Hadist Menuntut Ilmu Beserta Latinnya

Hadist Menuntut Ilmu
Image By: http://erjud-chayob.blogspot.co.id

Waktuku.com – Hadist Menuntut Ilmu, sangatlah banyak sekali. Karena memang Islam mewajibkan bagi seluruh ummatnya untuk menuntut ilmu. Mulai dari sejak di lahirkan hingga nanti menuju liang lahat. Karena hanya dengan ilmulah seseorang akan menjadi cerdas dan menjadi manusia seutuhnya.

Dengan ilmulah seseorang dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk sesuai dengan ajaran islam. Terutama ilmu agama, merupakan tolok ukur terpenting untuk hidup di dunia ini sebagai bekal.

Sehingga dengan demikian bukanlah hal yang mustahil lagi jika ilmu merupakan hal yang paling berharga di bandingkan dengan harta yang sangat banyak. karena harta benda yang bersifat dunia akan mudah hilang. Sedangkan jika ilmu semakin di berikan akan semakin bertambah banyak. Maka dari itu pumpung masih muda semangat untuk mencari ilmu silahkan untuk di perkuat kembali.

Untuk memperkuat kembali Anda dalam mencari ilmu maka silahkan amalkan atau hapalkan beberapa Hadist Menuntut Ilmu yang akan kami paparkan sebagai berikut. Hadis –hadis tersebut bisa menjadi landasan dasar untuk Anda berpikir lebih jernih lagi. Juga sebagai landasan dasar Anda untuk berpijak ketika mencari ilmu. Agar perjalanan Anda kedepan bisa lebih jelas dan terang. Karena ketika Anda melangkah telah memiliki dasar yang jelas. Berikut merupakan beberapa hadis pilihan tentang menuntut ilmu.

Hadist Menuntut Ilmu Yang Perlu Anda Amalkan:

Hadis Mencari Ilmu Yang Di Wajibkan

Hadis yang pertama ini merupakan hadis yang biasa kita dengarkan di masyarakat. Hadis ini wajib Anda ketahui agar menuntut ilmu Anda biar semakin jelas dan kuat.

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ

Artinya: ”Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan”. (HR. Ibnu Abdil Barr). Dari hadis tersebut sudah jelas bahwa mencari ilmu wajib hukumnya. Rasulullah benar-benar menegaskan dalam hadis tersebut agar seluruh umatnya untuk mencar ilmu terutama ilmu agama. Karena hanya dengan ilmu agamalah Anda bisa selamat di dunia dan akhirat kelak.

Hadis Mencari Ilmu Untuk Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

Sebagaimana hadis yang di paparkan di atas. Hadis yang kedua ini juga mendukung hadis yang di atas tersebut. Hadist Menuntut Ilmu yang kedua ini merupakan hadis yang akan menjamin Anda untuk bahagia di dunia dan akhirat ketika memiliki ilmu. Bunyinya adalah sebagai berikut.

مَنْ أَرَا دَالدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِا لْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَالْاآخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ

Artinya: ”Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa yang menghendaki kehidupan Akherat, maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa menghendaki keduanya maka wajib baginya memiliki ilmu”. (HR. Turmudzi).

Dalam Hadist Menuntut Ilmu tersebut rasulullah benar – benar menegaskan barang siapa yang berilmu akan bahagia dunia dan akhirat. Dan itupun bahakan di ulang hingga dua kali. Maka dari itu perintah rasulullah itu benar benar nyata adanya.

Dan Anda sebagai ummatnya wajib untuk mengimaninya agar kelak juga bisa mendapatkan syafaatnya di yaumul kiamah. Hadis diatas shohih karena telah di riwayatkan oleh turmudzi salah satu periwayat hadis yang telah di akui kredibilitasnya dalam menilai hadis.

