3 Contoh Teks Editorial Lengkap dengan Fungsi, Ciri dan Struktur

Contoh Teks Editorial
image by: freepik.com

Waktuku.com – Contoh teks editorial banyak ditemukan saat membaca koran. Setiap koran biasanya mempunyai kolom tersendiri yang khusus berisi teks editorial tersebut.

Dalam kolom itu, biasanya akan memuat opini dari pihak redaksi dalam menanggapi suatu isu yang sedang hangat. Nama lain dari teks editorial adalah tajuk rencana.

Dengan berkembangnya zaman dan banyaknya media yang kini merambah ke dunia digital, teks editorial tak hanya dapat ditemukan di koran cetak saja, melainkan juga pada koran dan majalah online.

Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan teks editorial, ciri dan strukturnya, jenis-jenisnya, hingga contoh teks editorial? Yuk, simak ulasannya.

Seluk Beluk Teks Editorial

Seluk Beluk Teks Editorial
image by: en.wiktionary.org

1. Pengertian Teks Editorial

Teks Editorial atau yang disebut juga dengan tajuk rencana merupakan sebuah tulisan yang berisi opini pokok dan meyeluruh mengenai sebuah isu yang sedang hangat dibicarakan masyarakat.

Opini yang termuat dalam teks editorial biasanya berasal dari redaksi dan menanggapi suatu masalah secara aktual. Contoh isu yang biasa diangkat dalam teks editorial di antaranya adalah tentang politik, sosial, dan ekonomi.

Meski teks editorial berisi opini, namun ada perbedaan dengan teks opini yang sesungguhnya. Karena teks editorial harus dibuat oleh pihak redaksi dan memuat pendapat pribadi dari redaksi itu sendiri.

Orang yang biasanya mengisi tulisan teks editorial biasanya adalah pemimpin redaksi atau orang tertentu yang diberi kepercayaan oleh media tersebut.

Fungsi dari teks editorial adalah untuk memberikan pengaruh dan sudut pandang kepada para pembacanya. Dengan adanya kolom editorial tersebut, maka diharapkan dapat memantik pemikiran pembaca.

2. Ciri Teks Editorial

– Bersifat Aktual dan Faktual : Teks editorial harus mengangkat tema yang sedang hangat di masyarakat. Informasi yang dimuat juga harus sesuai dengan fakta yang terjadi

– Disusun dengan Sistematis : Sebuah teks editorial susunannya harus dibuat dengan sistematis atau sesuai dengan strukturnya. Juga harus logis, yang artinya memiliki argumen yang masuk akal dan tidak imajinatif.

– Bersifat Argumentatif : Tulisan yang dimuat haruslah sebuah argumen yang diputuskan redaksi, melalui kesepakatan sebuah redaksi di media massa. Tulisan juga sebaiknya disertai bukti dan dapat dipertanggungjawabkan.

Struktur Teks Editorial

Struktur Teks Editorial
image by: pexels.com

1. Pernyataan Pendapat (Tesis)

Bagian ini berada di awal teks, dan isinya merupakan sudut pandang penulis terhadap isu yang dibahas serta pengenalan dari isu tersebut. Di dalamnya juga terdapat pernyataan awal atau teori yang akan diperkuat di bagian selanjutnya.

2. Argumentasi

Di bagian argumentasi termuat pendapat dari redaksi mengenai isu yang sedang dibahas. Pernyataan yang ditulis idelanya dilengkapi dengan alasan atau bukti yang jelas.

3. Penegasan Ulang

Penegasan ulang merupakan bagian penutup dari sebuah teks editorial. Pada bagian akhir ini akan disampaikan penguatan kembali apa yang sudah disampaikan di bagian argumentasi.

3 Contoh Teks Editorial

3 Contoh Teks Editorial
image by: istockphoto.com

Nah, berikut ini adalah deretan contoh teks editorial beserta tiap strukturnya.

1. Contoh Teks Editorial Tentang Pendidikan

Pernyataan Pendapat:

Pendidikan adalah salah satu kebutuhan dari setiap individu dan merupakan tanda kemajuan sebuah negara. Pendidikan yang berkualitas sangat penting agar suatu negara bisa meraih kemajuan.

Akan tetapi pada kenyataannya pendidikan di Tanah Air justru belum sebanding dengan apa yang ada di negara maju.

Setiap lembaga pendidikan idealnya mampu mencetak lulusan yang berkualitas. Hal ini menjadi antisipasi terhadap perubahan dan tantangan yang akan dihadapi oleh setiap orang dalam menjalani hidup.

