5 Hikmah Idul Qurban Bagi Umat Muslim

Hikmah Qurban
Image by: jmmi.its.ac.id

Waktuku.com – Tak lama lagi, umat Islam di seluruh dunia akan merayakan hari raya Idul Qurban atu Idul Adha. Pada hari tersebut, akan dilaksanakan ibadah penyembelihan hewan kurban. Perayaan ini juga mengandung sejumlah hikmah bagi umat Muslim yang antara lain:

1.    Idul Qurban merupakan perwujudan rasa syukur kepada Allah SWT.

Allah SWT telah memberikan kita berjuta nikmat kepada kita yang tak terhitung jumlahnya, maka sudah sepantasnya kita mensyukuri nikmat-nikmat tersebut dengan cara berkurban seperti yang diperintahkan-Nya.

Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya, kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah. Sesungguhnya, orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus .” (QS. Al-Kautsar: ayat 1-3).

2.    Idul Qurban merupakan momen berlatih ketaatan kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman:”Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Hajj: ayat 37).

3.    Idul Qurban merupakan media silaturahmi dan kepedulian sosial.

Memberikan daging kurban kepada para tetangga merupakan salah satu bentuk silaturahmi, sedangkan memberikan daging kepada saudara-saudara kita yang kurang mampu, dapat menumbuhkan kepedulian sosial antar Muslim.

4.    Idul Qurban merupakan sarana bermuhasabah (intropreksi) diri.

Al-Ghazali mengatakan bahwa penyembelihan hewan kurban juga merupakan simbol penyembelihan sifat-sifat kebinatangan yang ada pada diri kita, seperti pemarah, tamak dan rakus.

5.    Idul Qurban merupakan media mendidik kesejajaran dan kebersamaan.

Di saat kita di sini sedang melaksanakan ibadah shalat Idul Adha, saudara-saudara kita yang sedang berhaji, tengah melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Disana tidak ada perbedaan antara ras warna kulit, kekayaan, juga status sosial. Semuanya sama di hadapan Allah, seperti dikutip dari Nuurul Bayaan.