Contoh Kalimat Perintah: Pengertian, Jenis dan Ciri Cirinya

Contoh Kalimat Perintah

Waktuku.com – Contoh Kalimat Perintah – Sebagai makhluk sosial, di dalam kehidupan sehari-hari kita tidak lepas dari yang namanya percakapan. Percakapan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Selain itu percakapan menjadi kegiatan utama sebagai media berkomunikasi, bertukar informasi antar sesama makhluk sosial lainnya.

Percakapan atau berdialog memiliki tingkatan yang tinggi mencangkup kemampuan dalam mendengarkan dan berbagi opini satu sama lain. Tema yang dibahas dalam berinteraksi berbagai macam jeninya, mulai tentang pendidikan, ekonomi, moral, budaya, politik, agama, etika, bidang kehidupan sekitar dan lain sebagainya.

Ketika kita melakukan percakapan dibutuhkan suatu susunan kalimat agar apa yang kita sampaikan dapat dimengerti makna dan tujuannya. Apabila susunan dalam kalimat tidak pas, maka akan memunculkan miskomunikasi atau kesalahan dalam berkomunikasi antar satu dan yang lainnya.

Maka dari itu dibutuhkan susunan kalimat yang jelas, dan yang memiliki makna atau arti. Kalimat merupakan suatu rangkaian dari beberapa kata yang mempunyai makna dan disusun berdasarkan dengan kaidah yang berlaku.
Pengertian kalimat menurut para ahli:

1. Dardjowidojo
Menurut Dardjowidojo kalimat merupakan bagian kecil dari teks atau ujaran yeng menyatakan pikiran yang utuh sesuai ketatabahasaan.

2. Keraf
Menurut Keraf kalimat yaitu sebagai bagian dari ujaran yang didahului oleh kesenyapan, sedangkan intonasinya memperlihatkan bagian ujaran yang sudah lengkap

3. Slametmuljana
Menurut Slametmujana kalimat merupakan keseluruhan penggunaan kata yang berlagu, serta disusun dengan sistem bahasa yang merhubungan, yang kemungkinan memakai satu kata atau lebih.

Dapat disimpulkan pengertian dari kalimat yaitu susunan dari beberapa kata yang memiliki arti atau makna. Kalimat memliki unsur yang mendasarinya, unsur-unsur tersebut antara lain:

1. Subjek (S)
Unsure poko pada kalimat adalah subjek. Inilah unsur yang harus tetap ada pada kalimat. Umunya subjek unsur yang selalu melakukan pekerjaan.

2. Predikat (P)
Predikat merupakan unsur pokok yang kedua setelah subjek. Unsur ini juga harus selalu ada an posisinya berada disebelah subjek. Predikat menjawab pertanyaan ‘mengapa dan ‘bagaimana’.

3. Objek
Objek merupakan bukan unsur wajib dalam sebuah kalimat. Umumnya letak objek berada sebelah predikat. Jika sebuah kalimat aktif dipasifkan maka obejek akan berubah menjadi subjek. Begitu pula sebaliknya, jika sebuah kalimat pasif diaktifkan maka sebjek akan berubah menjadi objek.

4. Pelengkap
Pelengkap umumnya tidak terlalu diperhatikan, karena posisinya hampir sama dengan objek. pelengkap ini hanya berfungsi sebagai penejels yang spesifik.

5. Keterangan
Sedangkan unsur kalimat yang menampilkan informasi yang lebih luas pada kalimat dinamakan keterangan. Contoh dari keterangan yaitu, keterangan tempat, keterangan waktu, keterangan sebab, keterangan cara, keterangan tujuan dan lainnya. Umumnya keterangan ini tidak terikat oleh posisi, letak dari keterangan dapat di akhir atau di awal kalimat.

Selain memiliki unsur, kalimat juga mempunyai beberapa macam atau jenis, yang dapat dibedakan berdasarkan segi maknanya, berdasarkan diathesis, berdasarkan unsur kalimat, dan berdasarkan urutan kata.

1. Kalimat Berdasarkan Segi Maknanya
Dari segi maknanya kalimat dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:

a. Kalimat berita
Kalimat berita yaitu kalimat yang berisi atau mengabarkan sesuatu hal keada pemirsa, pembaca atau pendengar. Apabila suatu saat kita melihat ada kejadian pencurian, kemudian kita menceritakan kepada orang lain, maka dapat diartikan kita telah memberitakan kejadian tersebut. Kalimat berita bermacam-macam, misalnya:

– Hujan deras mengakibatkan banjir yang merendam puluhan rumah warga di Kota Malang
– Di kawasan Pasar Senin terjadi ledakan gas LPG, yang menyebabkan ruko-ruko terbakar dan mengalami kerugian besar

b. Kalimat perintah
Kalimat perintah atau sering juga disebut sebagai kalimat imperatif, merupakan kalimat yang artinya memberikan perintah atau menyuruh melakukan sesuatu hal.

