Hari raya nyepi 2017

Waktuku.com – Hari raya nyepi 2017 tepat pada tanggal 28 Maret mendatang. Pada hari raya nyepi 2017 sekarang ini, ada beberapa hal yang perlu anda ketahui. Nyepi adalah tahun barunya umat hindu yang tepat pada bulan saka.

Di Bali umat Hindu melaksanakan upacara Melasti dengan mengusung pralingga atau pratima Ida Bhatara dan segala perlengkapannya dengan hati tulus ikhlas, tertib dan hidmat menuju samudra atau mata air lainnya yang dianggap suci.

Upacara dilaksanakan dengan melakukan persembahyangan bersama menghadap laut. Setelah upacara Melasti usai dilakukan, pratima dan segala perlengkapannya diusung ke Balai Agung di Pura Desa.

Sebelum Ngrupuk atau mabuu-buu, dilakukan nyejer dan selama itu umat melakukan persembahyangan.

Hari Raya Nyepi 2017: penyepian telah dirumuskan kembali oleh Parisada menjadi Catur Barata Penyepian yaitu:

  1. Amati Geni (tidak menyalakan api termasuk memasak). Itu berarti melakukan upawasa (puasa).
  2. Amati Karya (tidak bekerja). Hal ini berarti menyepikan indria.
  3. Amati Lelungaan (tidak bepergian). Maknanya mengistirahatkan badan.
  4. Amati Lelanguan (tidak mencari hiburan).

Pada prinsipnya, saat Nyepi, panca indria kita diredakan dengan kekuatan manah dan budhi. Meredakan nafsu indria itu dapat menumbuhkan kebahagiaan yang dinamis sehingga kualitas hidup kita semakin meningkat.

Ada juga beberapa hal yang tidak boleh dilanggar saat nyepi. itu adalah larangan yang harus dihindari oleh umat hindu saat tradisi nyepi berlangsung.

Baca Juga: Hari Raya Nyepi 2017: 4 Hal yang Tidak Boleh Dilanggar Saat Nyepi

Bagi umat yang memiliki kemampuan yang khusus, mereka melakukan tapa yoga brata samadhi pada saat Nyepi itu.
Yang terpenting, makna dan pelaksanaan hari raya Nyepi dirayakan dengan kembali melihat diri dengan pandangan yang jernih dan daya nalar yang tiggi. Hal tersebut akan dapat melahirkan sikap untuk mengoreksi diri dengan melepaskan segala sesuatu yang tidak baik dan memulai hidup suci, hening menuju jalan yang benar atau dharma.

Untuk melak-sanakan Nyepi yang benar-benar spritual, yaitu dengan melakukan upawasa, mona, dhyana dan arcana.

Upawasa artinya dengan niat suci melakukan puasa, tidak makan dan minum selama 24 jam agar menjadi suci.

Kata upawasa dalam Bahasa Sanskerta artinya kembali suci. Mona artinya berdiam diri, tidak bicara sama sekali selama 24 jam. Dhyana, yaitu melakukan pemusatan pikiran pada nama Tuhan untuk mencapai keheningan.

Arcana, yaitu melakukan persembahyangan seperti biasa di tempat suci atau tempat pemujaan keluarga di rumah.

Pelaksanaan Nyepi seperti itu tentunya harus dilaksana-kan dengan niat yang kuat, tulus ikhlas dan tidak didorong oleh ambisi-ambisi tertentu. Jangan sampai dipaksa atau ada perasaan terpaksa.

Tujuan mencapai kebebesan rohani itu memang juga suatu ikatan. Namun ikatan itu dilakukan dengan penuh keikhlasan. Demikianlah makna dan pelaksanaan Hari Raya Nyepi.(Sumber: www.parisada.org)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here