Janji Allah Pada Ummat Nya yang Mencari Ilmu

Selain Hadist Menuntut Ilmu itu juga Rosulullah juga menegaskan dalam hadis nya yang lain bahwasannya. Salah satu cara untuk masuk surga juga hanya dengan ilmu. Bahakan orang yang sedang mencari ilmu dan dia di tengah perjalanan telah gugur. Maka kegugurannya akan di nilai sebagi jihad fi sabilillah. berikut

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَىالْجَنَّةِ

Artinya: ”Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari suatu ilmu. Niscaya Allah memudahkannya ke jalan menuju surga”. (HR. Turmudzi)

Penegasan hadis dari riwayat Imam turmudzi tersebut sangatlah jelas. Bahwa Rasulullah menjamin Allah akan memudahkan jalan seseorang yang mencari ilmu untuk masuk surga. Yang di maksud di sini tentu ilmu agama. Yang dengannya kita sebagai ummat Rasulullah bisa memperkuat keimanan kita dan semakin dekat dengan Allah SWT. Lewat pesan yang di sampaikan dalam Hadist Menuntut Ilmu tersebut.

Kewajiban Mencari Ilmu Sepanjang Hayat

Makanya tidak heran jika Rasul juga memberikan wejangan dalam hadis nya agar menuntut ilmu sepanjang masa atau sepanjang hayat. Mulai dari di lahirkan hingga nanti mati atau di kubur dalam liang lahat. Hal ini sebagaimana bunyi hadis yang telah di paparkan sebagai berikut.

أُطْلُبِ الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ إِلَى الَّلحْدِ

Artinya: ”Carilah ilmu sejak dari buaian hingga ke liang lahat”. (Al Hadits)

Dari hadis tersebut Rasulullah memang memerintahkan bahwa manusia di dunia ini di tuntut hanya untuk beribadah keda Allah. Dengan salah satu jalan ibadahnya dalah mencari ilmu. Maka ilmu yang di niati mencarinya sebagai ibadah akan menjadi manfaat.

Ketika telah bermanfaat maka akan menjadi berbuah dan akhirnya barokah. Dengan barokah nya ilmu inilah yang nantinya bisa mengantarkan Anda untuk masuk surga dan bertemu dengan sang kholiq. Makanya sangat penting bagi Anda untuk Hadis Menuntut Ilmu tersebut.

Sebaik-baiknya Mencari Ilmu Adalah Ilmu Yang Bersumber Dari Al-Qur’an

Kenapa harus Al-Qur’an?. Karena Al-Qur’an merupakan Kalam Illahi Rabbi. Jadi merupakan sumberilmu terbesar di dunia ini adalah al-Qur’an. Semua yang berada di dunia besertaan dengan isinya ada di dalam Al-Qur’an. Mulai dari alam, manusia, akhirat, dan lain sebagainya ada di dalam ak-Qur’an. Hal tersebut sesuai dengan perintah Hadist Menuntut Ilmu yang berbunyi sebagai berikut.

خَـيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْاآنَ وَعَلَّمَهُ

Artinya: ”Sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya”. (HR. Bukhari)

Hadis riwayat imam Al-Bukhori tersebut benar benar shohih adanya. Sehingga Anda sebagai ummat Rasulullah SAW. Wajib untuk mengimaninya. Hal tersebut mengindikasikan bahwa di dalam al-Quran telah tersimpan berbagai macam ilmu baik untuk dunia dan akhirat. Dan semua itu tergantung ummatnya bisa tidak untuk menelaah semua yang ada di dalam Al-Qur’an tersebut.

Karena untuk mempelajari Al-Qur’an itu juga perlu banyak sekali menguasai berbagai bidang keilmuan bahasa Arab juga. Makanya dalam pondok pesantren biasanya akan di ajarkan secara bertahap dalam mempelajari Al-Qur’an tersebut. Sebagaimana Hadist Menuntut Ilmu tentang Al-Qur’an tersebut. Yang paling mendasar adalah menguasai ilmu dan car membacanya. Kemudian ketika itu bisa di kuasai bisa masuk dalam isinya dengan mempelajari tafsir tafisr Al-Qur’an.

Kewajiban mempelajari Al-Qur’an ini di sebabkan juga karena Al-Qur’an akan menjadi penolong atau syafaat ketika nanti Anda di hari kiamat. Sebagaimana hadis yang berbunyi di bawah ini.

Hadis tentang Al-Qur’an Sebagai Penolong di Hari Kiamat

Hadis kali ini akan menerangkan tentang Al-Qur’an sebagai penolong ketika Anda mempelajarinya secara sempurna. Artinya Anda juga mengamalkan apa yang ada di dalam al-Qur’an tersebut. Berikut bunyi Hadist Menuntut Ilmu tentang mempelajari al-Qur’an.

