Cara Membuat Makalah yang Baik dan Benar

cara membuat makalah

Watkuku.com – Cara membuat makalah, memang banyak dibutuhkan bagi mahasiswa atau pun anak SMA. Pasalnya tugas makalah ini menjadi keseharian mereka sehingga perlu tahu bagaimana cara membuat makalah dengan baik dan benar.

Meskipun begitu, kadang ada juga yang membuat makalah dengan mencantumkan yang inti saja. Lalu bagaimana sebenarnya cara membuat makalah yang paling tepat? Ikuti penjelasan lengkapnya dibawah ini.

Kategori Makalah

Sesuai dengan jenis kajian milik Fauzy Ahmad, makalah dapat dikategorikan menjadi 3 jenis diantaranya:

1.Makalah Deduktif
Makalah deduktif ialah makalah yang dibuat berdasarkan dengan kajian teoristis yang relevan terhadap masalah yang dibahas.

2. Makalah Induktif
Makalah induktif ialah makalah yang dibuat sesuai dengan data empiris dan bersifat objektif menurut apa yang didapat dari lapangan tapi tetap relevan terhadap makalah yang dibuatnya.

3. Makalah Campuran
Makalah campuran ialah makalah yang dibuat menurut kajian toritis serta data yang empiris. Jadi, pada makalah ini merupakan gabungan antara makalah induktif dengan makalah deduktif.

Pada makalah campuran ini bisa dibagi kedalam 6 jenis diantaranya:

1.Makalah Ilmiah
Umumnya makalah ilmiah membahas persoalan yang ditulis oleh sebuah hasil studi ilmiah. Makalah ini juga tidak berdasarkan opini atau pendapat penulis yang sifatnya subyektif.

2. Makalah Kerja
Makalah kerja di buat dari hasil penelitian yang memungkinkan penulis berargumentasi dari persoalan yang dibahas. Sehingga opini yang sifatnya subyektif sangat memungkinkan ditulis dalam makalah kerja ini.

3. Makalah Kajian
Berikutnya adalah makalah kajian yang berisi sebuah pemecahan masalah yang sifatnya controversial.

4. Makalah Posisi
Makalah posisi ini merupakan karya tulis yang dibuat karena permintaan pihak tertentu. Fungsi makalah ini ialah untuk solusi pemecahan masalah yang sifatnya kontroversial. Pembahasan dan penulisannya bersifat ilmiah.

5. Makalah Analisis
Makalah analisis merupakan makalah yang bersifat obyektif-empiris.

6. Makalah Tanggapan
Makalah tanggapan ialah makalah yang berisi reaksi terhadap sebuah bacaan. Biasanya makalah ini sering dijadikan sebagai tugas kuliah mahasiswa.

Cara Mambuat Makalah

Setelah mengetahui jenis jenis makalah yang dibuat, kini saatnya mengetahui bagaimana cara membuat makalah. Didalam pembuatan makalah harus mencakup hal hal dibawah ini:

Pemilihan Topik

Pembuatan makalah yang pertama harus anda siapkan ialah pemilihan topik. Anda bisa memperoleh topik sendiri dari latar belakang masalah. Sedangkan latar belakang merupakan sebab penelitian dilakukan ataupun alasan kenapa makalah tersebut ditulis. Anda harus memilih topic yang menarik dan didalamnya mencakup sejumlah kajian ilmu yang memasyarakat.

Tujuannya ialah supaya pembacanya bisa mengambil manfaat dari penulisan makalah sesuai pada ilmu yang diperlukan. Umumnya topik yang dipakai pada penulisan makalah berkaitan dalam bidang akademis dibangku sekolah. Diantaranya berkaitan dengan ilmu agama, sejarah, kesehatan, ekonomi, geografi, fisika dan lain lain.

Pemilihan Bahasa

Penulisan makalah juga harus diperhatikan, yakni mengenai bahasa yang digunakan. Umumnya makalah menggunakan bahasa baku yang sesuai dengan ejaan sempurna kaidah bahasa Indonesia. Adapun ketentuan untuk penulisan makalah yang mencakup internasional harus dengan bahasa inggris supaya bisa diterima secara internasional.

Susunan Kerangka Makalah

Dalam sebuah makalah memerlukan susunan kerangka makalah yang harus anda ketahui. Dibawah ini susunan kerangka makalah yang harus anda buat agar makalah yang dibuat lebih baik dan bisa diterima oleh pembaca.

