11 Ciri Ciri Demokrasi Terpimpin Pada Sebuah Negara

Ciri Ciri Demokrasi Terpimpin

Waktuku.com – Berbicara mengenai demokrasi memang meluas sekali. Kali ini kita akan membahas mengenai ciri ciri demokrasi terpimpin. Istilah ini diberikan untuk sebuah kondisi dimana pemerintahan demokrasi sekarang ini sudah mengalami sebuah peningkatan otoraksi.

Walaupun mereka mempunyai sikap yang bebas dan juga adil namun untuk demokrasi terpimpin ini dipergunakan oleh pemerintah guna meneruskan setiap bagian dari hasil keputusan. Ciri ciri demokrasi terpimpin pun banyak sekali macamnya bahkan membawa pengaruh besar bagi negara.

Demokrasi terpimpin ini sebetulnya mulai di terapkan pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Kala itu beliau sudah mengeluarkan sebuah surat perintah Sebelas Maret yang dilaksanakan pada tanggal 11 Maret 1966. Hal tersebut sudah terbukti dari adanya demokrasi liberal yang kala itu telah terlaksana pada tahun 1957 sampai dengan 1965.

Sebetulnya hadirnya system demokrasi terpimpin ini bertujuan agar mampu mewujudkan sebuah demokrasi yang tepat untuk kepribadian bangsa. Hanya saja saat pelaksanaan demokrasi terpimpin ini mempunyai banyak penyimpangan. Ternyata penyimpangan ini bisa terjadi karena lebih terpusatnya kekuatan secara menyeluruh yang ada pada sosok seorang Presiden Soekarno. Hingga akhirnya pada tahun 1959 sampai dengan tahun 1966 kala itu di tetapkan sebagai era Soekarno.

Berikut 11 Ciri Ciri Dari Demokrasi Terpimpin pada Sebuah Bangsa

Setelah mengenal pengertian sekaligus sejarah dari demokrasi terpimpin, kali ini kita akan melakukan pembahasan mengenai ciri ciri demokrasi terpimpin. Pastinya ada banyak ciri yang bisa anda temukan pada masa demokrasi terpimpin ini. Untuk lebih jelasnya lagi, inilah berbagai macam ciri dari demokrasi terpimpin yakni:

1. Dominasi dari kekuatan presidensial kini makin meningkat

Saat berada dalam system demokrasi terpimpin, presiden pun mempunyai jabatan sebagai kepala negara bahkan juga sebagai kepala pemerintahan. Peranan seorang presiden di sini begitu sentral sehingga secara tidak langsung beliau berhak menjdi pemilik kekuasaan pada posisi yang tertinggi.

Pastinya system pemerintahan yang satu ini bisa memberikan sebuah wewenang yang tidak terbatas kepada Presiden. Beliau mampu melakukan berbagai macam hal yang ia inginkan termasuk dalam hal pembuatan kebijakan tanpa harus ada pertimbangan dari Menteri,memberikan pengaruh pada system kerja cabinet atau bahkan wakil rakyat sekaligus keinginannya untuk menyingkirkan para lawan politiknya.

2. Pengaruh dari Komunisme kian berkembang

Para penganut dari paham komunisme nyatanya mampu memberikan sambutan hangat pada system demokrasi terpimpin yang sudah dicanangkan oleh Presiden Soekarno ini. Sekarang ini ideology NASAKOM bahkan semakin marak berada di wilayah Indonesia. Bahkan hubungan antara PKI dengan Presiden Soekarno pun pernah menjadi sorotan dari para rakyatnya. Hal ini terlihat dari adanya hubungan timbal balik antara keduanya.

3. Peranan dari partai politik semakin terbatas

Dengan dilaksanakannya demokrasi terpimpin ini maka kekuasaan maupun wewenang secara keseluruhan berada di tangan Presiden. Hadirnya partai politik sekarang ini semakin memudar saja. Adanya partai politik yang berada pada era demokrasi terpimpin memang tak mampu dijadikan sebagai pengisi jabatan dalam sebuah pemerintahan. Hanya saja mereka mempunyai peranan dalam hal memberikan sebuah dukungan atas kebijakan yang telah ditetapkan oleh Presiden.

4. Unsur sosial politik di dapatkan dari masuknya militer

Ciri ciri demokrasi terpimpin memang banyak sekali, salah satunya terkait dengan masuknya pihak militer di negara kita. Pihak militer pada era demokrasi terpimpin ini telah masuk dan ikut berpartisipasi dalam bidang social politik. Adanya perkembangan militer ini tentu saja difungsikan sebagai benteng pertahanan negara. Ada banyak pejabat militer yang berhasil menjadi wakil rakyat.

