Meninggal di Bulan Ramadhan, Tidak ada Keistimewaannya?

meninggal di bulan ramadhan
Image by: http://www.wajibbaca.com/

Waktuku.com – Perihal meninggal di bulan ramadhan tengah menjadi pertanyaan saat ini. Apakah langsung khusnul khotimah? ataukah tidak ada pengaruhnya, lalu bagaimana yang meninggal Suul Khotimah di bulan ramadhan?

Nuur A’la al-Darbi, Ibnu Bazz: 13/477, menjelaskan bahwa perihal Meninggal di bulan ramadhan mengenai nasibnya kelak di yaumil akhir masih belum ada dalil yang kuat untuk di buktikan.

Fatwa Syaikh bin Bazz Rahimahullah, tentang wafat di Ramadhan, ..

وكذلك إذا مات في رمضان ما أعلم فيه شيئا يدل على فضل خاص، لكن يرجى له، إذا مات وهو صائم مستقيم يرجى له الخير العظيم، ولكن لا أعلم شيئا خاصا في موت رمضان

Begitu juga apabila ia meninggal di Ramadhan, aku tidak mengetahui ada dalil dalam masalah ini yang menunjukkan keutamaan secara khusus. Tetapi, apabila meninggal dalam kondisi berpuasa yang benar diharapkan ia amendapatkan kebaikan yang besar. Tetapi, saya tidak tahu ada dalil khusus tentang meninggal di Ramadhan….” (Fatawa Nuur A’la al-Darbi, Ibnu Bazz: 13/477)

Dikutip dari Islampos.com, Imam Malik membawakan riwayat dari Yahya bin Said, bahwa Abu Darda pernah menulis surat kepada Salman, yang isinya meminta Salman untuk pindah dan tinggal di tanah yang disucikan (negeri Syam).

Kemudian Salman membalas surat ini dengan mengatakan,

“Sesungguhnya tanah suci itu tidak mensucikan siapapun. Yang bisa mensucikan seseorang adalah amalnya.” (al-Muwatha’, Imam Malik, no. 1464).

Dulu Mekah dihuni orang musyrikin. Ketika mereka tinggal di sana, bukan berarti mereka menjadi lebih suci. Dan ketika mati menjadi husnul khotimah.

Yang meninggal di bulan ramadhan, tidak semuanya orang baik. Ada juga orang jahat yang meninggal di bulan berkah ini. Meskipun demikian, kita tidak menyebut, dia meninggal dengan baik.

Beda antara meninggal di bulan ramadhan dengan meninggal ketika sedang puasa. Karena meninggal dalam kondisi sedang beramal soleh, termasuk husnul khotimah. Termasuk meninggal ketika sedang menjalankan ibadah puasa.

Dari Hudzaifah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullahi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan tentang orang yang meninggal dalam kondisi beramal, “Siapa yang menyatakan Laa ilaaha illallah ikhlas mengharap wajah Allah, dan dia akhiri hidupnya dengan ikrar ini, maka dia masuk surga. Siapa yang berpuasa dengan ikhlas mengharap wajah Allah, dan dia akhiri hidupnya dengan puasa ini, maka dia masuk surga.Siapa yang sedekah dengan ikhlas mengharap wajah Allah, dan dia akhiri hidupnya dengan sedekah ini, maka dia masuk surga.” (HR. Ahmad 23324 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth)

Tidak ada dalil keistimewaan Meninggal di Bulan Ramadhan

Tidak ditemukan dalil khusus keistimewaan wafat di bulan Ramadhan. Kecuali orang yang wafat dalam kondisi puasa. Ini berlaku di Ramadhan dan luar Ramadhan. Karena ia akhiri hayat dengan amal shalih.

Dari Hudzaifah Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

مَنْ قَالَ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ ، وَمَنْ صَامَ يَوْمًا ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ ، وَمَنْ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ

Siapa mengucapkan Laa Ilaaha Illallaah berharap wajah Allah (keridhaan-Nya) dan ditutup hayatnya dengan kalimat ini pasti ia masuk surga. Siapa puasa satu hari mengharap wajah Allah, meninggal dalam kondisi puasa, pasti ia masuk surga. Siapa bersedekah mencari wajah Allah dan meninggal di atasnya, pasti ia masuk surga.” (HR. Ahmad. Dihassankan Al-Haitsami di Majma’ al-Zawaid, dan dinyatakan shahih oleh Syaikh Al-Albani di Ahkam al-Janaiz)

Kemuliaan seseorang di akhirat sangat ditentukan oleh amalnya. Surga yang dijanjikan untuknya bersyarat dengan amal shalihnya. Jika hayatnya diakhiri dengan amal shalih ini bertanda kebaikan untuk dirinya. “Amal seseorang ditentukan pada penutupnya,” hadits shahih. Tidak semata-mata meninggal di bulan Ramadhan lalu seseorang mendapat kemuliaan; padahal dirinya jauh dari amal shalih.

Referensi: https://www.islampos.com/meninggal-di-bulan-ramadhan-benarkah-khusnul-khatimah-28461/ & http://www.voa-islam.com/read/aqidah/2017/06/05/51186/adakah-keutamaan-meninggal-di-ramadhan/#sthash.enhHmJWq.dpbs