Contoh Kalimat Pasif Beserta Keterangan SPOK

Contoh Kalimat Pasif

Waktuku.com – Contoh Kalimat Pasif – di dalam kehidupan bersosialisasi memerlukan komunikasi dengan sesama manusia atau makhluk sosial. Salah satu media atau alat yang digunakan untuk berkomunikasi yaitu bahasa. Dengan menggunakan bahasa orang mampu menyampaikan pendapat dan gagasannya.

Tidak hanya sebagai penyampai gagasan dan opini, namun dengan bahasa orang dapat menyampaikan informasi kepada orang lain. Tidak heran bahwa materi yang diajarkan pada pelajaran bahasa Indonesia secara dasar yaitu definisi huruf, kata, kalimat, dan paragraf. Secara umum huruf, kata, kalimat dan paragraf memiliki arti yang berbeda akan tetapi saling berkaitan.

Definisi huruf berdasarkan (KBBI) ialah tanda aksara pada tata tulis anggota abjad, yang dapat melambangkan bunyi dari bahasa tersebut.

Dalam huruf dibagi menjadi dua jenis, yaitu huruf vokal dan huruf konsonan. Huruf vokal merupakan huruf hidup yang terdiri dari huruf A, I, U, E, dan O. Adapun deretan huruf konsonan atau huruf mati seperti z, y, x, w, v, t, s, r, q, p, n, m, l, k, j, h, g, f, d, c, dan b.

Dari penjelasan diatas dapat diartikan bahwa huruf hidup merupakan hururf yang dapat berdiri sendiri tanpa ada huruf lainnya yang mendampingi. Sedangkan huruf konsonan merupakan huruf yang mati tidak dapat berdiri sendiri tanpa didampingi oleh huruf hidup.
Selain itu, pengertian kata sesuai dengan (KBBI) ialah satu unit bahasa yang punya arti serta terdiri dari sejumlah morfem ataupun huruf.

Dalam satu kata sudah memiliki arti untuk kata tertentu. Misalnya kata “sawah” sudah memiliki arti yang spesifik, yaitu sebuah area atau tempat yang luas yang banyak ditanami oleh tanaman pangan, seperti padi atau jagung.

Definisi Kalimat menurut Wikipedia kalimat merupakan satuan bahasa yang terdiri dari rangkaian kata dapat berdiri sendiri yang memiliki makna lengkap. Kalimat terdiri dari satuan bahasa yang dapat diungkapkan secara lisan atau tulisan. Sedangkan Paragraf merupakan suatu kumpulan kalimat yang dapat memunculkan pikiran atau arti yang lebih luas daripada kalimat.

Kalimat merupakan satuan terkecil dari bahasa yang dapat mengungkapkan pikiran secara utuh dan kebahasaan. Ketika seseorang mengucapkan suatu kalimat memerlukan suara dan tata bahasa yang naik turun, lemah lembut, disertai dengan intonasi di akhir kalimat serta disela dengan jeda.

Kalimat memiliki unsur-unsur yang membangunnya, meliputi kata, frasa, dan klausa. Frasa merupakan kumpulan dua kata atau lebih yang tidak memiliki predikat di dalamnya. Selain itu pengertian kalimat yaitu kumpulan kata yang memiliki minimal satu subjek dan predikat.

Kalimat memiliki unsur seperti subjek, predikat, keterangan, objek, dan pelengkap. Sebuah kata atau kalimat yang dijatuhkan pekerjaan oleh penulis adalah subjek.

Biasanya subjek berbentuk kata benda, atau kata kerja, serta frasa kata benda. Predikat yaitu bagian dari kalimat yang dinyatakan penulis tentang subjek. Biasanya berupa kata kerja, keta benda, kata sifat dan lain sebagainya. Objek merupakan bagan dari kalimat yang dapat melengkapi kata kerja. Berikutnya adalah pelengkap yakni kata yang mendapat imbuhan seperti ter-, ber-an, ber, dan ber-kan maupun imbuhan lain.

Suatu frasa dapat dikatakan sebagai kalimat jika minimal terdapat satu subjek dan predikat di dalamnya. Ada berbagai jenis kalimat dalam bahasa Indonesia, menurut subjeknya kalimat terbagi menjadi dua, yaitu kalimat aktif dan kalimat pasif. Di dalam tata bahasa tidak hanya bahasa inggris yang memiliki pola pasif dan aktif pada kalimat-kalimatnya.

Akan tetapi nyatanya pada bahasa Indonesia juga memiliki pola kalimat aktif dan kalimat pasif. Selain pengertian, jenis dan ciri-ciri dalam artikel ini akan di jelaskan mengenai contoh kalimat pasif. Namun sebelumnya perlu diketahui perbedaan dari kedua kalimat tersebut. Perbedaan dari keduanya terletak pada subjeknya.

