Kapal Terbakar

Waktuku.com – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), DKI Jakarta Denny Wahyu Haryanto, mengaku saat ini kesulitan untuk mendata jumlah penumpang yang terbakar, Zahro Express.

Hal ini dikarenakan nahkoda kapal, Moh Nali, sedari awal tidak mencatat jumlah penumpang secara keseluruhan saat naik kedalam kapal yang ia nahkodai.

“Memang di manifes cuma 100 orang, tapi yang naik ada 200 orang lebih. Makanya sampai sekarang saya juga bingung, ada 17 orang yang hilang itu bisa saja termasuk dalam 20 korban meninggal yang jenazahnya dibawa ke RS Polri,” kata Denny seperti di kutip dari Kompas.com, Minggu (1/1/2017) malam.

Sebelumnya, Pusdalops BPBD DKI Jakarta juga merilis sebagian data dari penumpang Zahro Express, data ini dirilis masih sementara jadi belum terlalu akurat dengan yang ada, data ini disebarkan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutop Purwo Nugroho.

Sebanyak 23 penumpang meninggal dunia, 17 penumpang hilang, 17 lainnya mengalami luka-luka, dan 194 penumpang dinyatakan selamat.

Ketika memberikan informasi data penumpang, Denny mengungkapkan bahwa belum bisa memberikan data secara pasti akan hal ini, ada kemungkinan pihaknya kesulitan menentukan berapa jumlah penumpang yang berada di atas kapan Zahro Express.

“Bisa saja penumpang yang selamat enggak kecatat, lalu mereka langsung pulang. Ini yang jadi kendala kami dan mengapa datanya masih ada beberapa versi alias simpang siur,” ungkap Denny.

Pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta Sumarsono juga mempertanyakan hal ini, mengapa hanya ada data 100 orang dalam daftar manifes, penumpang kapal Zahro Express, padahal jumlah dalam kapal Zahro Express bisa berjumlah dua kali lipat.

“Ini yang masih kami cari tahu, kenapa penumpang bisa ada sampai 250-an tetapi di manifes cuma 100 orang,” tutur Sumarsono.

Berdasarkan lembar surat izin berlayar kapal Zahro Express, tercatat memang hanya ada 100 orang dalam daftar manifes. Surat izin berlayar kapal Zahro Express menyebutkan izin kapal berlayar dari Pelabuhan Muara Angke menuju Pulau Tidung pukul 07.00 WIB.