Contoh Teks Anekdot

Waktuku.comContoh Teks Anekdot, pasti kamu pernah mendengarnya di sekolah. Akan tetapi, mungkin yang terlintas dari pikiranmu anekdot adalah sebuah teks cerita lucu karena masih belum mengerti definisinya itu sendiri, benar?

Poinnya sendiri, teks anekdot ini amat sangat berhubungan dengan sindiran serta komedi yang membuat gelak tawa.

Pada pembahasan di artikel ini, saya akan membuat sebuah bahasan berkaitan dengan anekdot yang mana juga dengan disertai contoh teks anekdot itu sendiri.

Bahasan tersebut diantaranya seperti pengertian teks anekdot, struktur teks anekdot, kaidah teks anekdot, ciri-ciri teks anekdot dan contoh teks anekdot. Berikut contoh teks anekdot singkat.

Beo Nakal

Citra, Sassi dan Shafira saling bertetangga dan sering bersama-sama berangkat menuju kantor. Untuk sampai jalan raya agar bisa naik kendaraan umum, mereka diharuskan melalui suatu gang yang diantara rumah tersebut terdapat peliharaan burung beo.

Tiap kali tiga perempuan tersebut melalui depan rumah orang yang memiliki peliharaan beo, selalu saja si burung beo bilang tiga warna. Sassi mulai merasa curiga kalau burung beo tersebut sudah tahu akan warna celana dalam mereka bertiga.

Untuk memastikan hal tersebut betul atau tidak, mereka mengadakan kesepakatan buat mengenakan warna celana dalam yang sama.

Di esok harinya mereka kembali melalui gang tersebut, si beo mengucapkan “Hitam, hitam, hitam.” Ketiga perempuan itu terkagum kagum dan tercengang. Di hari selanjutnya, secara tepat juga si beo mampu menebak warna celana dalam mereka seraya mengatakan “Pink, pink, pink.”

Citra memiliki siasat yang agak konyol. “Bagaimana jika besok kita tak sama sekali mengenakan celana dalam ? Coba, Akan berkata apa si beo usil itu ?” Di esok harinya saat mereka melewati kembali, si beo di dalam sangkarnya tersebut mondar-mandir kayak kebingungan.

Citra dan teman-temannya tersebut mulai tertawa sebab dapat ngerjain burung beo yang suka usli tersebut. Namun tertawa mereka tidak langsung lama, karena si beo bilang, “lurus, lurus, keriting.”

Bagaimana Contoh teks anekdot tersebut, Lucu bukan? Sekarang kamu sudah tahu contoh teks anekdot itu seperti apa, selanjutnya mari kita pelajari lebih lanjut terkait teks anekdot.

Pengertian Teks Anekdot

Teks Anekdot merupakan sebuah cerita pendek yang mana memiliki ciri khas tersendiri, yaitu lucu dan dibalik kelucuannya itu terdapat suatu kritikan dan sindiran pedas.

Umumnya sendiri, sindiran dan kritikan yang terkandung di dalam teks anekdot adalah berupa sesuatu yang ada kaitannya dengan layanan publik di bidang sosial, lingkungan serta politik.

Teks Anekdot sendiri merupakan sebuah cerita yang berdurasi singkat namun tetap lunc dan bisa menghibur kamu selaku pembaca dan juga berasal dari pengalaman serta kisah nyata hidup seseorang.

Ciri-Ciri dan Contoh Teks Anekdot

Untuk ciri-ciri teks anekdot sendiri memilik berbagai macam ciri, diantaranya sebagai berikut:

– Biasanya memperlihatkan atau menunjukkan karakter binatang maupun figur manusia
– Memiliki bentuk sebagai sebuah sindiran
– Mengandung sifat humoris
– Ditujukan terhadap orang-orang penting atau tokoh masyarakat sekitar, contohnya adalah pejabat
– Memiliki hubungan dengan kenyataan atau realitas, meskipun, anekdot jika disandingkan dengan perumpamaan memiliki perbedaan yang mencolok
– Lebih mirip dengan perumpamaan mengenai dongeng

Struktur Teks Anekdot

Struktur teks anekdot ini sama seperti jenis teks lain, berikut merupakan keterangan terkait struktur teks anekdot:

– Abstraksi, merupakan bagian teks anekdot yang terletak pada awal paragraf teks yang mana memiliki fungsi untuk mendeskripsikan secara gamblang mengenai isi teks anekdot
– Orientasi, struktur teks anekdot yang memberikan gambaran kondisi dan situasi yang tengah berlangsung pada permulaan cerita
– Event, merupakan keterangan dan penjelasan pada masing-masing susunan sebuah cerita yang tengah berlangsung
– Krisis, adalah masalah utama dari sebuah teks anekdot
– Reaksi, yakni metode dan solusi dalam menyelesaikan suatu masalah yang muncul pada bagian krisis tadi
– Koda, merupakan suasana yang berubah dari masing-masing tokoh dan kondisi secara keseluruhan
– Re-Orientasi, adalah sebuah tahap terakhir atau penutup dari teks anekdot

