Buku terbaik seanjang masa

Waktuku.comHari buku nasional dilaksanakan tepat pada 17 Mei 2017, di hari buku nasional ini ada yang harus diketahui tentang buku lawas versi internasional yang sudah masuk nominasi buku terbaik sepanjang masa.

Hari buku Nasional tentu saja bertujuan untuk meningkatkan literasi di negeri ini, tetapi membaca buku dari luar negeri juga tidak ada salahnya selagi itu bermanfaat dan memiliki banyak motivasi.

Apalagi 3 buku ini adalah buku terbaik sepanjang masa yang sudah banyak mendapatkan banya penghargaan dari berbagai nominasi internasional.

Liz Moore, The Unseen World

The Unseen World

Buku ini mengisahkan tentang latar belakang kisah Moore mengenai  Sibelius dan ayahnya yang bernama David. David bertugas untuk mengepalai sebuah Laboraturium komputer sains di Universitas Boston.

Ada seorang pelajar yang belajar secara Homeschooling yang dididik langsung oleh ayahnya, di usia ke 12 tahun dia bekerja dan mulai membuat program dengan program awal virtual reality yang mereka sebut dengan Elixir.

Tetapi sayangnya penyakit Alzheimer menjangkit tubuh ayahnya. Moore bersama dengan ayahnya memiliki ikatan yang kuat hingga belajar sains dan ilmu komputer bersama.

Ben H Winters, Underground Airlines

Underground Airlines

Sebuah karya fiksi yang sangat spekulatif di Amerika, tetapi berbeda dengan presiden amerka serikat, Abraham Lincoln dicerita ini tidak pernah menjadi seorang presiden.

Perang sipil yang ada di Amerika Serikat juga tidak pernah ada. Dibacakan narasi oleh seorang budak yang berusia sekitar 40 tahun, dia telah bebas menjadi budak sejak usia 14 tahun.

Dari cerita perbudakan inilah yang akan menjadi klimaks jalan cerita di novel ini, bagaimana caranya dia bisa bebas dari perbudakkan saat usia 14 tahun. Novel ini sudah mendapatkan banyak penghargaan dan sangat layak untuk dibaca.

Dana Spiotta, Innocents and Others

Innocents and Others

Buku yang mengisahkan tentang Meadow, sebuah kisah cinta dari seorang remaja. Yang harus memilih apakah harus memperjuangkan cinta tanpa memutuskan tali persahabatan.

Buku ini bukan hanya mengisahkan percintaan saja, banyak motivasi yang tersirat didalamnya dan buku ini sudah diangkat menjadi film dokumenter pada tahun 1992 dan menuai banyak pujian.

Judul dari film tersebut adalah Kent State. Yang lebih hebat lagi buku ini telah memenangkan nominasi di bidang Golden Globe dibagian film dokumenternya.