Banjir Jakarta 2017

Waktuku.comBanjir jakarta pada tahun 2017 sekarang ini telah menjadi masalah yang serius pada 2 bulan terakhir. Pasalnya, kondisi curah hujan yang lebat menyebabkan genangan air yang tidak bisa ditampung lagi oleh sungai. Alhasil, banjir yang tinggi hingga mencapai 1,5 meter tidak bisa dipungkiri pada Selasa, 21 Februari 2017.

Diduga penyebab banjir khusus di kawasan kali Sunter adalah kondisi sungai yang tidak baik. Normalisasi yang harus dilakukan pada sungai Sunter diharapkan dapat menghilangkan bencana banjir yang setiap tahun datang melanda sekitar kawasan Ibukota Jakarta.

Baca Juga: Banjir Jakarta 2017: Berikut Tanggapan Aa Gym Mengenai Banjir Jakarta dan Ahok

Penjelasan Djarot, Wagub DKI Jakarta

Djarot, Wagub DKI Jakarta, menjelaskan tentang kondisi sungai Sunter yang menurutnya harus mengalami perubahan berupa Normalisasi,”Normalisasi tetap harus. Anda bisa lihat di lokasi bahwa banyak rumah yang memang berdiri di bantaran sungai sehingga yang pasti begitu limpahan air dari Bogor dari Sunter pasti mereka akan kena apalagi hujannya ekstrem,” kata Djarot di Cipinang Muara, Jakarta Timur, Selasa (21/2/2017).

Djarot juga menegaskan bahwa Normalisasi adalah jalan terakhir yang harus ditempuh untuk mengurangi banjir di sekitar daerah sungai Sunter,”Maka normalisasi tetap kita lakukan seperti ini, tidak ada jalan lain,” tegasnya.

“Sebetulnya kalau saya ngomong sama warga ini dapak banjir ini lebih ringan daripada tahun 2007 dan tahun 2012, ini lebih ringan karena sudah mauselesai. Tapi Kali Sunter memang belum selesai sepenuhnya seperti Kali Ciliwung. Ini kan tembusan dibuang ke BKT, kalau ini dipercepat dilempar ke BKT maka dampaknya otomatis berkurang,” terangnya.

Djarot juga mengapresiasi warga yang mendirikan posko penanganan bencana seadanya,”Yang saya catat di sini partisipasi warga gotong royong warga luar biasa. Inilah budaya kita, dia bikin dapur umum, dia kumpulin bahan-bahan seadanya dulu sambil menunggu bantuan dari pemerintah kalau sudah begini sudah tumbuh budaya gotong royong masih ada,” sambungnya.

Djarot juga mengingatkan agar bantuan berupa kebutuhan mendasar seperti pakaian, pampers, selimut dan makanan tambahan bisa segera diberikan pada warga.”Tindakan harus cepat, di Jakarta harus cepat sehingga semua wilayah sudah siaga kami cek semua,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here