Mohabbatein 23 Maret 2017

Waktuku.comMohabbatein 23 Maret 2017: Ruhi hendak mempermalukan Raman dan Ishita tapi Pihu muncul dan Ruhi akhirnya mengalihkan topik dan mengatakan pada para tamu undangan bahwa Raman dan Ishita adalah penari yang hebat. Ruhi berkata bahwa mereka akan memperlihatkan pada semuanya. Raman dan Ishita memahami mengapa Ruhi meredakan amarahnya dan mereka berdua pun mulai menari.

Nidhi pun menjadi geram dan berkata akan memukuli Ruhi, Ashok menenangkannya dan berkata agar dia pergi berbicara pada Ruhi dan tetap fokus. Sementara Raman dan Ishita menari sambil mengajak Ruhi.

Usai menari semua undangan bertepuk tangan. Ashok berbicara pada Nidhi bahwa dirinya bisa membuat ketegangan didalam keluarga Bhalla lalu Ashok beranjak pergi. Ruhi berbicara dengan pelayan agar menyimpan bingkai tadi di kamarnya lalu mengomel sendiri karena meski dirinya sudah marah dan menghina mereka tapi mereka tetap tidak mau meninggalkannya , Aditya mendatanginya dan berbicara dengannya. Ruhi mengatakan jika dirinya tidak bisa melihat Pihu bersedih

Ashok kembali mendatangi Nidhi dan berbicara dengannya mengenai Raman dan Ishita. Sementara Shagun mengajak Raman menari tapi Raman menolak karena bar saja selesai menari. Shagun pun pergi dan meneteskan air mata. Sedangkan Mani memita Ishita menari dengannya dan Ishita bersedia.

Ishita melihat kekhawatiran Shagun danmenghampiri Shagun lalu bertanya tapi Shagun tidak mau mengatakan apapun. Pihu kemudian muncul dan mengatakan kalau ibunya sedih karena ayahnya menolak menari dengannya.

Ishita menyeret Raman dan berbicara dengannya agar menghargai perasaan Shagun, Shagun memperhatikan mereka. Raman pun setuju untuk menari dengan Shagun.

Ishita kembali pada Mani dan menari bersamanya sedangkan Raman juga mengajak Shagun menari. Raman dan Ishita terus saling memperhatikan hingga Raman menginjak kaki Shagun, Shagun beranjak pergi begitu juga dengan Mani.

Shagun keluar venue, Ashok mendatanginya dan memperoloknya. Shagun menyuruhnya untuk tidak ikut campur dan menjauh darinya lalu  Shagun pun  beranjak pergi.

Toshi berbicara dengan Raman, Ishita mendengarkan mereka, lalu Ishita mendatangi Ruhi dan memaksa berbicara dengannya, Ishita memberikan hadiahnya dan meminta Ruhi melihatnya sekali saja, Raman menatap mereka. Ruhi menerima hadiah Ishita dan melihat piala putri terbaik untuknya. Ruhi mengingat hadiahnya dulu untuk Ishita. Ruhi meninggalkan hadiahnya di meja dan beranjak pergi. Ishita pun merasa sedih.

Ishita duduk dengan sedih, Raman menghampirinya dan berkata bahwa mereka akan kehilangan Ruhi tapi Ishita bersikeras bahwa mereka tidak bisa kehilangan Ruhi. Pihu melihat mereka dan menjadi sedih mendengar Ruhi tidak akan pernah kembali ke rumah mereka. Aditya mendatangi Pihu dan bertanya, Pihu menceritakan semuanya pada Aditya. Aditya berkata bahwa mereka tidak akan kehilangan Ruhi, Aditya memibta ihu melakukan apa yang dikatakannya, dia lalu membisiki Pihu tentang rencananya.

 

Ruhi memandangi piala dari Ishita dan bingkai foto dari Raman di kamarnya, Ruhi pun menangis. Ada yang mengetuk pintu, Ruhi segera menyembunyikan bingkai foto pemberian Raman. Ruhi lalu menyuruh masuk dan Pihu yang membuka pintu. Mereka berbicara dan Pihu meminta Ruhi tinggal dirumahnya, Ruhi pun akhirnya setuju. Pihu lalu memeluk Ruhi.