c. Kalimat perintah taktransitif
Kalimat perintah taktransitif yaitu kalimat yang pembentukannya mengikuti kaidah-kaidah yaitu:

– Menghilangkan subjek yang biasanya berupa pronomina persona kedua
– Mempertahankan bentuk sesuai apa adanya.
– Agar lebih halus penambahan partikel-Lah

d. Kalimat perintah transitif aktif
Kalimat perintah transitif aktif merupakan kalimat yang verbanya transitif hampir mirip dengan kaidah yang taktransitif, akan tetapi berbeda entuk verbanya.

e. Kalimat perintah bentuk pasif
Kalimat perintah daalam entuk pasifini susunannya masih sama seperti kalimat pasif serta urutan katanya tidak berubah. Jenis kalimat bentuk ini juga diakhiri oleh tanda seru (!). Sedangkan pengucapan dalam bentuk lisan menggunakan nada yang sedikit naik.

2. Kalimat Berdasarkan Diathesis

Macam kalimat berdasarkan diashesis, yaitu:

a. Kalimat pasif
Kalimat pasif yaitu kalimat yang mana subjeknya berubah menjadi objek, atau dengan kata lain kata kerjanya berimbuhan Di- atau Ter-.

b. Kalimat aktif
Kalimat aktif yaitu kalimat yang subjeknya mengerjakan pekerjaan secara langsung terhadap objeknya, umumnya kata kerja pada kalimat aktif menggunakan imbuhan Me-.

3. Kalimat Berdasarkan Unsur Kalimat

Beberapa macam kalimat berdasarkan unsur yang dimiliki kalimat tersebut:

a. Kalimat lengkap
Kalimat lengkap yaitu kalimat yang mengikuti pola dasar pembentukan kalimat, yaitu lengkap menggunakan S-P-O-K nya.

b. Kalimat tidak lengkap
Sedangkan kalimat tidak lengkap merupakan kalimat yang kurang sempurna artinya tidak lengkap S-P-O-K nya dan hanya menggunakan salah satu unsur tersebut. Kalimat ini seperti salam, pertanyaan, ajakan, larangan, sapaan, jawaban, dan lainnya.

4. Kalimat Berdasarkan Urutan Kata

Beberapa macam kalimat berdasarkan urutan kata yang dimilikinya, yaitu:

a. Kalimat normal
Pada kalimat ini mengandung pola dasar yakni S-P-O-K.

b. Kalimat inverse
Kalimat yang berkebalikan dengan kalimat normal, yaitu predikatnya berada sebelum objek.

c. Kalimat mayor
Kalimat jenis ini merupakan kalimat yang hanya memiliki subjek dan predikat. Pelengkap, objek dan keterangan dapat ditambahkan atau tidak.

d. Kalimat minor
Kalimat yang memiliki satu inti gramatikal yang dimilikinya. Kalimat ini berupa kalimat jawaban, kalimat salam, dan lainnya.

Diatas merupakan beberapa jenis dari kalimat masih banyak jenis-jenis yang lainnya, dalam artikel ini akan membahas lebih jauh mengenai jenis kalimat perintah macam-macamnya dan contoh kalimat perintah.

Sebenarnya kalimat perintah merupakan kalimat yang mempunyai isi berupa perintah yang diberikan kepada orang lain untuk mengerjakan atau melakukan suatu hal. Kalimat perintah juga mempunyai jenis dan ciri-ciri serta memiliki contoh kalimat perintah.

1. Ciri-ciri kalimat perintah

Berikut ciri-ciri yang dimiliki oleh kalimat perintah yaitu:

a. Kalimat perintah berciri khas ada bagian akhir mempunyai intonasi kalimat naik atau tinggi.
b. Penulisan, kalimat perintah disertai tanda seru (!) pada akhir kalimat.
c. Pola yang dimiliki kalimat perintah yaitu inversi
d. Partikel yang digunakan dalam kalimat perintah ini adalah imbuhan Kan ataupun Lah.
e. Umumnya menggunakan kata perintah seperti ‘tolong’, ‘jangan’, dan lain sebagainya.