إِقْرَؤُالْقُرْاآنَ، فَإِنَّهُ يَأْتِيْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيْعًا لِأَصْحَابِهْ

Artinya: ”Bacalah kamusekalian Al Qur’an, karena sesungguhnya Al Qur’an itu akan datang pada Hari Kiamat sebagai penolong bagi para pembacanya”. (HR. Ahmad dan Muslim).

Sudah sangat jelas sekali pesan dari Rasulullah tersebut tentang syafaat yang akan di berikan Al-Qur’an di hari kiamat nanti. Maka dari itu, benar benarlah dalam mempelajari ayat Al-Qur’an. Karena Al-Qur’an merupakan wahyu terbesar dari Rasulullah yang di turunkan secara langsung kepada diri Rasulullah SAW. Melalui perantara malaikat jibril.

Dengan berbagai hadis yang telah di paparkan tersebut silahkan mulailah untuk menguatkan iman Anda dan semangat terus untuk mencari ilmu. Karena sesungguhnya jika Kalian mencari ilmu tidak akan ada yang nama sia-sia. Ilmu apapun selama itu sesuai dengan ajaran Islam itu ilmu akan berguna dan bermanfaat kelak. Maka dari itu berikut akan di sampaikan beberapa manfaat ketika Anda mencari ilmu.

Manfaat dalam Mempelajari dan Mengamalkan Hadis Menuntut Ilmu

Banyak sekali manfaat yang bisa Anda raih ketika Anda mempelajari ilmu dengan sungguh-sungguh. Terutama ketika Anda telah mengamalkan dari banyak hadis yang telah di paparkan di atas tersebut. Dari Hadis Menuntut Ilmu di atas jika Anda Amalkan anda akan mendapatkan banyak sekali manfaatnya. Diantaranya adalah sebagaimana yang akan di paparkan sebagai berikut ini.

Kehidupan akan tentram di dunia

Sudah jelas bahwa orang yang memiliki Hadist Menuntut Ilmu tidak akan buta di dunia ini. Mereka bisa membedakan mana perbuatan yang boleh di lakukan dan mana yang tidak boleh di lakukan. Sehingga dengan menuntut ilmu tersebut kehidupan Anda akan terjamin di dunia ini. Bahkan Allah sendiri di dalam Hadist Menuntut Ilmu tersebut yang akan menjamin kehidupan Anda. Karena mencari ilmu tersebut sebenarnya tidak mahal biayanya. Namun tergantung dari keyakinan kita mau atau tidak untuk menjalaninya.

Di jamin Masuk Surga

Hal inipun juga sedah jelas sekali di paparkan dalam hadis di atas. Kesuksesan akhiran dengan ilmu agama akan segera Anda raih. Bahkan ketika Anda telah gugur di tengah proses mencari ilmu Anda akan di hitung sebagai mati sahit. Dan orang yang mati sahid akan masuk surga tanpa di hisab sama sekali. Jadi masuk surga dengan cepat sekali. Maka dari itu besemangatlah untuk mencari ilmu tersebut. Tentunya dengan mengamalkan Hadis Menuntut Ilmu yang telah di paparkan di atas tersebut.

Tidak akan Buta

Maksud dari buta ini adalah buta akan pengetahuan. Artinya orang yang memiliki ilmu pasti akan di naikkan derajatnya. Sehingga dia akan di hormati meskipun orang yang memiliki ilmu tidak butuh untuk di hormati. Makanya bersemangatlah terus untuk berproses dalam mencari ilmu khususnya ilmu Agama.

Demikianlah sedikit uraian tentang keutamaan mencari ilmu. Semoga dengan paparan yang singkat ini bisa meningkatkan semangat Anda sekalian untuk mencari ilmu Agam yang lebih bermanfaat kedepannya. Sehingga Anda bisa menjadi orang yang di butuhkan ketika berada di masyarakat.

Bukan sebagai sampah masyarakat yang hanya membuat gaduh di dalam masyarakat saja. semoga paparan tentang Hadis Menuntut Ilmu bisa Nada amalakan secara sempurna. Sekian paparan dari kami, jika Ada kurang lebihnya kami mohon maaf yang sebesar besarnya. Sekian dan terimakasih atas kunjungannya.

