciri-Ciri Ekosistem Darat

Ciri-Ciri Ekosistem Darat
image by: pelajaran.co.id

Ada beberapa ciri khusus yang dimiliki oleh ekosistem darat yang menjadikannya berbeda dengan jenis ekosistem lainnya yang ada di Bumi. Ciri khas tersebut adalah:

1. Memiliki Lingkungan Fisik Berupa Daratan

Seperti namanya, ekosistem darat berada di wilayah daratan dan memiliki lingkungan fisik berupa seluruh daratan yang ada. Meski begitu, bukan berarti tidak ada perairan sama sekali di ekosistem ini.

Di ekosistem darat pun kita masih dapat menemukan wilayah perairan. Meski begitu, wilayah perairan yang ada di sepanjang daratan tersebut hanya sebagai tambahan saja, bukan sebagai sorotan utama.

2. Struktur Vegetasi yang Dominan

Ekosistem daratan adalah sebuah gambaran interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya secara umum. Oleh karenanya ekosistem darat tidak hanya mencakup wilayah sempit, namun mencakup wilayah yang luas.

Karena itulah skala vegetasi yang dimiliki oleh ekosistem ini sangat luas. Wilayah ekosistem daratan yang luas ini dikenal dengan sebutan bioma.

3. Tumbuhan dan Hewan yang Beradaptasi

Tumbuhan dan hewan di ekosisitem ini pun sudah beradaptasi dengan berbagai kondisi yang ada di daratan. Oleh sebab itu komponen biotik seperti flora dan fauna yang ada di ekosistem darat terdiri dari ciri khas masing-masing.

Hal ini terjadi karena tumbuhan dan hewan yang ada di daratan telah menjadikan wilayah ini sebagai habitat mereka. Sehingga untuk dapat bertahan hidup, mereka harus dapat beradaptasi dengan baik.

Jenis Ekosistem Darat

Jenis Ekosistem Darat
image by: seputarilmu.com

Ekosistem darat sendiri terbagi lagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

1. Gurun

Gurun adalah sebuah padang yang luas dan memiliki sifat yang tandus. Kondisi tandus tersebut disebabkan oleh sangat rendahnya curah hujan yang terdapat di area ini. Hujan sangat jarang turun di wilayah ini.

Ciri-ciri dari gurun adalah:

– Curah hujan sangat rendah, yakni hanya 25 cm per tahun.
– Keadaan tanah yang sangat tandus.
– Tanah tidak dapat menyimpan cadangan air.
– Punya kelembapan udara yang sangat rendah.
– Tingkat penguapan atau evaporasi di daerah gurun sangat tinggi.
– Perbedaan suhu antara siang dan malam sangat ekstrim. Saat siang hari bisa mencapai 60 derajat Celcius, sedangkan malam hari bisa turun hingga 0 derajat Celcius.

2. Hutan Gugur

Hutan gugur terdapat di daerah yang memiliki empat musim, yaitu musim panas, musim gugur, musim dingin dan musim semi.

Hutan gugur memiliki ciri khas sendiri jika dibandingkan dengan jenis ekosistem darat yang lain. Yakni sebagai berikut:

– Curah hujannya merata di sepanjang tahun, yaitu sekitar 75 cm hingga 100 cm per tahunnya.
– Tumbuhan yang hidup umumnya memiliki daun yang lebar.
– Tumbuhan tidak melakukan fotosintesis saat musim dingin karena air tidak bisa diserap dengan baik.
– Dihuni oleh hewan yang melakukan hibernasi ketika musim dingin tiba.

3. Sabana

Sabana atau savana adalah salah satu jenis ekosistem darat yang juga termasuk pada ekosistem padang rumput. Sabana biasanya berada di daerah yang punya iklim tropis seperti Australia Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Afrika.

Sabana dibedakan menjadi dua yaitu sabana murni yang hanya terdiri atas satu jenis pohon, dan sabana campuran yang terdiri dari beberapa jenis pohon. Ciri-ciri dari sabana adalah:

– Curah hujan sekitar 90 cm – 150 cm per tahun.
– Jenis flora yang tumbuh adalah seperi rumput, acacia, aucalyptus, dan sebagainya.
– Berupa padang rumput yang diselingi oleh beberapa pepohonan.

4. Tundra

Selanjutnya ada yang dinamakan Tundra. Tundra dapat dikatakan sebagai jenis ekosistem darat yang paling dingin.

Tundra terbagi menjadi dua macam, yaitu Tundra Arktik dan Tundra Alpin. Tundra Arktik adalah jenis tundra yang berada di area kutub utara, sedangkan Tundra Alpin adalah tundra yang letaknya di wilayah pegunungan tinggi.

Ciri-ciri dari tundra yakni:

– Memiliki musim dingin yang sangat panjang yaitu hingga mencapai 9 bulan lamanya.
– Hanya mendapat radiasi matahari yang sangat sedikit. Bahkan saat musim dingin tiba, bisa terlihat sangat gelap.
– Memiliki musim panas yang singkat, yakni hanya tiga bulan saja.
– Permukaan tanahnya ditutupi oleh salju, dan akan mencair ketika musim panas tiba.
– Tumbuhan hanya berkembang saat musim panas saja.
– Tumbuhan khas di area ini adalah jenis lumut sphagnum dan tumbuhan berbiji pendek yang memiliki masa perkembangan singkat yaitu 2 bulan saja.