1. Kalimat Aktif

Definisi kalimat aktif ialah suatu kalimat dimana subjek kalimatnya melakukan hal yang di nyatakan lewat predikat untuk objeknya.

Kalimat aktif memiliki ciri ciri diantaranya:

a. Subjek pada kalimat aktif malakukan sebuah tindakan secara langsung menuju objeknya
b. Pada kalimat aktif pada predikat diawali imbuhan Me- atau Ber-
c. Ada beberapa kalimat aktif yang memerlukan objek pada susunan kalimatnya
d. Jika mendapat predikat pada kalimat aktif subjek ditambahkan keterangan, dan tidak membutihkan objek.
e. Pola dalam kalimat aktif selalu S-P-O-K atau S-P-K
Contoh Kalimat Aktif
a. Anggi menyapu di halaman (S-P-K)
b. Tasya menari ronggeng (S-P-O)
c. Pak Hansip mengejar maling motor kemaren malam (S-P-O-K)
d. Para siswa membersihkan halaman sekolah setiap hari (S-P-O-K)
e. Para Santri membaca Al-Qur’an (S-P-O)
f. Sasa bermain di halaman belakang (S-P-O-K)
g. Tania Berjemur di halaman rumah belakang (S-P-O-K)
Kalimat aktif memiliki beberapa jenis, ada dua jenis diantaranya yaitu:
a. Kalimat Aktif Transitif

Kalimat aktif transitif merupakan kalimat aktif yang di dalamnya masih membutuhkan objek. polanya akan menjadi seperti Subjek – predikat – objek) S-P-O atau S-P-O-K/Pel.
Beberapa contoh kalimat aktif transitif:

– Tika menyiram bunga di taman
– Ibu membuat teh
– Kakek membaca koran di teras depan
– Ayah merapikan bagasi

Kalimat aktif transitif mempunyai dua jenis kalimat yaitu kalimat aktif Ekatransitif dan kalimat aktif dwitransitif. Kalimat aktif ekatransitif yaitu kalimat aktif yang lengkap menggunakan objek akan teteapi tidak memiliki keterangan atau pelengkap.

Contoh kalimat aktif ekatransitif:
– Susi meyetrika pakaian
– Ayah mengecat pagar
– Adik meminum teh.

Sedangkan kalimat aktif dwitransitif yaitu kalimat aktif yang lengkap menggunakan objek, dan pelengkap atau keterangan.

Contoh kalimat aktif dwitransitif:
– Ayah bermain bulutangkis dilapangan
– Ibu menyapu di halaman depan
– Rangga mencuci motor di halaman belakang

b. Kalimat Aktif Intransitif

Kalimat aktif intransitif yaitu kalimat aktif yang lengkap menggunakan objek kalimat, namun juga disertai dengan kata keterangan atau pelengkap. Pola dari tipe kalimat aktif intransitif ini adalah Subjek, Predikat, Keterangan atau Pelengkap.

Contoh kalimat aktif intransitif:
– Kakak istirahat di kamarnya (S-P-K)
– Risa mencuci di kamar mandi (S-P-K)
– Ibu merangkai bunga mawar (S-P-K)
– Lisa bermain hp setiap hari (S-P-O-K)
– Tante Ani berbelanja di mini market (S-P-K)
– Rudi menelpon tadi malam (S-P-K)
– Naira menjemur di halaman (S-P-K)

2. Kalimat Pasif

Jenis kalimat pasif ini adalah suatu kalimat dengan subyek pasif tak melakukan pekerjaan namun dibebankan pekerjaan.

Kalimat aktif memiliki ciri ciri diantaranya:

a. Di dalam kalimat pasif objek merupakan subjek pada kalimat aktif atau dengan kata lain subjek akan berubah menjadi objek pada kalimat pasif.
b. Predikatnya di beri imbuhan seperti ter-, ter-an, ataupun ke-an.
c. Kata kerja pada kalimat pasif akan didahulu menggunakan kata ganti misal seperti ku- dan kau-.
d. Apabila mendapat seperti ‘oleh’, apabila dihilangkan tidak akan merubah maknanya.
Contoh Kalimat Pasif:
a. Timun dikupas Ibu (S-P-O)
b. Semua anak diberi jajan (S-P-O)
c. Tahu digoreng Sari (S-P-O)
d. Halaman disapu Anggi (S-P-O)
e. Maling motor dikejar Pak Hansip kemarin malam (S-P-O-K)
f. Halaman sekolah disapu para siswa setiap hari (S-P-O-K)
g. Buku cerita dibaca Susi di ruang tamu (S-P-O-K)
h. Kucing itu terinjak si budi (S-P-O)
i. Bola ditendang Hasan (S-P-O)
j. Motor Dicuci Ayah