1. Cover

Cover/Sampul sebuah makalah harus memuat sebuah judul, nama penulis, gambar logo lembaga atau institusi, kemudian tempat dan juga tahun terbit makalah juga harus ditulis. Pada bagian nama penulis harus tertulis secara jelas dan lengkap. Kemudian alamat yang tertulis adalah alamat instasi maupun lembaga dimana penulis bekerja maupun menempuh jenjang studi. Selanjutnya juga tertulis tahun berapa penulisan makalah dilakukan dan diterbitkan untuk umum.

Dihalaman cover judul tertulis dengan huruf capital cetak tebal dan tipe hurufnya Times New Roman. Ukuran font nya ialah 14, yang ditulis pada pengaturan rata tengah atau layout center. Sedangkan penulisan nama pada cover cukup dengan huruf capital pada awal kata saja. Sedangkan penulisan nama instansi ataupun jenjang pendidikan memakai huruf kapital dan dicetak tebal. Pembuatan judulnya harus jelas, nformative, dan singkat. Judul tersebut juga harus memuat seluruh isi penelitian yang dilakukan yang tertulis dalam makalah.

2. Abstrak

Cara membuat makalah berikutnya adalah dengan menulis abstrak. Penulisan abstrak dalam makalah menggunakan dua bahasa yakni bahasa Indonesia dengan bahasa inggris. Pada penulisan abstrak bahasa Indonesia, penulisa tak boleh menulis 250 kata lebih. Namun untuk penulisan abstrak berbahasa inggris penulis tak diperbolehkan menulis melebihi 200 kata.

Isi abstrak sendiri ialah ringkasan ataupun bahasan pokok sebuah makalah, metode penelitian, tujuan penelitian, hipotesa, dan juga rangkuman hasil penelitian yang dilakukan. Namun jika anda mau menerbitkan makalah berskala internasional, abstrak harus diletakkan di halaman utama sebelum abstrak berbahasa Indonesia.

Itu pun sebaliknya. Jika anda menulis makalah sasaran utamanya skala nasional, abstrak berbahasa Indonesia tertulis di awal sebelum abstrak bahasa inggris. Jadi, penulisannya menyesuaikan dengan tujuan maupun sasaran pembuatan makalah.

Kemudian untuk kata kuncinya menggunakan bahasa Indonesia maupun bahasa inggris juga menyesuaikan terhadap bahasa yang digunakan dalam abstrak tersebut. Bila abstraknya berbahasa Indonesia, maka kata kunci harus berbahasa Indonesia. Itu pun sebaliknya, bila abstraknya berbahasa inggris, kata kuncinya harus berbahasa inggris pula. Umumnya kata kunci terdiri atas 3 sampai 5 kata.

Kata kuncinya berada di bawah tulisan abstrak. Penulisan abstrak juga harus anda sesuaikan dengan tujuan dan tema penulisan makalah. Kata kunci juga harus merangkum hal yang tertulis pada abstrak dan makalah dibuat.

3. Daftar Isi

Berikutnya adalah daftar isi yang memuat informasi halaman isi makalah yang dibuat. Pada setiap bab dan juga sub-bab makalah harus diberi keterangan berupa halaman supaya pembacanya lebih mudah untuk menemukan bab yang dicarinya. Didalam daftar isi biasanya juga memuat daftar tabel dan daftar gambar.

4. Pendahuluan Makalah (BAB 1)

Cara membuat makalah selanjutnya ialah menulis pendahuluan makalah (bab 1). Umumnya pendahuluan makalah ini berisi mengenai gambaran umum sebuah makalah seperti penulisan latar belakang, perumusan masalah, serta maksud dan tujuan pembuatan makalah.

Latar belakang: isinya berkaitan dengan hal yang menarik yang membuat penulis memilih tema pada makalah tersebut. Latar belakang makalah ini juga menggunakan kaidah piramida terbalik atau penulisan dari hal umum ke hal yang khusus.

Rumusan masalah: isinya mengenai masalah apa saja yang ditulis pada makalah ini. Biasanya rumusan masalah ini berupa pertanyaan.

Maksud dan Tujuan: isinya mengenai maksud dan juga tujuan dari penulisan makalah itu.

5. Pembahasan Makalah

Inti dari makalah adalah pembahasan makalah. Disini anda harus menjelaskan berbagai teori, metode yang digunakan dalam penelitian, sasaran penelitian, penjelasan mengenai penelitian dan laporan hasil penelitian dari lapangan. Anda juga harus menjelaskan permasalahn pada bab pertama yakni rumusan masalahnya.

