6 Sejarah Peninggalan Kerajaan Tulang Bawang di Lampung

Kerajaan Tulang Bawang

Waktuku.com – Kerajaan Tulang Bawang ialah kerajaan yang pernah berjaya di Lampung Sumatera, kerajaan ini terletak di Kabupaten Tulang Bawang, memang tidak terlalu banyak catatan sejarah yang mengulas salah satu kerajaan ini.

Salah seorang musafir asal Tiongkok (China) pernah mengunjungi Indonesia pada aba ke-8, yakni Tsing yang merupakan seorang peziarah beragama Budha. Dalam catatan sejarah ia pernah singgah di To-Lang P’o-Hwang (Tulag Bawang) salah satu kerajaan di pedalaman Sumatera.

Kerajaan Tulang Bawang lebih dominan kumpulan orang-orang adat, kerajaan ini pernah mengalami kejayaan pada abad ke-7 Masehi. Sampai saat ini belum ada orang yang dapat memastikan dimana pusat kerajaan ini. Seorang ahli sejarah Dr. J. W Naarding pusat dari kerajaan ini terletak di Hulu Way Tulang Bawang antara Manggala dan Pagardewa kurang lebih berjarak 20KM dari pusat kota Manggala.

Sejarah Kerajaan Tulang Bawang

bandar lampung
Image by: hallojawa.com

Seiring perkembangan dari kerajaan Sriwijaya, nama kerajaan Tulang Bawang kian memudar, tidak terlalu banyak catatan sejarah yang mengulas ini yang ada adalah cerita turun menurun dari rakyat yang tinggal disana.

Namun hingga saat ini belum ada bukti peninggalan sejarah yang menjelaskan alur dari kerajaan ini, karena sebagian besar kerajaan ini penghuni adat, memungkinkan setiap orang berkuasa dalam kumpulan ini menjadi pemimpin kerajaan (adat) biasa disebut dengan Trah.

Kerajaan tulang bawang merupakan kerajaan Hindu tertua di Indonesia, tidak banyak catatan sejarah yang mengulas ini, terlebih ketika kerajaan Sriwijaya berdiri kerajaan bawang kian terendus pudar, namun menurut catatan sejarah Tiongkok kuno, pada sekitar pertengahan abad ke-4 antara 337-422 Masehi, ada seorang biksu dan peziarah bernama Fa-Hein melakukan pelayaran dari India dan Sri Lanka, terdampar di sebuah kerajaan bernama Tulang bawang.

Kerajaan Sriwijaya merupakan gabungan antara kerajaan melayu dan tulang bawang di lampung, pada masa kerajaan Sriwijaya pengaruh agama Hindu sangatlah kuat. Sebagian orang melayu yang tidak kuat dengan ajaran Hindu akhirnya keluar ke Skala Brak. Pada abad ke-7 Kerajaan tulang bawang menjadi Selampung dan inilah cikal bakal dari nama Provinsi Lampung.

Daftar Raja Raja Kerajaan Tulang Bawang

Raja-raja Kerajaan Tulang Bawang adalah Mulonou berasal dari dataran China.

– Mulonou (Rakehan Sakti)
– Ratu Pesagi
– Poyang Naga Berisang
– Poyang Naga Berisang
– Cacat Guci
– Cacat Bucit dan
– Minak Tabu Gayaw
– Minak Sebala Kuwang

Nama-nama sebagian diatas merupakan putra mahkota dari Kerajaan Tulang Bawang.

Bukti Peninggalan Kerajaan Tulang Bawang

1. Tanah (Daerah Kekuasaan)

Tanah yang didiami oleh 4 marga yang berada di Tulang Bawang itu merupakan bekas peninggalan kerajaan ini, lebih jelas lagi daerah ini disebut sebagai PAKSI 4 atau 4 Paksi oleh pemuka adat Pepaduan yang ada di Lampung Utara.

Pembagian atas daerah ini merupakan buka hal yang baru, ini sudah ditetapkan jauh sebelum ada Pepaduan ada, karena pada zaman pemeluk Hindu ketetapan pembagian ini sama. Setelah adanya adat Pepaduan yang diperkirakan ada pada antara abad ke 17-18 batas batas ini ditetapkan dalam 4 PAKSI yakni: 1. Pagar Dewa, 2. Negeri Jungkarang, 3. Negeri Besar, 4. Kota Bumi.

2. Tulisan (Surat Lampung)

Surat lampung jika diteliti lagi gambar dan huruf-nya ini mengidentifikasi tulisan huruf Pallawa Hindu (Tulisan pada masa Purba). Tulisan ini ditulis di media alat kayu Jeluang dan di pagar dewa diatas kulit Kayu Alim dimana kayu ini tumbuh disekitar Danau Lambo berada disebalah Kampung Pagar Dewa.

3. Animisme

Animeisme ini adalah ajaran kepercayaan yang ada di jaman kerajaan Nusantara yang beragama Hindu dan Budha, hingga saat ini masyarakat masih percaya akan hal ini, terlebih lagi jika di kampung-kampung atau pedalaman, mereka masih meyakini bahwa roh itu masih ada, masih tetap mengawasi anak cucu mereka dimana saja berada, mereka meyakini bahwa gunung-gunung, pohon-pohon besar mempunyai penunggu dan penjaganya disana.

4. Adat (Kebudayaan)

Dalam poin ke-4 ini penulis tidak bisa menjelaskan secara lengkap data ini, namun saya penulis lebih melihat pada peninggalan nenek moyang pada jaman dulu yakni yang beragam Budha dan Hindu rata-rata. Jika Anda membaca pada poin diatas ada pembagian 4 PAKSI, didalam adat Pepaduan juga ada pembagian Kasta:

1. Brahmana
2. Kesatria
3. Waisya
4. Syudra

5. Alat Pertanian / Senjata Besi

Pada penjelasan diatas pada tahun 671 biksu dari Tiongkok I Tsing pernah mengadakan pencatatan sejarah tentang kerajaan Tulang Bawang, bahwa rakyat disana sudah maju, mereka sudah mengenal pandai Besi dan pembuatan Gula, antara lain gula yang dimaksud adalah Gula Aren (Gula Merah).

Senjata besi pada umumnya yang ada di Indonesia ini berasal dari kerajaan Hindu dan Budha, jika melihat ke daerah sana, kita akan menemukan Pandai Besi yang bisa membuat Badik, Keris dan senjata besi lainnya. Bahkan di Lampung pembuatan sarung Badik terbaik hanya berada di Pagar Dewa.

6. Benda Kuno / Barang Purba

Belum banyak pembuktian dari benda kuno atau barang purba peninggalan dari kerajaan ini, namun penelitian benda-benda ini masih jarang dilakukan, semuanya masih terpendam dalam tanah, sejak abad ke-19 barang-barang peninggalan ini berangsur ditemukan. Misalnya saja penemuan Kampung Degung Aji, Piring, Guci.