Diabetes Insipidus: Pencegahan Diabetes Insipidus dan Ciri Cirinya

Pengobatan Diabetes Insipidus
Image by: Reader's Digest

Waktuku.com – Diabetes Insipidus merupakan satu kondisi, naiknya gula darah dalam tubuh yang dihasilkan akibat beberapa sumber makanan yang banyak mengandung glukosa. Makanan yang mengandung banyak glukosa yang kita konsumsi memiliki kadar gula yang akan dilepas dalam darah.

Banyak orang yang menganggap bahwa penyakit diabetes hanyalah diabetes mellitus saja. Akan tetapi belum banyak yang tahu tentang penyakit diabetes insipidus. Sebelum lebih jauh membahas tentang bagaimana pengobatan diabetes insipidus, penulis akan memberikan gambaran sekilas tentang apa itu penyakit diabetes insipidus.

Diabetes adalah penyakit yang timbul karena banyaknya produksi urine atau air seni, kalau diabetes melitus sering kencing akibat gula darah tinggi. Sedangkan untuk penyakit diabetes insipidus karena gangguan hormon.

Penyakit Diabetes insipidus adalah meningkatnya produksi urin seseorang yang disebabkan oleh produksi hormon ADH (dalam bahasa kedokteran disebut dengan antidiuretic hormone) yang menurun atau gangguan pada reseptor hormon. Sehingga membuat urin lebih encer karena gagal berkonsentrasi yang diakibatkan karena ginjal tidak dapat mengatur keseimbangan air dalam tubuh.

Hal ini menyebabkan tubuh cenderung kehilangan terlalu banyak urin serta akan membuat penderita menjadi gampang haus. Antidiuretic hormone merupakan hormon yang dihasilkan oleh hipofisis poterior yang mengatur volume darah dengan mempertahankan cairan pada tubuh manusia.

Adapun gejala yang timbul dari penyakit diabetes insipidus meliputi:

1. Rasa cepat haus

2. Kencing dengan volume urin yang banyak (2 liter per hari hingga 20 liter per hari), Sedangkan rata-rata orang normal buang air kecil antara 1,5 dan 2,5 liter per hari

3. Terbangun malam hari karena ingin kencing (nokturia),

4. Sering Mengompol

Sedangkan gejala yang timbul dari penyakit diabetes insipedus pada anak-anak adalah

1. Cepet sekali rewel.

2. Popok lebih mudah basah atau penuh.

3. Demam, diare serta muntah-muntah.

4. Kaki tangan dingin dan kulit kering.

5. Pertumbuhan  bayi sangat lambat.

6. Berat badan cendrung menurun.

Jika terus berlangung, penyakit ini dapat membahayakan atau yang kita sebut sebagai komplikasi, komplikasi yang dapat terjadi pada diabetes insipidus adalah sebagai berikut:

1. Ketidakseimbangan Elektrolit. Ditandai dengan badan terasa letih dan lesu, nyeri pada bagian otot, kelemahan, cepat tersinggung, mual, serta nafsu makan menurun.

2. Dehidrasi. Karena cairan tubuh terus dikeluarkan melalui buang air kecil secara berlebihan, maka tubuh tidak mampu untuk mempertahankan cairan yang dibutuhkan. Hal ini dapat menyebabkan dehidrasi atau kekurangan cairan.

Penyebab Diabetes Insipidus Sesuai Jenisnya

Penyakit diabetes insipidus memiliki banyak macamnya, masing-masing penyakit diabetes insipidus memliki penyebab yang berbeda. Adapun penyebab dan cara pengobatan diabetes insipidus adalah sebagai berikut:

1. Diabetes Insipidus Sentral

Produksi hormon anti-diuretik (ADH) menurun. Hal ini dapat disebabkan oleh cedera kepala, pembengkakan di otak, tumor hipofisis atau kurangnya aliran darah ke kelenjar pituitari. Pengobatan insipidus jenis ini adalah mengganti hormon dengan sintesis yang akan membantu menghentikan buang air kecil yang berlebihan. Cara ini bisa dilakukan memalui semprot hidung atau obat minum, operasi juga terkadang diperlukan apabila terdapat tumor pada hipofisis.