Dalam sumber hukum

Dalam sumber hukum, Hadist adalah yang kedua setelah al-Qur’an. dalam Al-Qur’an terdapat perihal menuntut ilmu. Begitu juga di Hadist, terdapat Hadist tentang menuntut ilmu.

Sebelumnya, alangkah lebih baik mengetahui ayat Al-Qur’an yang membahas tentang Ilmu, menuntut ilmu, dan segalanya tentang ilmu. Karena sebelum di hadist, dalam Al-Qur’an sudah dijelaskan semuanya.

Q.S Al-Mujadalah ayat 11

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖوَإِذَاقِيلَ انْشُزُوافَانْشُزُوا يَرْفَعِ  الله الذِيْنَ امَنُوا مِنـْكُمْ وَالّذِيْنَ اُوتُو الْعِلْمَ دَرَجَـتٍ وَاللهُ بِمَا تَعْـمَلُـوْنَ خَـبِيْـر

Artinya :

“Wahai orang-orang yang beriman!Apabila dikatakan kepadamu,”Berilah kelapangan didalam majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan  memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan berdirilah  kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat”.At-

Taubah ayat :122

وَمَا كَـانَ مِنَ الْمُؤْمِنُوْنَ لِيَنْفِرُ كَافّةً فَلَوْلاَنَفَرَمِنْ كُلِّ فَرِقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةً لِيَتَفَقّهُوأ فِى الدّيْنِ وَلِيُنْذِرُوْا قَوْمُهُمْ اِذأ رَجَعُوْ اِلَيْهِمْ لَعَلّهُمْ يَحْذَرُوْنَ

Artinya ;

“Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi kemedan perang, mengapa sebagian diantara mereka tidak pergi untuk memperdalam ilmu pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya ”

Thaha Ayat: 114

تَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ وَلا تَعْجَلْ بِالْقُرْآنِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يُقْضَى إِلَيْكَ وَحْيُهُ وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

Maka Mahatinggi Allah Raja yang sebenar-benarnya. Dan janganlah engkau (Muhammad) tergesa-gesa membaca Al Qur’an sebelum selesai diwahyukan kepadamu, dan katakanlah, “Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.”

Q.S Az-Zumar Ayat 9

أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ

(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.

Hadist Tentang Menuntut Ilmu

مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ, وَمَنْ أَرَادَ الأَخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ, وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ

“Barang siapa menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan dunia, wajiblah ia memiliki ilmunya ; dan barang siapa yang ingin (selamat dan berbahagia) di akhirat, wajiblah ia mengetahui ilmunya pula; dan barangsiapa yang menginginkan kedua-duanya, wajiblah ia memiliki ilmu kedua-duanya pula”. (HR. Bukhari dan Muslim)

مَنْ خَرَجَ فِى طَلَبُ الْعِلْمِ فَهُوَ فِى سَبِيْلِ اللهِ حَتَّى يَرْجِعَ

Artinya : ”Barang siapa yang keluar untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang”. (HR. Turmudzi)

مٍطَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Menuntut ilmu itu diwajibkan bagi setiap orang Islam” (Riwayat Ibnu Majah, Al-Baihaqi, Ibnu Abdil Barr, dan Ibnu Adi, dari Anas bin Malik)

مَْن سَلَكَ طَرِْيقًا َيلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيْقًا ِإلىَ اْلجَنَّةِ (رواه مسلم

Barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga (HR Muslim)

مُجَالَسَةُ الْعُلَمَاءِ عِبَادَةٌ . (الديلمى )

“Duduk bersama para Ulama adalah ibadah.” (HR. Al-Dailami)

إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ فَارْتَعُوْا ، قَالُوْا : يَارَسُوْلَ اللَّهِ ، وَمَا رِيَاضُ الْجَنَّةِ ؟ قَالَ : مَجَالِسُ الْعِلْمِ . (الطبرانى)

“Apabila kamu melewati taman-taman surga, minumlah hingga puas. Para sahabat bertanya,”Ya Rasulullah, apa yang dimaksud taman-taman surga itu?” Nabi SAW menjawab,”majelis-majelis ta’lim/ilmu.” (HR. Al-Thabrani)

