Kenapa bisa hamil

Waktuku.com – Kenapa bisa hamil? bagaimana proses kehamilan, atau yang paling mendasar dari pertanyaan kenapa bisa hamil adalah bagaimana proses awal kehamilan. seperti sel telur yang dipertemukan dengan sel sperma.

Perlu diketahui masa subur wanita untuk mengetahui kehamilan, tetapi ada juga wanita yang sudah subur tetapi belum bisa hamil. tetapi yang masih muda kenapa bisa hamil? ini jawaban dari dr. Rony terkait masa subur wanita:

Jawaban dari Dr. Rony Wijaya

Masa subur wanita berkisar 3 hari sebelum dan sesudah ovulasi. Saat inilah kemungkinan hamil paling tinggi. Ovulasi adalah pelepasan sel telur dari indung telurnya. Ovulasi normalnya terjadi pada 14 hari sebelum menstruasi selanjutnya.

Setelah terjadi pembuahan sel telur oleh sperma, wanita akan menjalani masa kehamilan selama 37-42 minggu dan selama masa itu tidak mengalami menstruasi.

Namun perlu diingat bahwa keluarnya darah dari vagina tidak hanya oleh karena menstruasi saja dimana darah akan meluruh dari dalam rahim, tetapi darah tersebut bisa saja berasal dari indung telur dan salurannya, vagina, atau bahkan bibir kemaluan.

Sangat dianjurkan untuk datang ke dokter kandungan untuk memastikan kehamilan dan agar dapat dicari penyebab “perdarahan” atau “menstruasi” tersebut. Anda juga dapat membaca tentang keluarnya darah dari vagina, menstruasi, dan tanda-tanda kehamilan.

Kenapa Bisa Hamil? Karena Sperma Bertemu Sel Telur

Awal percobaan pembuahan terjadi ketika Anda dan pasangan sedang menikmati hubungan seksual. Saat mencapai orgasme, penis pria mengeluarkan cairan mani yang kaya dengan sperma ke dalam vagina.

Cairan ini melesat ke dalam rahim mencari jalan untuk bertemu dengan sel telur.

Kontraksi lembut pada rahim membantu sperma hidup dalam saluran reproduksi mencapai sel telur. Sperma-sperma akan melakukan perjalanan sepanjang kurang lebih 18 cm dari leher rahim ke tuba falopi di mana sel telur biasanya berada.

Sperma pertama yang bertemu dengan sel telur akan berusaha menembus cangkang sel agar terjadi pembuahan.

Umumnya sperma-sperma ini dapat berenang dengan kecepatan 2,5 cm tiap 15 menit. Beberapa sperma dapat menghabiskan waktu setengah hari untuk mencapai tujuan. Sementara sperma tercepat biasanya mencapai sel telur dalam waktu 45 menit.

Pembuahan harus terjadi dalam waktu 24 jam setelah sel telur dihasilkan. Setelah salah satu sperma berhasil menembus sel telur, sel tersebut berubah bentuk sehingga sperma lain tidak bisa menembus masuk. Saat itulah janin terbentuk.

Namun jika sperma tidak juga menemukan sel telur untuk dibuahi, mereka dapat tetap bertahan dalam tuba falopi hingga 7 hari setelah hubungan seksual.

Jika dalam 7 hari tersebut wanita mengalami ovulasi, maka pasangan tersebut akan mendapatkan keturunan.

Jenis kelamin bayi ditentukan oleh tipe kromosom dari sperma laki-laki yang bertemu dengan kromosom dari sel telur wanita. Sel telur wanita selalu mengandung kromosom X sedangkan sel sperma bisa mengandung X atau Y.

Kombinasi kromosom X dan kromosom Y membentuk jenis kelamin laki-laki, sedangkan kombinasi dua kromosom X membentuk jenis kelamin wanita.

Bayi laki-laki atau perempuan ditentukan oleh sperma manakah (X atau Y) yang lebih dulu mencapai dan membuahi sel telur. Jenis kelamin bayi dapat dideteksi dengan USG kira-kira saat hamil 5 bulan.

Kapan Ovulasi Terjadi?

Jika siklus haid Anda adalah 28 hari, maka ovulasi biasanya terjadi pada sekitar 14 hari setelah hari pertama periode menstruasi terakhir. Pada minggu kedua siklus menstruasi, hormon estrogen membuat rahim membentuk lapisan jaringan tebal untuk mengantisipasi datangnya sel telur yang sudah dibuahi agar dapat berkembang.

Saat bersamaan, ovarium mematangkan sel telur dalam kantung folikel. Pada minggu ketiga, terjadilah ovulasi, yaitu saat sel telur turun ke dalam tuba falopi untuk kemudian bertemu dengan sperma.

Setelah Sel Telur Dibuahi

Pada tahap ini, materi genetis dalam sperma dan sel telur yang telah dibuahi atau zigot berkombinasi membentuk sel-sel baru. Sel-sel yang terbentuk kemudian akan menuruni tuba falopi menuju rahim.

Dalam perjalanan menuju rahim, sel-sel tersebut terus membelah diri hingga menjadi lebih dari 100 sel saat tiba di rahim, menjadi embrio. Kehamilan baru akan terjadi ketika embrio telah menanamkan diri pada dinding rahim untuk kemudian berkembang. Proses ini disebut implantasi. (sumber: alodokter.com)