2. Diabetes Insipidus Nefrogenik

Penyakit ini diakibatkan gangguan pada ginjal manusia, yaitu pada saat ginjal tidak dapat merespon dengan baik terhadap ADH. Obat-obatan seperti tetrasiklin atau lithium dapat menyebabkan hal ini. Kondisi lain seperti kalsium tinggi dalam darah, penyakit ginjal polikistik dan anemia sel sabit juga dapat mempengaruhi ginjal. Hal ini juga dapat disebabkan oleh penyakit ginjal genetik langka.

Jika kondisi penderita diabetes insipidus disebabkan oleh obat seperti tetrasiklin atau lithium, dokter spesialis penyakit hormon akan meminta penderita penyakit ini berhenti mengonsumsi obat terebut dan akan memberikan obat penggantinya. Jika tidak disarankan oleh dokter, jangan berhenti mengonsumsi obat yang telah diresepkan dokter.

Apabila ginjal mengalami gangguan tidak dapat merespons hormon antidiuretik dapat menyebabkan diabetes insipidus nefrogenik. Penderita disarankan untuk meminum banyak air putih agar terhindar dari dehidrasi/kehausan yang ekstrem. Obat desmopressin tidak bisa mengatasi kondisi ini.

Pengobatan diabetes insipidus jenis Nefrogenik ini bisa dilakukan dengan diet rendah garam sehingga ginjal tidak membuat urin yang banyak karena masalahnya terletak di ginjal.

Mengurangi garam dapat membantu ginjal dalam menyimpan air dan mengurangi volume urin/air seni. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengubah pola makan Anda. Untuk mengurangi jumlah produksi urine dari organ ginjal, kombinasi thiazide diuretik dan obat antiinflamasi non-steroid akan diresepkan pada diabetes insipidus nefrogenik yang parah.

3. Diabetes Insipidus Gestasional

Penyakit diabetes insipidus gestasional ini biasanya menyerang ibu hamil saat proses kehamilan berlangsung. Di mana plasenta pada bayi membuat enzim tertentu yang bersaing terhadap ADH.

Pengobatan insipidus gestational adalah dengan hormon sintetis, desmopresin. Jika kondisi ini terkait dengan mekanisme rasa haus selama kehamilan, hormon tidak akan diresepkan, karena bisa jadi akan berpengaruh berbahaya pada janin.

4. Dipsogenic Diabetes Insipidus

Rusaknya fungsi respon rasa haus atau dehidrasi pada otak manusia akan membuat seseorang menjadi ekstra haus. Hal ini diyakini bisa disebabkan oleh penyakit mental atau gangguan inflamasi atau yang lebih dikenal sebagai sarkoidosis dalam bahasa kedokteran.

Itulah jenis penyakit dan cara pengobatan insipidus yang perlu anda ketahui. Untuk mengetahui apakah ada gejala penyakit diabetes insipidus, segeralah periksakan pada dokter terdekat.

Kapan Penderita Penyakit Diabetes Insipidus Harus ke Dokter?

Jika penderita terus-menerus merasa dehidrasi yang ektrem dan buang air kecil secara berlebihan dibanding biasanya, maka sebaiknya periksalah ke dokter. Sebagai patokan, buang air kecil normal sekitar 4 sampai 7 kali sehari. Sementara anak-anak mungkin buang air kecil lebih sering karena kandung kemih yang kecil, mereka biasanya buang air kecil sekitar 10 kali sehari.

Perawatan medis dilakukan segera jika Anda menemukan tanda-tanda dehidrasi berat dan gejala seperti haus yang ekstrim, kurangnya buang air kecil, kulit keriput, dan pusing. Perlakukan anak-anak dan lansia dengan hati-hati. Hubungi dokter jika:

• Diare berat, dengan atau tanpa muntah atau demam, dan biasanya sedang belangsung selama tiga hari atau lebih

• Buang Air Besar berdarah

• Biasanya cepat tersinggung atau bingung serta banyak tidur atau kurang aktif dari biasanya

Segeralah periksa sedini mungkin jika timbul gejala yang demikian, bawalah ke dokter terdekat untuk memeriksakan gejala yang timbul pada diri anda.