إِنَّ مِنْ إِجْلاَلِ اللَّهِ ، إِكْرِامَ الْعِلْمِ وَ الْعُلَمَاءِ ، وَذِى الشَّيْبَةِ الْمُسْلِمِ ، وَإِكْرَامَ حَمَلَةَ الْقُرْاَنِ وَ أَهْلِهِ ، وَ إِكْرَامَ السُّلْطَانِ الْمُقْسِطِ . ( ابوداود والطوسى )

“Termasuk mengagungkan Allah ialah mengormati (memuliakan) ilmu, para ulama, orang tua yang muslim dan para pengemban Al-Qur’an dan ahlinya, serta penguasa yang adil (Abu Dawud, dan al-Thusiy)

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

“Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah kebaikan, niscana akan difahamkan tentang urusan agamanya.”

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَطْلُبُ فِيهِ عِلْمًا سَلَكَ اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا مِنْ طُرُقِ الْجَنَّةِ ، وَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ ، وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ وَالْحِيتَانُ فِي جَوْفِ الْمَاءِ، وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ، وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ ، وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ، فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

“Barangsiapa menempuh suatu jalan dalam rangka mencari ilmu maka Allah akan tunjukkan baginya salah satu jalan dari jalan-jalan menuju ke surga. Sesungguhnya malaikat meletakan sayap-sayap mereka sebagai bentuk keridhaan terhadap penuntut ilmu.Sesungguhnya semua yang ada di langit dan di bumi meminta ampun untuk seorang yang berilmu sampai ikan yang ada di air.

Sesungguhnya keutamaan orang yang berilmu dibandingkan dengan ahli ibadah sebagaimana keutamaan bulan purnama terhadap semua bintang. Dan sesungguhnya para ulama’ adalah pewaris para Nabi, dan sesungguhnya mereka tidaklah mewariskan dinar maupun dirham, akan tetapi mewariskan ilmu. Barangsiapa yang mengambil bagian ilmu maka sungguh dia telah mengambil bagian yang berharga.”

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ النَِّبيُ صلى الله عليه وسلم : لاَحَسَدَ إِلاَ فِي اثْنَتَيْنِ : رَجُلٌ أَتَاهُ اللهُ مَا لاً فَسُِّلطَ عَلىَ هَلَكِتهِ فيِ الَحقّ ِ, وَ رَجُلٌ أَتَاهُ اللهُ الْحِكْمةَ فَهُوَ يَقْضِى ِبهَا وَيُعَلِمُهَا (رواه البجاري)

Dari Abdullah bin Mas’ud r.a. Nabi Muhamad pernah bersabda :”Janganlah ingin seperti orang lain, kecuali seperti dua orang ini. Pertama orang yang diberi Allah kekayaan berlimpah dan ia membelanjakannya secara benar, kedua orang yang diberi Allah al-Hikmah dan ia berprilaku sesuai dengannya dan mengajarkannya kepada orang lain (HR Bukhari)

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ : إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Apabila manusia telah meninggal dunia maka terputuslah semua amalannya kecuali tiga amalan : shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendoakan dia.” [HR. Muslim]

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ القُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Orang terbaik diantara kalian adalah orang yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya.”

إِنَّ مِنْ أَشَدِّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ القِيَامَةِ عَالِمٌ لَمْ يَنْفَعْهُ اللَّهُ بِعِلْمِهِ . ( البيهقي )

“Orang yang paling pedih siksaannya pada hari kiamat ialah seorang alim yang Allah menjadikan ilmunya tidak bermanfaat.” (al-Baihaqy)

تَنَاصَحُوْا فِى الْعِلْمِ ، وَلاَ يَكْتُمْ بَعْضُكُمْ بَعْضُا ، فَإِنَّ خِيَانَةً فِى الْعِلْمِ أَشَدُّ مِنْخِيَانَةٍ فِى الْمَالِ . ( ابو نعيم )

“Saling berlakulah jujur dalam ilmu dan jangan saling merahasiannya. Sesungguhnya berkhianat dalam ilmu pengetahuan lebih berat hukumannya dari pada berkhianat dalam harta.” (Abu Nu’ai)