12 Alat Musik Pukul Modern dan Tradisional

Alat Musik Pukul
image by: wikimedia.org

Waktuku.com – Instrumen alat musik memiliki berbagai cara untuk memainkannya. Ada yang dipencet, dipetik, dan ada juga yang masuk ke dalam kategori alat musik pukul.

Tentunya, alat musik yang dipukul memiliki keunikan dari segi suara. Instrumen tradisional dan modern pun memiliki perbedaan bunyi.

Bagian selaput membran atau logam dari bagian yang dipukul akan menghasilkan getaran saat dipukul.

Itulah yang menjadi asal bunyi dari instrumen pukul. Berikut ini adalah beberapa jenis alat musik yang dimainkan dengan cara dipukul dan masih dimainkan hingga sekarang.

Alat Musik Pukul Tradisional dan Modern

Rebana

Rebana
image by: wikimedia.org

Alat musik rebana dikenal di berbagai negara yang terpengaruh oleh budaya islam. Rebana memiliki bentuk lingkaran, dengan bagian pinggir yang memiliki piringan kecil.

Rebana juga memiliki berbagai ukuran. Cara memainkannya adalah dengan dipukul oleh tangan kosong pada bagian kulitnya.

Rebana memiliki berat yang ringan sehingga bisa dibawa oleh sebelah tangan saja. Pemainnya bisa menepuk rebana sambil duduk maupun berdiri.

Biasanya, rebana dimainkan beriringan dengan rebana lainnya untuk menghasilkan musik yang harmoni. Pemain biasanya duduk melingkar.

Tifa

alat musik tifa maluku
image by: orami

Alat musik tifa berasal dari Indonesia bagian Timur. Tifa memiliki bentuk yang mirip dengan kendang, hanya saja meninggi secara vertikal.

Tifa terbuat dari bahan kulit sapi dan bagian tengah tiga memiliki lubang. Bagian kulit harus dipukul untuk menghasilkan bunyi.

Tidak banyak acara yang menggunakan alat musik tifa, kecuali bagi mereka yang memang tinggal di Indonesia Timur seperti Maluku dan Papua.

Alat musik ini masih digunakan dalam berbagai acara tradisional seperti tarian daerah, tarian perang, atau tembang tradisional.

Calung

calung
image by: sipaku.disparbud.garutkab.go.id

Alat musik pukul tradisional lainnya adalah calung. Calung merupakan alat musik yang asalnya dari Banyumas, Jawa Tengah.

Hingga saat ini, calung masih digunakan untuk berbagai acara musik dan upacara tradisional di Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

Calung menggunakan bahan utama bambu wulung, sementara bambu biasa tidak akan bisa menghasilkan harmoni yang sebaik bambu wulung.

Bambu disusun dengan rapi dengan ukuran diameter yang berbeda. Saat dipukul, maka masing-masing bambu mengeluarkan nada berbeda pula.

Marimba

marimba
image by: cdn.britannica.com

Alat musik yang dipukul ini jarang sekali digunakan pada pertunjukan musik pada umumnya.

Marimba memiliki bentuk yang besar dan terbuat dari pipa-pipa yang nantinya akan dipukul. Kadang, Marimba disebut juga sebagai piano dalam versi tradisional karena masuk ke kategori instrumen melodis.

Cara memukul marimba adalah dengan menggunakan sebuah stik. Stiknya terdiri dari dua macam, yakni dengan dua mallet atau empat mallet.

Memainkan marimba dianggap sebagai sebuah keindahan dan banyak dilakukan di pertunjukan musik tradisional daerah Timur.

Gendang

kendang jawa tengah
image by: dunia-kesenian.blogspot.com

Instrumen gendang dikenal di berbagai daerah di Indonesia. Gendang merupakan alat musik yang terpengaruh oleh budaya islam seiring dengan penyebaran agama yang waktu itu sangat masif di tanah Jawa. Gendang dibuat untuk mengiringi berbagai upacara yang terkait dengan kesenian Jawa.

Gendang memiliki banyak ukuran. Semakin kecil, maka bunyi yang dihasilkannya semakin nyaring. Ada dua sisi yang dimiliki oleh gendang dan salah satunya akan memiliki ukuran lebih besar. Bagian yang ditepuk biasanya terbuat dari kulit sapi atau kerbau yang kuat dan berkualitas.

Kolintang

Kolintang
image by: djkn.kemenkeu.go.id

Alat musik pukul yang satu ini berasal dari Minahasa, Sulawesi. Bentuknya mirip dengan sebuah papan yang memanjang dan terdiri dari beberapa bentuk kayu yang disatukan. Bentuk kayunya akan memiliki urutan dari yang terpanjang hingga ke bagian yang terpendek.