Beberapa contoh kalimat pasif yang dipaparkan di atas hanya sebagian saja, contoh kalimat Pasif yang lainnya masih banyak dan bermacam-macam pola S-P-O-K nya. Selanjutnya dibawah ini akan dijelaskan mengenai macam-macam dari kalimat pasif yang dikategorikan menurut predikat dan objeknya.

a. Jenis Kalimat Pasif Menurut Objeknya

1) Kalimat Pasif Transitif

Contoh kalimat pasif ini termasuk kalimat pasif lengkap disertai objek kalimatnya. Entah objek itu memakai keterangan / pelengkap atau bahkan tidak memakai keterangan / pelengkap. Contoh kalimat pasif intransitif, yaitu:

– Kopi diminum Pak Ikhsan (S-P-O)
– Jeruk dikupas Ani (S-P-O)
– Pagar dicat Ayah kemaren sore (S-P-O-K)
– Buku cerita dibeli Tika dari Toko buku (S-P-O-K)
– Buku ku terbawa oleh Rudi (S-P-O)
– Ponselku tertinggal di rumah (S-P-O)
– Bajuku terjatuh di lantai (S-P-O)
– Jam dinding terbuang di tempat sampah (S-P-O)

2) Kalimat Pasif Intransitif

Kalimat pasif intransitif adalah kalimat pasif yang tidak memiliki objek, akan tetapi hanya menggunakan keterangan/pelengkap. Contoh kalimat pasif intransitif, yaitu sebagai berikut:

– Baju itu terkena noda merah (S-P-K)
– Ikan dipelihara di dalam aquarium (S-P-K)
– Maling tertangkap lusa kemaren (S-P-K)
– Susu diminum tadi pagi (S-P-K)
– Sapi diberi makan siang tadi (S-P-K)
– Motor diservis di bengkel (S-P-K)
– Sayur dimasak di dapur (S-P-K)
– Bolpoin ku tertinggal di kelas (S-P-K)

b. Jenis Kalimat Pasif Berdasarkan Predikatnya
Berikut jenis kalimat pasif berdasarkan predikatnya ada dua, yaitu:

1) Kalimat Pasif Tindakan

Kalimat pasif tindakan yaitu kalimat pasif yang predikatnya mempunyai bentuk tindakan. Predikat kalimat ini ditambahkan imbuhan seperti di- ataupun di-kan. Berikut contoh kalimat pasif tindakan, yaitu:

– Karpet dicuci oleh kakak
– Baju itu disetrika Ibu
– Aquarium dibersihkan oleh adik
– Sepakbola ditayangkan oleh TV swasta
– Pakaian dijemur Sari
– Lukisan digambar Rika
– Sepeda motor dikendarai Ayah

2) Kalimat Pasif Keadaan

Kalimat pasif keadaan adalah kalimat pasif yang predikatnya berupa bentuk keadaan. Umumnya kalimat pasif keadaan menggunakan imbuhan ke-an. Berikut contoh kalimat pasif keadaan, yaitu:

– Ayah ketiduran siang tadi
– Kakak kelaparan semalam
– Kebun itu kebakaran kemaren malam
– Nenek kedinginan di luar
– Andi kehujanan hari ini
– Ayah kesiangan pergi ke kantor tadi pagi
– Adik kesusahan menulis
– Susi kegirangan mendapatkan kado
– Adik keseringan ngompol di kasur
– Ayah kelupaan mengunci pintu.
– Dini kejatuhan jeruk di kebun
– Terbongkar keburukan orang itu
– Jangan kelupaan membawa ponsel.

Nah, itulah penjelasan mengenai contoh kalimat pasif, pengertian, jenis dan ciri-cirinya. Bagi semua orang khususnya masyarakat Indonesia baik bagi kita untuk mempelajari dasar bahasa Indonesia ini, agar mengerti dan dapat menggunakannya sebagai acuan dalam berkomunikasi. Karena bagi kita sebagai makhluk sosial tidak lepas dari komunikasi antar sesama.

Saling bertukar informasi, gagasan, opini, dan juga pendapat baik sebagai dasar kita dalam berinteraksi. Semoga artikel ini bermanfaat bagi semua kalangan, tidak terkecuali. Juga dapat dijadikan sebagai referensi tugas oleh para pelajar. Semoga bermanfaat.