Kanker Lidah

Waktuku.comKanker Lidah adalah jenis kanker yang tumbuh pada sel-sel lidah, kanker lidah paling sering tumbuh, dan berkembang pada sel-sel skuamosa yang berada di permukaan lidah, sel skuamosa merupakan sel terbentuk datar atau pipih seperti kulit yang melapisi permukaan mulut, hidung, laring, tiroid, dan tenggorokan.

Gejala-gejala Kanker Lidah:

1. Sakit tenggorokan yang berlangsung terus-menerus.
2. Bercak berwarna merah atau putih, benjolan, atau sariawan yang tidak kunjung sembuh.
3. Sakit saat menelan.
4. Rasa kebas dalam mulut yang tidak kunjung hilang.
5. Perdarahan tanpa sebab yang jelas pada lidah.
6. Rasa sakit pada telinga (jarang)

Note: Sejumlah gejala diatas bisa disebabkan oleh hal lain, bisa juga oleh penyakit atau infeksi selain kanker lidah, akan tetapi sebaiknya Anda tetap waspada jika gejala diatas ada diri Anda, Anda bisa memeriksanya ke Dokter jika gejala tersebut berlangsung selama lebih dari 3 Minggu, terutama jika Anda adalah perokok berat dan sering mengonsumsi minuman keras (Alkohol).

Faktor-faktor Pemicu Kanker Lidah:

1. Rokok. Sekitar 85 persen kanker pada daerah kepala dan leher, termasuk lidah, disebabkan oleh konsumsi tembakau. Selain itu, perokok pasif juga berisiko lebih tinggi untuk terjangkit kanker di bagian kepala dan leher.

2. Minuman keras (alkohol). Konsumsi alkohol secara rutin dalam jumlah yang relatif banyak juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker lidah. Konsumsi alkohol apabila dikombinasikan dengan merokok akan semakin meningkatkan risiko seseorang untuk terjangkit kanker ini.

3. Human papillomavirus (HPV). Walau jarang terjadi, virus HPV dapat menyebabkan pertumbuhan jaringan abnormal dalam mulut sehingga memicu kanker. Penularan virus ini dapat terjadi jika Anda bersentuhan langsung dengan kulit pengidap atau benda yang terkontaminasi virus HPV atau melalui kontak seksual, seperti hubungan intim, seks anal, maupun seks oral.

4. Higienitas mulut yang rendah. Kanker lidah juga dapat dikaitkan dengan luka pada mulut yang tidak kunjung sembuh. Luka ini dapat terjadi akibat patahan gigi yang melukai bagian dalam mulut atau sariawan yang sering muncul dan tidak kunjung sembuh. Oleh karenanya, penting untuk menjaga kebersihan mulut dan mengobati luka yang terjadi dalam rongga mulut sesegera mungkin. Hasil penelitian oleh Departemen Kesehatan Indonesia menunjukkan bahwa orang dengan kebersihan mulut yang buruk berisiko 2,3 kali lebih tinggi untuk mengalami kanker rongga mulut, termasuk lidah.

Proses Diagnosis Kanker Lidah:

Sama seperti halnya kanker pada umumnya, deteksi kanker lidah bisa dilakukan sedini mungkin, hal ini akan meningkatkan kesempatan Anda untuk bisa sembuh. Proses diagnosis ini meliputi pemeriksaan fisik dan gejala-gejala yang bisa Anda rasakan, seperti biopsi jaringan yang dicurigai adalah kanker. Jika hasil biopsi menyatakan bahwa Anda positif memiliki kanker mulut, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan melalui X-ray, MRI, Ultrasound, CT Scan, atau PET Scan.

Selain itu deteksi kanker lidah bisa dengan melalui metode, metode staging dan grading. Metode staging yang digunakan adalah sistem TNM, yang berfungsi untuk mengukur seberapa jauh kanker tersebut sudah menyebar.

• T – menggambarkan ukuran tumor lidah. T1 merupakan ukuran terkecil, dan T4 merupakan ukuran terbesar dan terdalam.
• N – menggambarkan penyebaran (metastase) pada regio leher dan kelenjar limfa. N0 berarti tidak ada penyebaran yang terdeteksi melalui pemeriksaan atau melalui hasil pemindaian, sedangkan N1, N2, dan N3 mengindikasikan penyebaran kanker ke regio leher dan kelenjar limfa.
• M – menggambarkan penyebaran (metastase) ke bagian tubuh lainnya.

Dengan hasil staging, Anda bisa mengetahui kanker mulut tahap awal dan hal ini bisa dilakukan dan disembuhkan dengan operasi kecil, sedangkan untuk kanker tahap menangah, bisa di lakukan dengan operasi dan radioterapi, dan tahap lanjutan bisa diobati dengan operasi, radioterapi, dan kemoterapi. (alodokter)