Saat dipukul dengan menggunakan pemukul khusus, maka kolintang akan menghasilkan bunyi yang nyaring dan melodis. Alat musik melodis ini masih menjadi andalan upacara tradisional Sulawesi hingga kini. Penyebaran kolintang juga terjadi di suku Jawa dan Sunda untuk upacara adat.

Marawis

marawis
image by: lapakanik.co.id

Alat musik marawis sangat terkenal sebagai sebuah instrumen yang mengiringi aktivitas nyanyian syair dengan tujuan pujian kepada Tuhan. Alat musik pukul ini dimainkan secara berkelompok, dengan menggunakan beberapa marawis secara bersamaan oleh sejumlah pemainnya.

Marawis dibuat dari bahan batang kayu cempedak untuk bagian badannya. Bagian yang dipukul dibuat dari bahan kulit dan dililit dengan menggunakan kayu rotan. Marawis hingga kini masih dilestarikan dan dianggap sebagai salah satu turunan budaya Islam di tanah Indonesia.

Kempul

gong
image by: wikimedia.org

Kempul merupakan alat musik pukul dari Indonesia yang terdiri dari barisan gong dengan ukuran yang kecil. Bahan pembuatannya adalah logam kuningan yang keras dan kuat. Nantinya, kempul akan dipukul dengan menggunakan pemukul berbahan karet agar bisa menghasilkan bunyi.

Instrumen kempul banyak digunakan dalam pertunjukan musik gamelan. Tanpa kempul, biasanya notasi musik tradisional akan menjadi berantakan. Alat musik pukul ini yang bagian terkecil memiliki ukuran 50 cm, sementara yang terbesar adalah 100 cm.

Xilofon

Alat musik xilofon banyak adalah alat musik pukul modern. Bentuk xilofon sangat unik karena terdiri dari jejeran logam dengan ukuran panjang dan ketebalan yang berbeda.

Bentuknya pun memiliki dua tingkat dan tingkat yang atas memiliki barisan logam yang lebih pendek.

Xilofon akan berbunyi apabila dipukul bagian logamnya. Pemukulnya menggunakan ansambel yang khusus sehingga logam pada xilofon tidak rusak. Alat musik ini masuk ke kategori alat musik ritmis dan melodis karena memiliki peran dalam mengatur nada dalam pertunjukan musik.

Bonang

alat musik bonang
image by: wikipedia.com

Bonang merupakan alat musik pukul tradisional asal Indonesia yang masih banyak digunakan dalam upacara adat dan musik tradisional. Bonang memiliki nama talempong dan banyak tersebar di berbagai daerah di tanah Jawa dan Sumatera.

Bonang memiliki bahan pembuat berisi timah putih, tembaga, dan besi putih. Saat dipukul dengan menggunakan pemukul, maka logam akan menghasilkan bunyi. Berbeda ukuran bonang, maka berbeda pula bunyi yang dihasilkan. Pemukul bonang biasanya terbuat dari kayu berlapis karet.

Tamborin

tamborin
image by:
http://encyclopedia.jakarta-tourism.go.id/

Alat musik tamborin tampil mirip dengan rebana. Ada dua cara untuk memainkan tamborin, yakni dengan dipukul dan juga digoyang. Untuk menghasilkan bunyi yang khas, maka tamborin harus dipukul dengan menggunakan tangan kosong.

Tamborin memiliki diameter yang berbeda antara satu dengan yang lain dan yang terbesar hanya sekitar 30 cm saja. Di bagian pinggir tamborin dilengkapi dengan logam tipis. Logam akan beradu dan menghasilkan bunyi tambahan pada tamborin saat dipukul.

Ketipung

Ketipung
image by: OLX

Alat musik ketipung menjadi alat musik modern yang bentuknya mirip dengan tifa. Ketipung adalah alat musik pukul tanpa bernada. Itu sebabnya, ketipung akan muncul dengan dua atau tiga tabung sekaligus yang disatukan.

Perbedaan ukuran tabung pada ketipung akan menghasilkan suara yang bass hingga nyaring. Ketipung masih sering digunakan dalam pertunjukan perkusi. Ada ketipung dengan bahan plastik fiber dan ada juga yang menggunakan kulit sapi atau kerbau.

Alat musik pukul sering menjadi instrumen utama dalam sebuah pertunjukan musik. Hasil suaranya tergantung dari jenis alat musik, mulai dari bass hingga nyaring. Alat musik yang dipukul juga sangat serbaguna untuk berbagai genre musik dari tradisional hingga kontemporer.