Dengan pendidikan yang baik, seseorang dapat meningkatkan kualitas hidupnya dan akan mampu menjawab tantangan di masa depan.

Argumentasi:

Untuk dapat memperoleh pendidikan yang berkualitas, setiap lembaga pendidikan harus memberi dukungan kepada setiap peserta didiknya.

Beberapa tantangan masa depan yang harus diperhatikan lembaga pendidikan di antaranya adalah mengenai IPTEK, globalisasi, dan persaingan tenaga kerja yang mumpuni.

Ditambah lagi saat ini kehadiran internet membuat berbagai materi belajar menjadi sangat mudah untuk dicari. Hal ini membuat kehdiran guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber ilmu.

Oleh karenanya seorang guru kini dituntut untuk tidak hanya dapat mengajar, melainkan juga menjadi motivator bagi muridnya.

Penegasan Ulang:

Meski internet menyediakan sumber daya yang tak terbatas, namun peran guru tak dapat digantikan dalam sistem pendidikan yang baik. Kualitas guru menjadi penentu bagi sistem pendidikan yang ada di berbagai lembaga pendidikan.

2. Contoh Teks Editorial Tentang Bencana Alam

Pernyataan Pendapat:

Baru-baru ini terjadi lagi bencana alam yakni kebakaran hutan yang terjadi di wilayah Kalimantan. Bencana ini diperkirakan disebabkan oleh musim kemarau, sehingga memicu terjadinya kebakaran hutan.

Asap tebal yang dihasilkan pun bertebaran ke berbagai tempat dan mengancam kelangsungan manusia dan makhluk hidup lainnya. Meski banyak pihak sudah berusaha menyelesaikan ini, namun nyatanya kebakaran hutan terus berulang.

Argumentasi:

Jika hal ini terus terjadi, maka diperkirakan akan muncul beberapa penyakit yang akan menyerang manusia, hewan, serta tumbuh-tumbuhan. Hal ini timbul dari asap tebal yang dapat membahayakan sistem pernapasan.

Selain itu jika terus dibiarkan, kebakaran hutan tentu menjadi ancaman besar bagi keseimbangan ekosistem alam.

Pernyataan ulang:

Kebakaran hutan menyebabkan kerusakan ekosistem dan juga hilangnya resapan air. Hal ini akan berujung pada bencana alam lainnya seperti banjir dan longsor.

Oleh karena itu masyarakat dan pemerintah daerah perlu bekerja sama untuk segera mengatasi masalah yang terus berulang ini.

3. Contoh Teks Editorial Kesehatan

Pernyataan Pendapat:

Kesehatan adalah hal yang penting bagi setiap oranng. Oleh karena itu perlu gaya hidup yang baik dan terjaga supaya bisa memiliki tubuh yang tidak mudah terserang penyakit.

Ditambah lagi dengan adanya kondisi pandemi Covid-19 yang membuat kesehatan masyarakat semakin terancam. Tak hanya kondisi pandemi, ancaman penyakit tidak menular juga jangan sampai disepelekan.

Contohnya adalah penyakit mematikan seperti kanker, diabetes, penyakit jantung, hipertensi, dan juga stroke.

Argumentasi :

Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa penyebaran penyakit kini hampir merata. Hal itu menjadi tanda jika kesehatan dan penyakit yang ada di masyarakat telah bergeser.

Untuk membentengi diri dari hal tersebut, perlu diterapkan gaya hidup yang sehat dengan menjaga pola makan dan berolahraga.

Indonesia bukanlah satu-satunya negara yang memiliki masalah terhadap penyakit menular. Akan tetapi, hal itu jangan sampai membuat kita tidak mau belajar dari negara lain mengenai penanganan penyakit.

Salah satu prinsip yang harus selalu dipegang adalah bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati. Sehingga langkah-langkah pencegahan harus diperkuat untuk menjaga kesehatan.

Meski begitu, menjaga kesehatan tak bisa hanya dilakukan oleh masyarakat saja. Melainkan juga harus dibantu pemerintah dengan mengadakan kebijakan kesehatan yang bermanfaat dan tepat sasaran.

Langkah pemerintah yang paling mudah adalah dengan memberikan bantuan kesehatan gratis pada masyarakat yang kurang mampu. Selain itu berbagai bentuk edukasi kesehatan juga perlu digencarkan oleh pemerintah.

Penegasan Ulang:

Pencegahan suatu penyakit akan jauh lebih baik daripada susah payah mengobatinya. Oleh karenanya masyarakat pun harus memperhatikan pola hidup sehat, dibantu dengan langkah preventif dari pemerintah.