Kaidah Teks Anekdot

Kaidah teks Anekdot ini terdiri dari beberapa kaidah dan sangat wajib serta perlu kamu ketahui dan ingat, diantaranya:

– Memakai waktu yang lampau
– Terdapat sebuah konjungsi atau biasa dikenal dengan kata sambung atau penghubung
– Terdapat suatu kalimat perintah
– Menggunakan kata-kata pernyataan rotoris
– Terdapat suatu kata kerja
– Menggunakan kalimat seru

Kaidah Contoh Teks Anekdot ini sangat wajib kamu ingat ketika kamu hendak membuat suatu teks anekdot atau contoh teks anekdot. Dengan Kaidah Teks Anekdot, sudah dapat dipastikan hasil teks anekdot yang kamu buat akan lebih maksimal.

Contoh Teks Anekdot 1

Kesetrika

Pada pagi yang masih cerah, muncul sesosok laki-laki yang sedang ke rumah sakit karena kedua buah telinganya lagi kena luka bakar.

Dokter: “Looh, ada apa yang terjadi dengan telinga anda pak?”

Pasien: “Begini dokter ceritanya, sebelumnya saya lagi menyetrika baju, nah, ketika saya lagi menyetrika baju, secara mendadak telpon saya bunyi dan mendering. Sebab reflek, akhirnya ketika saat itu saya lagi memegang setrika, langsung saja saya tempelkan ke telinga kiri saya dok.”

Dokter: “Oh, begitu toh ceritanya, saya mengerti keluhan bapak, kemudian untuk telinga bapak yang sebelah kanan itu apa yang terjadi?”

Pasien: “Nah ini dia masalahnya dokter, si bego tersebut kembali menelpon.”

Struktur dari Contoh Teks Anekdot Kesetrika:

Abstraksi: Pada pagi yang cerah
Orientasi: muncul sesosok laki-laki yang sedang ke rumah sakit karena kedua buah telinganya lagi kena luka bakar
Krisis: “begini dokter ceritanya, sebelumnya saya lagi menyetrika baju, nah, ketika saya lagi menyetrika baju, secara mendadak telpon saya bunyi dan mendering. Sebab reflek, akhirnya ketika saat itu saya lagi memegang setrika, langsung saja saya tempelkan ke telinga kiri saya dok”
Reaksi: “oh begitu toh ceritanya, saya mengerti keluhan bapak, kemudian untuk telinga bapak yang sebelah kanan itu apa yang terjadi?”
Koda: “Nah ini dia masalahnya dokter, si bego tersebut kembali menelpon.”

Contoh Teks Anekdot 2

Tukang Roti

Di suatu hari, datang tukang roti yang melalui depan rumah, kemudian teman ane si enggal memanggil dia. Tak lama, datanglah tukang roti itu mendekati kita yang sedang istrirahat santai di taman depan rumah.

Enggar: “Adanya Roti jenis apa saja bang ?”

Tukang Roti: “Bisa bermacam maca, dek.”

Enggar: “Terus bang, roti ini apa yah rasanya ?”

Tukang Roti: “Roti ini coklat dek rasanya.”

Enggar: “Kalo roti ini rasa apa bang ?”

Tukang Roti: “roti rasa strawberry dek.”

Enggar: “kalo ini rasa apa bang ?”

Tukang Roti: “ini rasa nanas dek.”

Enggar: “Loh, terus mana rotinya bang ? sejak tadi mulu bicaranya buah-buahan terus ? memangnya abang jual apa sih, roti atau buah ? Jika kaya begini ane gak jadi jadi beli bang”

Tukang Roti: *Hening*

Dalam sekejap si tukang jual roti tersebut pingsan mendadak.

Struktur dari Contoh Teks Anekdot Tukang Roti:

Abstraksi: Di suatu hari, datang tukang roti yang melalui depan rumah,
Orientasi: kemudian teman ane si enggal memanggil dia
Krisis: “Loh, terus mana rotinya bang ? sejak tadi mulu bicaranya buah-buahan terus ? memangnya abang jual apa sih, roti atau buah ? Jika kaya begini ane gak jadi jadi beli bang”
Reaksi: *Hening*
Koda: Dalam sekejap si tukang jual roti tersebut pingsan mendadak.

Sebenarnya, contoh teks anekdot ini masih banyak bertebaran, hanya saja tidak dapat semuanya dibagikan. Mungkin kamu bisa mencarinya di buku pelajaran bahasa Indonesia, carilah materi tentang teks anekdot, di sana pasti banyak contoh teks anekdot yang lucu-lucu.