Luis Enrique Barcelona

Waktuku.com – Pelatih Barcelona, Luis Enrique, mengungkapkan kegagalan timnya tak bisa lolos ke babak semifinal usai disingkirkan jawara Serie A Italia yakni Juventus di babak perempat final Liga Champions musim 2016/2017.

Barcelona hanya bermain imbang tanpa gol dengan Juventus pada perempat final Liga Champions, Kamis (20/4) dini hari WIB.

Menjamu Juventus di Camp Nou dalam laga perempat final leg kedua dini hari WIB, Barcelona hanya menuai hasil imbang 0-0. Mereka pun tersingkir dari Liga Champions dengan agregat 0-3.

Bos Barcelona, Luis Enrique, menyoroti kinerja lini depan timnya yang ditempati oleh trio MSN (Lionel Messi, Luis Suarez, Neymar). Sang manajer mengatakan bahwa barisan penyerangnya seperti kehilangan ketajaman dalam laga tadi.

Padahal, Barcelona telah tampil begitu mendominasi. Mereka memimpin penguasaan bola hingga 61 persen. Dari segi peluang, klub berjulukan Blaugrana ini memiliki 17, sedangkan Juventus mempunyai 12 kesempatan.

Barcelona terus mengurung pertahanan Juventus di sepanjang pertandingan. Namun, tak ada satu pun peluang Lionel Messi dkk berhasil dikonversi menjadi gol. Mereka tampak kesulitan membongkar pertahanan rapat Juventus sehingga sulit melepas tembakan tepat sasaran. Jumlah tendangan melenceng pun sangat tinggi, yakni sebanyak 12 kali.

Tak berlebihan jika pelatih Luis Enrique merasa terheran-heran dengan hasil imbang ini dan tak habis pikir kenapa lini serangnya yang selalu tampil impresif di Camp Nou termasuk ketika menggilas PSG 6-1 di babak 16 besar, justru keok di tangan Juventus. Rekor menang 15 kali berturut-turut mereka di Camp Nou pun berakhir.

“Kami ingin bermain cepat dengan banyak tembakan tepat sasaran, tapi malam ini kami kehilangan ketajaman di sepertiga terakhir lapangan,” kata Enrique kepada Mediaset Premium tentang alasan kenapa timnya gagal.

Meski kecewa timnya tersingkir, Luis Enrique secara jantan mengakui Juventus sebagai tim yang hebat. Dia pun yakin Juventus bisa menjuarai Liga Champions musim ini.

“Ini pertandingan yang bagus antara dua tim hebat. Saya angkat topi pada Juventus,” katanya. “Bisakah mereka mencapai final? Mereka memiliki pelatih hebat, pemain hebat dan memiliki semua yang dibutuhkan untuk memenangkan Liga Champions.”