Raman dan Ishita kembali ke venue tapi sudah tidak ada siapa2 lagi. Pihu kemudian muncul dan mengatakan bahwa Ruhi akan tinggal dirumah mereka dan ucapan Pihu ini membuat Raman dan Ishita bahagia, Pihu lalu beranjak pergi. Raman dan Ishita berpelukan. Aditya dengan senang memandangi mereka.

Nidhi memarahi Ruhi saat Ruhi mengemasi baju2nya ke dalam koper. Mereka berdebat, Nidhi melarang Ruhi pergi. Pihu muncul dan mengajak Ruhi pergi. Nidhi berbicara dengan Pihu agar dia mau tinggal dirumahnya bersama Ruhi. Pihu mengabaikan dan mengajak Ruhi pergi. Nidhi berkata pada Pihu kalau dia keras kepala seperti keluarganya dan Nidhi pun hendak menampar Pihu tapi Pihu menahan tangannya. Pihu menyuruhnya bersikap dengan baik. Ruhi lalu mengajaknya pergi. Pihu meminta maaf pada Nidhi dan mengatakan, “maaf kalau bersikap kasar .. ibuku juga mengajariku untuk lebih hormat pada yang lebih tua .. jangan khawatirkan kak Ruhi .. kami akan menjaganya”, lalu Pihu beranjak pergi.

Dalam perjalanan, Pihu mengobrol dengan Ruhi. Aditya mendengarkan mereka dengan bahagia. Ruhi mengatakan bahwa dia melihat masa kecilnya dalam diri Pihu. Ruhi pun memeluk Pihu.

Keluarga Bhalla pulang ke rumah, Shagun menanyakan Pihu. Toshi menjawab bahwa Pihu akan pulang bersama Raman dan Ishita. Pihu kemudian datang dan mengatakan ada kejutan untuk mereka. Aditya masuk bersama Ruhi. Semua anggota keluarga senang melihatnya. Toshi meminta Neelu mengambilkan piring pemujaan. Neelu membawa piring pemujaan dan Toshi melakukan arti untuk Ruhi.

Madhavi mengintip keluar dan Bala bertanya. Madhavi mengatakan bahwa Ishita menelpon dan berkata kalau Ruhi kan datang lalu Madhavi membuka pintu saat Tn. Bhalla mengetuknya. Tn. Bhalla mengabarkan mengenai Ruhi dan mengajak mereka ke rumahnya. Madhavi nampak berpikir tapi Tn. Bhalla bersikeras mengajaknya.

Nidhi mengamuk dan membanting barang2. Dia mengatakan pada Ashok bahwa Ruhi pergi ke rumah keluarga Bhalla.  Ashok berkata bahwa Ruhi tidak akan pernah kembali. Ashok kemudian berkata bahwa Tn. Bhalla memngatasnamakan rumah tersebut untuk Ruhi dan jika Ruhi mengambil rumah tersebut dan membuat keluarga Bhalla tidak mempunyai rumah maka keluarga Bhalla tidak akan pernah memaafkannya. Nidhi ragu Ruhi akan melakukan hal tersebut tapi Ashok meyakinkan Nidhi agar mereka harus membuat Ruhi melakukannya.

Madhavi dan Bala ke rumah Bhalla dan menyambut Ruhi dengan haru. Madhavi pun memeluknya dengan bahagia. Raman dan Ishita datang, mereka juga bahagia melihat Ruhi dirumah. Pihu lalu mengajak Ruhi ke kamarnya. Toshi berbicara dengan Ishita dan berterimakasih padanya karena telah mendapatkan Ruhi. Ishita menjawab bahwa Pihu yang membawa Ruhi pulang. Simmi juga ikut berbicara memuji Ishita yang bisa menangani semuanya, Shagun mendengarkan mereka dengan sedih dan berkata bahwa apa yang dikatakan Ashok memanglah benar.