5. Kebebasan Pers kian terbatas

Ciri ciri demokrasi terpimpin yang lainnya bisa kita lihat dari keterbatasan pada kebebasan pers. Di sini pers memang berperan dalam hal menyuarakan apa saja yang sudah menjadi keinginan seluruh rakyat. Hanya saja pada era demokrasi terpimpin ini, kekebasa pers makin terbatas apalagi yang berada dalam beberapa oknum pemerintahan. Keterbatasan ini dilakukan ternyata bertujuan supaya berita negative tentang kepresidenan tidak lagi beredar luas di tengah masyarakat. Apabila sampai tersebar pastinya surat kabar itu nantinya akan di cekal.

6. Hak Asasi Manusia mengalami kesenjangan

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, demokrasi terpimpin ini memang memberikan kekuasaan yang tidak terbatas pada Presiden Soekarno yang berlaku sebagai kepala negara bahkan kepala pemerintahan. Para pejabat pemerintah pun hanya berperan sebagai anak buah saja. Keterbatasan aspirasi rakyat melalui media pers memang mampu membuat hak asasi manusia semakin turun.

7. Sistem Sentralisasi kian tidak merata

Siapa sangka ternyata system sentralisasi yang berada pada pihak pusat semakin tidak merata bahkan terlihat tidak adil. Hal ini termasuk dalam ciri ciri demokrasi terpimpin. Pada saat itu ada banyak sekali penyimpangan yang telah terjadi. Termasuk dalam hal melemahnya partai politik, pemerintahan yang sepenuhnya berada di bawah kekuasaan pemerintah psat bahkan juga peranan partai politik yang terbilang tidak jelas.

8. Adanya pelanggaran pada prinsip kebebasan maupun kekuasaan kehakiman

Meskipun begitu, demokrasi terpimpin ini memang meninggalkan banyak sekali sejarah yang terbilang buruk. Seperti halnya adanya pelanggaran pada sebuah prinsip kekebasan maupun kehakiman yang pada saat itu sudah dipegang oleh presiden. Hal ini memang bertentangan dengan adanya peraturan berdasarkan pada isi UUD 1945 nomor 19. Dalam UUD tersebut memang dijelaskan mengenai ikut campur tangan presiden boleh hanya saja tidak selalu dilakukan.

9. Adanya batasan wewenang yang terbilang tinggi

Ciri ciri demokrasi terpimpin ini salah satunya mengenai wewenang yang tertinggi. Anggap saja kala itu Presiden memang berperan penting sebagai pemegang semua jenis kekuasaan yang ada di Indonesia. Hal ini memungkinkan banyaknya keputusan yang sudah ada tanpa adanya keputusan pihak yang lain.

10. Negara ekstra Konstutional kini makin terbentuk

Pada saat itu presiden memang berhasil membentuk sebuah lembaga baru di luar dari kebijakan UUD. Seperti halnya terbentuknya Front Nasional yang sudah menjadi salah satu sasaran dari pihak komunis.

11. Fungsi dari seorang Presiden memang diutamakan

Seperti yang telah dijelaskan pada awal artikel bahwa peranan dari seorang Presiden memang besar sekali untuk bisa melakukan berbagai macam hal entah kepada siapapun. Padahal ada berbagai macam hal yang seharusnya dilaksanakan seperti halnya pengambilan keputusan yang perlu dilakukan secara musyawarah bahkan juga terbuka.

Inilah berbagai macam penyimpangan yang terjadi dari adanya system pemerintahan demokrasi terpimpin yakni:
– Pimpinan yang ada pada lembaga tinggi negara seperti halnya MPR maupun DPR ternyata setara dengan seorang menteri
– Adanya kasus pembubaran yang berasal dari lembaga DPR oleh presiden ternyata hanya karena sebuah penolakan pada RAPBN.
– Padahal dalam UUD sudah dijelaskan mengenai DPR yang tidak bisa di bubarkan oleh presiden meskipun sudah ada penolakan pada RAPBN .

Yang perlu anda tahu memang banyak sekali ciri ciri demokrasi terpimpin ini. Bahkan ketika demokrasi ini diterapkan banyak terjadi penyimpangan di tengah masyarakat.

Semuanya seakan ada batasan bahkan wewenang yang tertinggi berada di tangan seorang Presiden tanpa adanya campur tangan dari pihak lainnya. Buruknya lagi tiada kebebasan pada media pers karena ketakutan seorang Presiden akan berita negative yang mungkin bisa tersebar ditengah masyarakat.