Belajar bahasa jepang Dasar

Waktuku.comBelajar bahasa jepang dasar ternyata gak susah-susah amat jika sudah mengetahui polanya. pola dasar yang harus diingat adalah penghafalan jenis kata. kata dalam bahasa jepang dasar ada 3, hiragana, katakana dan kanji.

Untuk kanji dalam belajar bahasa jepang adalah materi lanjutan, karena tingkat kesulitannya yang tinggi. yang wajib itu adalah menghafal jenis huruf/kata hiragana dan katakana dalam belajar bahasa jepang dasar Hiragana dan Katakana beserta penulisannya.

1. Hiragana

Huruf hiragana adalah huruf standar jepang. untuk pengucapan bahasa jepang yang non-serapan menggunakan hiragana

 

Kalo kita liat contoh nomor 1, knapa huruf “ha” bacanya jadi “wa”? huruf “ha” disitu fungsinya hanya sebagai penanda subjek, dimana subjeknya kan “saya” / “watashi”. jadi kalo kita nulis “ha” yang berfungsi sebagai penanda subjek doang, bacanya menjadi “wa”.

2.Katakana

Huruf katakana adalah huruf yang digunain buat nulis kata-kata serapan. Sama kayak hiragana, ada 5 huruf dalam katakana yang bisa berubah kalo ditambahin titik dua atau buletan :


Tata Bahasa Dasar

Tata bahasa awal dari Bahasa Jepang. Belajar tentang partikel WA, DESU, DEWA ARIMASEN dll, dan cara menggunakannya.

…. WA …… DESU.
….  は  …… です

Partikel WA (ditulis dengan ha は dalam hiragana), adalah kata bantu subjek.

DESU です adalah bentuk positif yang digunakan untuk membuat sebuah ucapan menjadi formal. (huruf u biasa tidak disuarakan)

Watashi wa gakusei desu.
Saya (adalah) siswa.

Anata wa sensei desu.
Kamu (adalah) guru.

…. WA …. DEWA/JA ARIMASEN
…. は ….. では / じゃありません

Baca Juga: Belajar Bahasa Jepang Pemula Melalui Ucapan Sehari-hari

DEWA ARIMASEN (bisa juga DE ARIMASEN atau JA ARIMASEN) adalah bentuk negatif (menyangkal) dari DESU, sama artinya dengan “bukan”

Yoshida-san wa shachō dewa/ja arimasen.
Tuan Yoshida bukan direktur.

Watashi wa Yamada dewa/ja arimasen.
Saya bukan Yamada.

…. WA …. DESHITA
….  は  ….  で し た

…. WA …. DEWA ARIMASEN DESHITA
….. は ….. で は あ り ま せ ん で し た

DESHITA adalah bentuk lampau dari DESU, berarti “dulunya adalah, mantan, bekas

DEWA/JA ARIMASEN DESHITA adalah bentuk lampau dari DEWA/JA ARIMASEN, berarti “dulunya bukan, bukan mantan

Anohito wa isha deshita.
Dia mantan (dulunya) dokter.

Kore wa gakkō dewa arimasen deshita.
Ini bukan bekas sekolah.

 

Rangkuman

Watashi wa ten-in desu.
Saya adalah pegawai toko.

Watashi wa ten-in dewa/ja arimasen.
Saya bukan pegawai toko.

Watashi wa ten-in deshita.
Saya mantan (dulunya) pegawai toko.

Watashi wa ten-in dewa/ja arimasen deshita.
Saya bukan mantan pegawai toko.

(sumber: http://animeotakuhq.blogspot.co.id)