2. Jenis kalimat perintah

Selain contoh kalimat perintah, kalimat perintah juga mempunyai berbagai macam jenis, namun secara umum ada beberapa jenis diantaranya yaitu:

a. Kalimat perintah biasa
Jenis kalimat perintah biasa ini merupakan contoh kalimat perintah berisi menyuruh orang lain agar melakukan suatu hal. Contohnya:

– Tutup jendela itu!
– Ambilkan aku tas belanja!
– Bangunkan ayahmu segera!
– Letakkan mainanmu di lemari supaya terlihat rapi!
– Minumlah vitamin yang barusaja dibeli!
– Temuilah temanmu yang ada dirumah!

b. Kalimat perintah ajakan
Jenis kalimat perintah tersebut berisi untuk mengajak melakukan hal tertentu.
Contohnya:

– Ayo bermain sepakbola di lapangan!
– Ayo mengerjakan PR bersama!
– Ayo beri hormat kepada gurumu!
– Marilah bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap bersih!
– Marilah membuang sapah pada tempatnya!

c. Kalimat perintah larangan
Kalimat perintah ini mempunyai arti memerintah atau meminta orang lain untuk tidak melakukan sesuatu. Biasanya pada jenis kalimat perintah larangan ini disertai dengan kata ‘jangan’. Contoh kalimatnya seperti:

– Jangan buang sampah disini!
– Dilarang parkir di depan pintu masuk!
– Jauhkan daru jangkauan anak-anak!
– Jangan bilang kepada ibuku tentang masalah ini!
– Jangan tidur terlalu malam!
– Jangan melalui kawasan ini!
– Jangan bangun kesiangan!
– Jangan terlambat!
– Jangan lupa belajar!
– Jangan merokok disini!
– Jangan masuk wilayah ini!

d. Kalimat perintah permintaan
Kalimat perintah permintaan yaitu contoh kalimat perintah yang mempunyai makna tentang permintaan tolong, atau permintaan bantuan serta permohonan bantuan. Contohnya:

– Dimohon kepada para penumpang untuk menggunakan sabuk pengaman!
– Dimohon kepada penghuni apartemen untuk keluar!
– Dimohon peserta tidak meninggalkan panggung!

e. Kalimat perintah sindiran
Kalimat perintah sindiran merupakan kalimat yang berisi tentang sindiran kepada orang lain agar orang yang disindir itu melakukan sesuatu. Contohnya:

– Rumahmu sangat kotor!
– Sungguh terpuji kelakuanmu itu!
– Pergi saja dengan orang yang jahat itu!
– Pergi jika kamu sudah tidak menyukaiku!
– Dapurmu cukup kotor!
– Kamarmu cukup berantakan!

f. Kalimat perintah saran
Kalimat perintah saran yaitu contoh kalimat perintah yang berisi tentang saran dan umumnya diawali dengan kata sebaiknya, hendaknya, dan seharusnya. Contohnya:

– Sebaiknya kamu tidak mampir kesembarang tempat!
– Seharusnya kamu segera pulang!
– Sebaiknya kamu tidak menyia-nyiakan masa kecilmu!
– Sebaiknya kamu tidak membelinya!
– Seharusnya kamu tak tidur di sini!
– Sebaiknya kamu belajar nanti malam!
– Sebaiknya kamu lekas pulang karena mau hujan!
– Seharusnya kamu tidak bolos hari ini!
– Sebaiknya ikuti kata kata bu guru!
– Sebaiknya jangan menangis disini!
– Sebaiknya berhentilah merokok!

g. Kalimat perintah mempersilahkan
Kalimat perintah ini berisi tentang mempersilahkan dan umumnya diawali dengan kata ‘silahkan’, atau ‘dipersilahkan’. Contohnya:

– Para jamaah dimohon untuk berdiri!
– Silahkan kepada pengunjung untuk menikmati makanan yang sudah disajikan.
– Silahkan keluar dari rumah ku!
– Penumpang dipersilahkan menaiki kereta secepatnya!
– Pengunjung dipersilahkan untuk pulang!
– Penonton dipersilahkan masuk!

h. Kalimat perintah bentuk berita
Dalam kalimat perintah berita berisi masalah berita. Contohnya:

– Saya sungguh bahagia sekali anda dapat hadir di acara ulang tahun saya!
– Kami segenap keluarga sungguh berbahagian atas kedatangannya di pesta pernikahan anak kami!

Itulah beberapa contoh kalimat perintah disertai dengan pengertian pengertiannya. Sementara cara memperhalus kalimat perintah, yaitu:

1. Menggunakan kata yang halus, misalnya tolong atau mohon
2. Menggunakan tambahan “lah” dibagian predikat
3. Merubah kalimat perintah menjadi kalimat tanya.
4. Memakai kalimat perintah dalam bentuk berita.

Nah, itulah penjelasan tentang pengertian kalimat perintah, jenis, ciri-ciri dan contoh kalimat perintah. Begitu banyak macam kalimat yang sering kita ucapkan selain dari kalimat perintah.

Dengan mengetahui macam dari kalimat perintah kita dapat mengetahui struktur kalimat yang pas dan sopan sesuai dengan maknanya. Diharapkan artikel ini bisa bermanfaat dan berguna sebagai referensi.