Waktuku.com – Dalam beberapa pekan terakhir ini Provinsi Bengkulu selalu dilanda cuaca buruk, hal ini disebabkan karena iklim di daerah Bengkulu selalu berubah-ubah. Tentu  ini menjadi hal yang sangat tidak menyenangkan bagi masyarakat Provinsi Bengkulu, begitupun bagi para pecinta alam “Pendaki Gunung”. Dengan cuaca buruk tersebut, jalur pendakian gunung berapi Bukit Kaba yang berada tepat di Desa Sumber Urip Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, dilakukan sistem buka tutup.

Sigit Widiyanti selaku pengamat gunung berapi Bukit Kaba mengatakan bahwa sekarang pendakian di bukit kaba menggunakan sistem tutup buka dan apabila terjadi perubahan cuaca yang cenderung memburuk, makan para pendaki diharapkan untuk segera turun gunung.

Berbeda dengan jumlah sebelumya, kini jumlah para pendaki yang akan mendaki Bukit Kaba menurun jumlahnya, namun sang juru Gunung Bukit Kaba enggan membeberkan prosentase penurunan jumlah kunjungan pendaki yang berada sampai saat ini.

Sementara prakirawan dari petugas Stasiun Meteorologi Kelas III Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Fatmawati Soekarno Bengkulu, Anjasman memperkirakan turunnya hujan. Dia menyebut cuaca di 10 kabupaten/kota di Bengkulu hari ini diprediksi dilanda hujan ada siang dan malam hari.

”Tiga kabupaten hari ini bakal dilanda hujan, tujuh kabupaten/kota lainnya diprediksi hujan pada malam hari,” tandas Anjasman.

Sedikit pemberitahuan bagi anda yang akan mendaki Gunung Kaba sebaiknya ikuti rute berikut.

  1. Dari Ibukota Propinsi Bengkulu Carilah mobil angkutan umum yang menuju kota Curup (Terminal Pasar Panorama) Ongkos saat ini Rp 20.000 dengan waktu tempuh lebih kurang 2 jam
  2. Dari Terminal Curup naik mobil angkutan desa (angdes) tujuan Ds Sumber bening atau simpang Bukit Kaba. Ongkos saat ini lebih kurang Rp 7.000 dengan waktu tempuh lebih kurang 1 jam.
  3. Setelah Sampai Simpang Bukit kaba untuk menuju Visiting Centre (Gerbang rimba) terdapat alternatif transportasi yang dapat digunakan (jam 08.00 Wib s/d 16.00 Wib) bisa naik Angdes (Rp.5000) atau naik Ojek (Rp. 15.000) dengan waktu tempuh 1/2 jam atau juga agar lebih asik bisa jalan kaki lebih kurang 2 jam perjalanan. Selama rute ini kita akan menikmati pemandangan rumah-rumah penduduk, perkebunan sayur, buah dan palawija.
  4. Tiba digerbang rimba visitting Centre lakukanlah registrasi pendakian untuk mendata anda jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan…wajib…!!!.Juga memperlengkap persedian logistik anda dan berkoordinasi tentang rute yang akan di lewati.
  5. Rute selanjutnya terdapat 2 pilihan…pertama melalui jalan aspal yang kondisinya rusak parah (jika menggunakan kendaraan disarankan 4wheels atau motor trail) dan kedua bagi penikmat tantangan melalui rute pendakian.
  6. Jika melalui rute pendakian kita akan menemui sumber mata air pertama yang mengandung belerang untuk mencuci dan membersihkan tubuh.
  7. Selanjutnya terdapat persimpangan yang sebenarnya nanti bertemu disatu titik, rute kanan menuju pemandian air panas dan rute kiri jalur pendakian normal. Pilih saja sesuai keinginan anda.
  8. Selama perjalan menuju (Camping Ground) tempat berkemah kita akan melewati vegetasi hutan hujan tropis yang rapat, dan jika beruntung anda akan menyaksikan segerombolan siamang yang menemani anda. Semakin pepohonan menjadi rendah maka anda semakin dekat dengan camping ground yang ditandai dengan sebuah kubah yang berfungsi sebagai tempat pemantauan aktivitas gunung berapi.
Dewabet