Di bagian ini juga di paparkan data data ilmiah yang sifatnya kualitatif atau kuantitatif dan juga teori yang dipakai pada penelitian dalam menguatkan tema yang di angkat.
Adapun data penelitiannya bisa disajikan dengan bentuk diagram grafik, atau tabel yang mudah di pahami para pembacanya. Bila data yang diperoleh berbentuk hasil wawancara, maka anda bisa menuliskan kutipan oleh narasumbernya.

Anda juga harus berhati hati ketika menulis pembahasan. Karena biasanya akan muncul asumsi penulis yang sifatnya subjektif. Sehingga penulis tersebut menulis susuai dengan opininya. Padahal seluruh asumsi pada pembahasan makalah harus sesuai dengan referensi berupa literatur atau data yang empiris.

6. Penutup Makalah

Berikutnya adalah penutup makalah yang berisi kesimpulan dari keseluruhan pembahasan teori dan juga data data pada makalah yang dibuat. Kesimpulan bisa saja sesuai pada hipotesa awal tapi bisa juga hasil yang beda. Namun intinya kesimpulan tersebut harus mengandung semua jawaban terhadap tujuan yang tertulis pada BAB 1.

Kesimpulan juga termasuk penjabaran hasil penelitian yang didapatkan. Hasil penelitiannya didapat dari analisis perumusan masalah yang diperoleh lalu di analisis dengan teori serta metode penelitian. Dengan begitu akan diperoleh kesimpulan penelitian.

Pada kesimpulan yang tak sesuai dengan hipotesa awal berarti muncul kesimpulan baru dari perumusan masalah yang dijabarkan sebelumnya. Dalam kesimpulan juga menjabarkan apakah penelitiannya sudah menjawab perumusan masalah ataupun masih dibutuhkan penelitian lanjutan.

Didalam penutup juga berisi kesan dan pesan maupun ucapan terimakasih pada pihak yang sudah mendukung suksesnya penelitian yang dilakukan. Berterima kasih terhadap kontribusi yang dilakukan selama ini untuk penyelesaian makalah tersebut. Dalam penutup dijelaskan pula kekurangan maupun kelebihan penulisan makalah.

7. Saran

Penutup juga berisi saran bagi penulis makalah. Disampaikan juga apakah penelitian yang dilakukan memuaskan ataukah masih harus dilakukan penelitian lanjutan. Saran lebih ditujukan penulis bagi pembacanya. Anda bisa memperoleh saran dari kesimpulan penelitian agar lebih dikembangkan lagi, diterapkan dan juga ditindaklanjuti.

Didalam saran juga berisi tentang manfaat penelitian untuk pembaca sesuai dengan hasil yang didapat lalu diterapkan supaya diterapkan oleh pembacanya. Harapannya ialah supaya pembaca bisa menerapkan penelitian yang sudah dilakukan dan di aplikasikan secara langsung dalam kehidupan masyarakat baik secara teoritis dan juga secara praktis.

8. Daftar Pustaka

Dalam makalah juga harus ada daftar pustaka yang isinya berupa referensi yang telah digunakan pada penyusunan makalah yang dilakukan. Isi daftar pustaka ini minimal 25 referensi. Adapun referensinya bisa berupa buku, jurnal atau sumber lainnya. Penulisan dari daftar pustakan juga harus secara sistematis dan diurutkan dengan sistematis menurut abjad/alfabetis nama pengarangnya.

Penulisan daftar pustaka ini berupa nama pengarang buku, tahun diterbitkannya buku tersebut, judul buku, tempat diterbitkannya buku dan juga penerbitnya. Pengaturan penulisan nama pengarang pada daftar pustaka ini ialah dengan ketentuan penulisan nama keluarga harus tertulis lebih dulu, lalu harus diikuti nama panggilan.

Bila daftar pustakanya adalah pengarang yang sama tapi waktu penerbitan yang beda, maka anda harus menulis waktu penerbitan pertama terlebih dahulu. Kemudian disusul dengan waktu penerbitan yang berikutnya. Tapi, jika nama pengarangnya sama, kemudian tahun penerbitannya sama, ketentuannya ialah nama pengarang disusun dan dibedakan dengan tahun terbit menggunakan huruf abjad.

Jadi, penulisan nama lengkap dari pengarang buku, hanya ditulis di item pertama, kemudian item selanjutnya cukup anda beri tanda seperti ini: ——- (tanda strip yang jumlahnya antara 5 sampai 7 yang berkelanjutan).

Itulah pembahasan tentang cara membuat makalah yang benar. Dengan susunan yang lengkap, maka makalah yang dubuat akan lebih sempurna. Selamat mencoba.